Pesawat Malaysia Airlines [MAS MH 370] diduga dibajak, kasihan Raja Bomoh dibulliying di media sosial

Malaysia-Meragukan-Adanya-Aksi-Teroris-di-Balik-Hilangnya-Pesawat-MASSangat menarik sekali mantemans mencermati perkembangan berita hilangnya pesawat  Malaysia Airlines (MAS) MH370 ini, kalau kemarin KHS sempat posting terkait dengan keterlibatan dunia gaib dalam kasus ini (postingan disitu). Maka terhitung sabtu (15/3) ini Teori Pembajakan lebih menguat dibandingkan dengan beberapa spekulasi dugaan yang lain. Menukil detik.com, Pemerintah Malaysia melalui preskon Malaysia Najib Razak menyampaikan, ada dua koridor baru yang terbaca dari radar militer mengenai pergerakan pesawat yang diduga dibajak ini.

Koridor utara yang bergerak dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara, atau koridor selatan yang bergerak dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan,” papar Najib dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Sama Sama, Kuala Lumpur hari ini.

Mengutip kembali detik.com, bahwa pesawat dibajak oleh seseorang pilot yang memiliki pengetahuan terbang yang mumpuni dan tahu benar soal posisi radar. Dan pesawat diduga diarahkan ke Kazakhstan setelah sebelumnya balik arah ke Samudra Hindia. Atau bisa jadi terjatuh di Samudra Hindia

Berdasarkan data dari radar militer itu, pesawat MAS terbang ke arah Samudera Hindia selama sekitar 4-5 jam. “Dia (pilot) tahu bagaimana menghindari radar sipil. Dia tampaknya telah mempelajari bagaimana menghindarinya,” ujar pejabat Malaysia itu.

Nah, sekarang kita menuju nasib Mahaguru Ibrahim Mat Zin, dukun atau bomoh bergelar Raja Bomoh Sedunia Nujum VIP ini beberapa waktu lalu melakukan ritual di bandara Kuala Lumpur Malaysia untuk mencari tahu keberadaan pesawat MAS tersebut. Berbekal bubu dan bambu bomoh ini dinyatakan bahwa pesawat masuk perangkap dunia gaib.  Pernyataan ini diamini oleh para paranormal di Indonesia seperti Ki Joko Bodo dan Ki Kusumo.

ritual bomoh malaysia mencari pesawat hilangNamun sungguh menggelikan, ritual Mahaguru Ibrahim Mat Zin beserta asistennya ini dijadikan bahan lelucon di media sosial. Mengutip suaranews.com, Berikut gambar-gambar lucu pelesetan aksi Mat Zin.

 teropong-bambu-dan-bubu-rev31. Teropong bambu dan bubu

Dua orang pria mengolok-olok aksi Mat Zin. Mereka berpose menutup kepala dengan bubu (penangkap ikan tradisional) dan bambu. Seolah-olah sedang menerawang mencari pesawat hilang itu.

Mat Zim mengaku diminta seorang pejabat penting di Malaysia untuk ikut mencari pesawat hilang. Namun dia tak mau mengaku siapa yang memintanya

bandingkan-mat-zim-dengan-film-rev32. Bandingkan Mat Zim dengan film
Pengguna sosial media membandingkan aksi Mat Zin dengan dua buah film lawas Malaysia. Keduanya tampak serupa.

Baik saat Mat Zin menggunakan teropong, maupun saat dia dan dua rekannya naik ke atas karpet ajaib.

a-whole-new-world-rev33. A whole new world
Warga Malaysia menyindir aksi Mat Zin dengan menyamakan dukun itu seperti Aladin yang naik karpet terbang. Mereka menulis syair lagu a whole new world yang merupakan soundtrack film itu.

Sejumlah warga juga iseng menirukan aksi Mat Zin duduk di keranjang dengan kelapa dan tong sampah.

parodi-karpet-terbang-rev34. Parodi karpet terbang
Giliran para wanita Malaysia yang menyindir aksi dukun ini. Para pekerja medis itu duduk di atas karpet menirukan Mat Zin sambil menahan tawa. Ada juga yang mengedit foto Mat Zin dengan photoshop sehingga seolah-olah dukun ini sedang terbang di angkasa.

Kalau mau tahu lebih banyak parody bomoh malaysia Mat Zin ini, di youtube bertebaran banyak versi. Salah satunya versi yang dibuat oleh karyawan hotel ini 😆

Ironisnya, tak cuma di-bully, Mat Zin juga terancam dipolisikan. Kepala Departemen Keislaman Selangor Malaysia Zaifullah Jaafar Shidek hari ini mengatakan siapa pun yang menggelar ritual atau upacara bertentangan dengan ajaran Islam di Bandar Udara KLIA akan ditangkap. Nah lho…

maturnuwun

baca juga :

[display-posts tag=pesawat] [display-posts category=kismis]

Comments

comments

14 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »