Catatan Perjalanan ke Seberang Timur bagian 1 : Menikmati perjalanan panjang

Alhamdulillah rencana Solo Blakrakan Perjalanan ke Seberang Timur (PST) dapat terwujud. Sebelumnya saya sampaikan terima kasih yang sangat mendalam atas atensi, dukungan, dan do’a dari semua kawan yang tidak bisa saya rinci satu persatu. Terutama untuk keluarga besar Gresik Pulsar Community (GPC), PRIDES, PCS, KOPLAK, dlll.

Sebagai persiapan rabu (16/5) sore jam 16.13 ane mencoba memakai inferter atau compressor elektrik yang ane beli sebelumnya di ace hardware (entar di postingan berbeda). Ternyata alatnya tidak nyala yang disebabkan sekring charge atau colokan listrik lagi putus. Sore itu wira-wiri dibengkel Surabaya-Gresik mencari sekring pipih yang berkapasitas 5 Ampere ternyata ukuran paling kecil adanya 10 Ampere.  Berhubung mendesak maka langsung bungkus 2 buah sekaligus. 🙁

Perjalanan pulang kerja dari Surabaya ternyata beberapa ruas jalan hujan lokal di Gresik. Jam 18.14 sesampai dirumah malam itu juga langsung cuci motor alias cimot. Ketika kondisi motor sudah cling maka dilanjut dengan memasang skring, menempel kaca blind spot (entar ane posting sendiri) dan langsung mengganti oli. Setelah semua selesai tinggal memasang side bag, packing dan menata semua barang sehingga tinggal berangkat saja. Jam 20.05 semua persiapan sudah selesai maka saatnya istirahat sebentar karena capek seharian kerja. Ternyata lagi galau gak bisa tidur…hehehe, penginnya langsung tarik gazzz…wkwkwkkw :mrgreen:

Sore itu ane sempat broadcast mohon ijin melintas dari beberapa komunitas atau group milis fesbuk yang ane ikuti. Dibantu broadcast massif dengan kang zuhdi humas GPC  di milis teman-teman pulsar Lombok teryata ada yang merespon cepat. Malam itu juga ketika lagi packing ane ditelpon langsung  oleh bro jerry dari KOPLAK….wah ane gak nyangka respon dan atensinya cepat banget. Sebelumnya memang juga sudah terhubung dengan bro Yudi dari KOPLAK terkait rencana ke Lombok. “kapan berangkat, berapa orang bro?”tutur suara di ujung hape. Langsung ane jawab bahwa ane berencana solo blakrakan alias budhal dewe…hehehe J

Jam 11.15 alarm alias weker hape ane berdering. Alarm ini buat jaga-jaga nemani tidur dimana mata sulit terpejam ini. Setelah mandi dan berdo’a langsung merapat ke bunderan GKB karena disana sudah menunggu teman-teman Gresik Pulsar Community (GPC) untuk menghantar ane. Tepat Rabu (16/5) pukul 12.00 ane start dari GKB dengan diiringi serta diantar teman-teman GPC terutama paketu pak kaji dodik dan Pembina GPC pak ikhwan. Ane dihantar rombongan hingga perbatasan Surabaya-Gresik yang dilepas dengan suara horn…toet….toet…toet…. hehehe

Malam itu jalanan sangat sepi hanya satu-dua saja bersimpangan dengan motor-motor.  Hujan gerimis mengundang di beberapa ruas jalan Sidoarjo dan Probolinggo. Ane sendiri tidak terlalu bernapsu menggeber motor hanya kisaran 80 -90 km/jam saja.  Jalanan sangat mulus namun harus hati-hati karena perbaikan jalan di sekitaran Probolinggo belum tuntas. Selain itu tidak ada garis batas putih sehingga hampir saja mau menghajar lobang jahanam disisi pinggir jalan. Berhubung indicator BBM sudah merah maka maka Kamis (17/5) jam 02.02 anemerapat dulu untuk Isi  bensin di daerah Lekok, (gak tahu ni masuk Pasuruan atau Probolinggo).

Seusai isi bensin perjalanan dilanjut dengan beriringan bersama bus malam, mobil pribadi, mobil klub, bus pariwisata dan truk-truk besar seperti tronton dan trailer.  Jam 04.19 terdengar adzan Shubuh dan merapatlah ane di sebuah masjid Al-Falah yang ada di pinggir jalan Panarukan Situbondo. Pagi itu masjid lumayan ramai karena memang sepertinya banyak orang yang mau ke Bali. Sehabis subuh berhubung mata sudah ngantuk berat maka dilanjutkan dengan rebahan sebentar sekitar 30 menit.

Jam 05.15 badan sudah mulai mendingan maka perjalanan solo riding dilanjutkan. Pagi itu langit sangat cerah dan sepi sehingga bisa digeber sesuka hati. Namun nyali ane tidak berani menyentuh diatas 100 km/jam sehingga ya santai saja.  Memasuki wilayah Taman Nasional Baluran, Banyuwangi kita bisa menikmati sensasi mereng-mereng aka cornering, namun tetap hati-hati karena ini jalur utama bus dan truk melintas. Oia kawan sebelumnya dijalanan Situbondo terdapat rel kereta yang ‘mengahadang’ disekitar pabrik gula oleh karena itu harus hati-hati biar tidak terbang kalau menggeber kecepatan tinggi.

Jam 07.26 nyampai juga di pelabuhan Ketapang,Banyuwangi. Terlihat antrian bus dan kendaraan pribadi sangat panjang. Kalau sepeda motor sepertinya tidak terlalu ramai pagi itu sehingga ane bisa dengan mulus langsung beli tiket.  Harga tiket 16 ribu per motor. Menunggu 10 menit bongkar muat setelah itu langsung masuk kapal.  Berhubung perut sudah keroncongan maka untuk mengganjal sementara maka ane membeli sebuah pop mie seharga 9 ribu.

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sebenarnya tidaklah lama mungkin sekitar 30 menit namun terdapat banyak antrian kapal yang akan merapat di Gilimanuk.  Kapal terapung gak jelas hingga lebih 30 menit ditengah selat Bali ini. Boring dan ngantuk..hehehe. Setelah menunggu antrian hingga 30 menit maka sekitar jam 08.46 kapal jenis RORO ini baru bersandar di Gilimanuk. Hups….lega… 😀

Memasuki Gilimanuk atau keluar dari Pelabuhan akan ada pemeriksaan kartu identitas baik berupa KTP, STNK maupun SIM oleh Pak Polisi maupun Satpol PP. Oleh karena bagi kawan yang ada rencana ke Bali maka wajib membawa kartu identitas diatas. Jam 09.00 tanpa banyak istirahat dan hambatan ane langsung tancap gaz lagi.  Perut mulai keroncongan diperjalanan maka ane merapat di Beluk, Negara jam 09.30.  Menu sarapan sembarangan pokoknya perut terisi…hehehehe. Sambil sarapan dan istirahat hingga jam 09.48.

Jam 10.00 perjalanan dilanjutkan setelah dirasa perut sudah kenyang. Ane menggeber lagi gazz yang arah Tabanan  dimana dibeberapa ruas jalan ada perbaikan alias tambal sulam. Harus waspada dan ekstra hati-hati biar tidak menghajar lobang atau galian.   Ternyata dalam perjalanan sehabis sarapan ini membuat mata menjadi ngantuk berat. Daripada dipaksakan justru berbahaya maka jam 11.31 ane merapat di sebuah masjid di sekitaran Karambitan, deket Tabanan.  Merebah dipelataran masjid sambil menunggu adzan dhuhur sekalian.

Jam 13.08 sehabis dhuhur dan sudah hilang kantuk maka perjalanan ane lanjutkan menuju Denpasar. Menyusuri jalan mereng-mereng membuat mata harus konsentrasi. Jangan sampai kebablasan ditingkungan yang lumayan tajam. Alhasil sampailah di jalan Tabanan arah Denpasar.

Tidak disangka sangka GPS lagi error.  Ane mencoba menyalakan berulang kali hasilnya tetap gak mau nyala. Ya sudahlah maka pandangan beralih ke peta print-print an yang ane bawa dari kantor. Meskipun kurang detail  dan lengkap tetapi cukuplah sebagai patokan dasar. Awalnya ane mengandalkan Navigation di goole map HTC wildfire S namun ternyata kurang nyaman dan seringkali time out dimana justru semakin mengganggu.  Akhirnya ane putuskan kembali ke petunjuk rambu saja ..yang penting arah Gianyar dan Klungkung. 😀

Terpaksa ane jalan pelan sambil lihat papan hijau petunjuk arah Gianyar. Perjalanan ini melewati jalan-jalan kota dan juga gang sempit. Bahkan ketika arah Klungkung ane melewati Pasar Kesenian Sukowati yang lumayan padat dan ramai. Pokoknya menguras tenaga dan keringat…hehehe. Ketika sesampai di Klungkung pun ane sempat tersesat ke arah Pura Besakih. Ane lihat dipapan hijau tidak ada arah Padangbay, adanya Amlapura. Ternyata arah Amlapura dan Padang bay itu sama…..wkwkwkwk praktis tersesat sejauh 5 km dari arah ke Amlapura. :mrgeen:

Kembali ke Jalan ke Amlapura. Ternyata dari jauh kelihatan laut biru itu menandakan bahwa Padang Bay tinggal beberapa km lagi. Ane tetap mengikuti papan hijau yang menunjukkan arah Padangbay walaupun harus mutar-mutar dan melewati jalanan kecil.  Sebenarnya kawan ada jalan by pass dari Denpasar-Padangbay yang bisa digeber cuma 1 jam saja (ntar pulangnya ane jelaskan). Jam  15.57 Alhamdulillah bisa sampai di Padang Bay.

Oia kawan ketika di Bali ane tidak banyak berhenti istirahat soalnya tujuan utama memang ke Lombok. Sempat istirahat sekali ketika di Gianyar untuk beli minum dan roti sebagai pengganjal perut di Indomaret. Di Bali pula ane sempat  toet…toet dengan beberapa klub yang akan turing. Serta kecepatan riding 70-80 km saja… gak ngoyo blazz. Jalan Denpasar-Padangbay sangat mulus meskipun terkadang padat karena memang long weekend.

Jam 16.10 naik kapal dengan ongkos 101 ribu. Sesampai di galangan kapal langsung ditawari kamar oleh ABK. Tanpa banyak nawar langsung ane ambil saja sebuah kamar nahkoda seharga 50 ribu. Maklum perjalanan laut dari Padangbay-Lembar ini sekitar 4 -5 jam sehingga waktu yang pas untuk tidur atau istirahat. Alasan lain sewa kamar karena lebih privasi, nyaman, ada bantal, kasur, kipas angin, colokan ces banyak, serta barang-barang aman ketika di tinggal jalan-jalan. Kapal berangkat sekitar jam 16.30 dan ane langsung sms bro jeffry dan kang dadang dari Tim Koplak Ghostbuster terkait posisi ane yang menuju Lembar.

Ditengah lautan perut mulai keroncongan karena memang sejak tadi siang tidak makan.  Maka ane memesan pop mie di kapal sebanyak 2 cup dengan harga masing-masing 10 ribu. Cukuplah untuk mengganjal perut ini.  Selain itu ketika jam 19.48 ombak ditengah lautan lumayan kenceng sehingga seperti terombang-ambing. Namun Alhamdulillah ane tidak sampai mabuk. Untuk menghilangkan rasa bosan dan jenuh bisa melihat TV 24 inch yang ada di galangan kapal. TV satelit ini bisa menyajikan seluruh saluran diluar saluran TV nasional.

Sekitar jam 21.00 kapal sudah merapat di pelabuan lembar jam 21.15 WIB atau kalau WITA ditambah 1 jam..hehehe. Turun dari kapal terdapat anak-anak berjaket dan berambut gondrong melambai-lambai. Langsung ane duga mungkin kawan-kawan dari koplak.  Ternyata benar tim koplak yang terdiri dari  bro jerry, kang dadang, bro surya, bro rizal dan bro galang sudah  menunggu beberap menit yang lalu.  Wah ditangkep nih ane ceritanye…hehehehe 😀

Malam itu sebenarnya tidak terlalu lengang namun dengan kawalan tim Koplak, Lembar-Mataram hanya sekitar 30 menit kalau tidak salah. Ane sendiri sebenarnya agak kaget dengan skill riding teman-teman koplak yang diatas rata-rata…hehehe. Jam 21.30 ane dibawa ke sebuah warung nasi Pak Heri (jalan selaparang) tempat kopdar teman-teman Koplak.  Maturnuwun bro jerry atas traktirannya maap gak bisa menghabiskan nasi karena masih kenyang dari kapal sudah habis 2 mie…hehehehe

Awalnya ane menanyakan kepada bro dadang terkait penginapan murah alias backpacker di Lombok.  Namun beliau menawarkan Mabes KOPLAK yang sudah biasa jadi tempat singgah kawan-kawan biker se nusantara. Ya sudahlah ane ngikut saja sekalian dapat teman ngobrol. Oia mabes koplak ada di Kota Mataram. Ketika di mabes koplak ini kita mengobrol  semua tentang biker dan saling berkenalan yang tidak terasa hingga jam 02.00 dini hari.

Berhubung mata sudah ngantuk dan badan juga sudah mulai pegel-pegel maka ane mohon ijin rebahan di Mabes Koplak yang ada di lantai 2…wuzzzz….zzzz….zzzzz… terlelap sudah hingga waktu subuh berkumandang.

Ini kawan cerita perjalanan hari pertama….benar-benar perjalanan melelahkan yang mengasyikkan 😀

***\Contact KHS/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

38 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »