Ngomodo Series #3 : Perjalanan melelahkan 500 km terbayar dengan keindahan Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur

indahnya kawah di gunung kelimutu NTTKembali melanjutkan catatan perjalan 4 sekawan yang terdiri dari Cak Dodo, Cak Herry, Bro Hadi dan Bro Ringgo yang ‘arep minggat’ ke Pulau Komodo. Sebelum menuju Pulau Komodo mereka berempat menyempatkan diri untuk menyinggahi Gunung Kelimutu yang terkenal dengan 3 kawah berwarnya. Hari Senin, 22 Juni 2015 pagi sekitar jam 07.00 WITA mereka berempat sudah mengantri tiket untuk penyeberangan Sape-Labuhan Bajo. Harga tiket untuk motor yang termasuk golongan II yakni Rp. 180.000. Setelah masuk kapal mereka langsung melakukan rituasi tali temali motor agar tidak jatuh ketika ada digelombang menghantam kapal. Perjalanan Sape-Labuhan Bajo sekitar 8 jam sehingga mereka bersepakat menyewa kamar yang ditawarkan oleh salah seorang ABK.

dari sape menuju labuhan bajoHarga sewa kamar ABK yakni Rp. 100.000 untuk kamar dengan ukuran 2x3m yang dilengkapi 2 kipas angin dan 3 matras. Mereka menghabiskan waktu dengan tiduran agar fresh nanti untuk melanjutkan perjalanan. 8 jam sudah dikapal akhirnya bersandar di Labuhan Bajo, yang merupakan bagian dari provinsi Nusa Tenggara Timur. “Akhirnya kita segera mencari penginapan…jarak 10menit dari pelabuhan akhirnya sampai di jayakarta suite”tutur cak hery. Mereka berempat menghabiskan malam itu untuk sekalian istirahat hingga jelang sahur tiba.

jalanan labuhan bajo menuju EndeHari selasa, 23 Juni 2015 pasca sahur mereka berempat berencana langsung menggeber motornya namun angin dingin berhembus cukup kencang akhirnya mereka putuskan untuk berangkat setelah matahari terbit. Tepat jam 07.45 WITA mereka berangkat meskipun masih terasa dingin meskipun  hotel dekat dengan laut. Sebelum berangkat mereka mengisi PREMIUM di SPBU terdekat karena PERTAMAX tidak tersedia sehingga motor CBR 250 punya cak herry  mesti siap siap mesin knocking.

pinggir pantai di Nusa Tenggara TimurBerangkat di trek awal sudah disambut tikungan naik turun puluhan kilo meter sempat mendapat jalan lurus yang cuman 20 km selebihnya kelokan saja. Kondisi disiang hari banyak sekali perbaikan jalan dimana pasir dan material berserakan dan tak terhitung jumlahnya. Total jarak Labuhan Bajo-Kelimutu sekitar 500 km dengan kondisi 90% jalan tikungan. “Dibayangkan saja bosan dan lama waktu yang dihabiskan menuju kesana”tutur pria berkacama ini.

labuan bajo - gunung kelimutu Nusa Tenggara TimurDisepanjang jalan rombongan menemui banyak sekali boil avanza tanpa nopol depan belakang,begitu pula dengan motor-motor yang ada. Setelah diadakan penyelidikan,ternyata TNKB memang belum keluar dan katanya mereka malas membeli TNKB di pinggir jalan. Kalo di surabaya tentu tidak bakalan toleran polisinya alias kena tilang…..wkwkwk. Sepanjang jalan tetap berkelok hanya pemandangan yang berganti,mulai hutan,kiri tebing kanan jurang,kiri tebing kanan pantai. Setelah setengah perjalanan terlihat banyak sekali jalanan yang kena longsor sehingga sangat menguras tenaga dan menuntut kewaspadaan. Beberapa titik pasirnya lembut sekali sehingga debu nya terbang menutup pandangan dan efek samping nya motor dan sekujur tubuh terbalut debu tebal.

indahnya pantai di pinggiran NTTSetelah perjalanan yang melelahkan seharian akhirnya rombongan tiba di Kota Ende pukul 20:12 WITA. Sesampai Ende pun cari tempat makan pun sulit,akhirnya ketemu juga dan akhirnya rombongan makan besar alias berbuka puasa. Habis makan dilanjut istirahat sekitar sejam dan akhirnya perjalanan dilanjutkan lagi menuju Desa Moni dibawah kaki Gunung Kelimutu yang jaraknya 55 km. Jalur menuju kesana seperti biasa yakni trayek tikungan naik turun di tambah jalan longsor menemani malam itu dan seperti biasa hanya lampu motor yang menerangi jalan ditengah gelap gulita. Dingin malam bercampur lelah hingga sampai di Homestay Arwanty  yang dapat inpoh dari backpacker kaskus. Malam itu rombongan istirahat karena besok Rabu (24/6) pagi mereka berencana mengejar sunrise di Gunung Kelimutu.

subuh-subuh ke Taman Nasional KelimutuHari Rabu, 24 Juni 2015 setelah sahur rombongan persiapan untuk riding sekitar 13 km lagi menuju Taman Nasional Kelimutu. Meskipun tidak jauh tapi hawa dingin dan kabut tebal menyelimuti perjalanan subuh itu. Setelah membayar tarif tiket yang hanya Rp.10.000 akhirnya rombongan masuk ke kawasan Gunung Kelimutu. Disini ritual poto-poto tidak ada yang spesial dan akhirnya rombongan berkenalan dengan beberapa turis. Kondisi 2 danau pertama letaknya tidak jauh namun untuk danau ketiga membutuhkan perjuangan jalan kaki agak jauh dan menanjak. Hal ini membuat kewalahan untuk orang tambun untuk sampai dipuncak…hehehe. Namun semua kelelahan itu dibayar lunas saat lihat pemandangan diatas awan.

kawah di gunung KelimutuMengutip id.wikipedia.org, Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

prasasti kawah kelimutu NTTDanau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Para penduduk di sekitar Danau Kelimutu percaya, bahwa pada saat danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen bagi arwah orang – orang yang telah meninggal. Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Taman Nasional KelimutuSekitar satu jam diatas di danau ketiga di Gunung Kelimutu ini akhirnya rombongan turun. Pada saat rombongan turun banyak pengunjung yang mau naik juga mengalami kewalahan. “Nah disini waktunya iseng hahahaha” ujar cak Herry. Ketika ada anak kecil dengan usia sekitar 8th sedang duduk di fence rail sedang terengah-engah dan keringat bercucuran. Saya pun bertanya, “kenapa dik?”, Dia pun menjawab dengan polos, “‘Luwe (lapar)”. Wah ternyata dia anak surabaya.Saya balas saja,  “nang ndukur onok mekdi” (diatas ada Mc D lho). Terlihat dibawahnya sang ibu mendengarkan sambil tersenyum. Tak lama setelah rombongan bersisipan ibunya setengah berteriak memanggil cak hery. “mas,mbari mbo kandani saiki arek e banter munggah” (Mas setelah kamu beritahu sekarang anaknya jalan naik nya semakin cepat)”. Wwkwkwk saya merasa berdosa membohongi anak kecil….xixixixi
diatas awan Gunung KelimutuSetelah sampai parkiran langsung rombongan langsung cuzz ke homestay . Rombongan mengalami kelelahan dan tertidur hingga sore,malam ini rombongan tidur disini supaya tubuh fit untuk riding 500km penuh tikungan untuk kembali Labuhan Bajo lagi….

Nantikan cerita menarik lagi selanjutnya…..

——————–

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

One Comment

Monggo dikomeng gans..

Translate »