Pengalaman warganet geber Wuling Almaz hingga odometer 1000 km

Pengalaman warganet geber Wuling Almaz hingga odometer 1000 km

Pengalaman warganet geber Wuling Almaz hingga odometer 1000 km. Mobil SUV besutan wuling yakni Almaz memang menyita perhatian publik di Indonesia. Dengan harga yang tergolong terjangkau namun memiliki fitur-fitur yang memukau. Nah berikut pengalaman warganet geber mobil asal Tiongkok ini yang dibanderol di angka 300jetian. Monggo disimak Pengalaman warganet geber Wuling Almaz hingga odometer 1000 kmPengalaman warganet geber Wuling Almaz hingga odometer 1000 kmWarganet Didin Syafrudin membagikan pengalamannya digrup facebook ‎Wuling Owners and Fans Indonesia (WOFI) pada tanggal 11 Juni 2019. Monggo disimak brosis…

Servis 1000 km

1300 km dipakai 4 hari bandung-slawi-purbalingga-kebumen-jogja-pantai drini-patuk-kaliadem-semarang-subang-lembang-bandung.

Konsumsi bensin rata2 1:9.0
FtoF pertama 42.66L untuk 533km, atau 12.5 kpl, di MID 9.8 kpl. Pakai mode D normal
FtoF kedua 47.14L untuk 400 km, atau 8.5 kpl, di MID 9.3 kpl. Pakai mode D eco
Yang ke 3 belum sempat isi FtoF, di MID sih 9.5 kpl, perkiraan 40L dgn odo 400 km alias 10 kpl. Pakai mode D eco.
Kesimpulan nya MID kurang bisa dipercaya 😁


Untuk luar kota lebih irit mode transmisi D normal. Mode D eco rpm turun 200 rpm, bikin berat buat nanjak atau overtake.
Trik irit, rpm gak boleh lebih dari 1800 rpm dan kecepatan max 100 kpj, sempat menyentuh 15.8 kpl di MID.
Pakai Almaz, insya Allah gak komplen konsumsi bensin Confero lagi 😂

Buat overtake n nanjak gak ada masalah.
Gara2 gmaps dari pantai drini ke gunung Merapi dilewatin ke Pathuk lalu masuk jalan ekstrim 1 mobil di jalan ngoro oro piyungan.
Mesti sigap pindah ke manual untuk tetap dapat torsi atau engine brake.

Hill Hold Control bekerja baik, cengkraman remnya berdasar kemiringan tanjakan, makin curam makin lengket, akibatnya mesti bejek gas dalam biar remnya mau rilis. Mungkin ini yg dibilang Almaz susah nanjak. Rasanya enak pakai rem tangan manual aja deh.

Lampu sih terang, cuma krn bawaan kc film depan 40% dan sinar lampu putih, maka kondisi ttt lebih terang yg halogen. So mesti dibantu fog lamp.

AC adem dan manusiawi, ademnya bisa diatur berdasar temperature dan outlet bisa ditutup. Gak kayak confero yg dinginnya jahanam, sekeluarga sepakat ac confero lebih dingin dan nyuz dibandingkan Almaz.
AC almaz ini klo mode auto maka tiap berapa jam atau menit (gak perhatikan), akan otomatis sirkulasi luar dan rotasi arah angin selama beberapa detik lalu balik ke setting awal.
Klo kejadian pas dibelakang truk sampah ya nasib.

Keluhan ke SA beres saat servis adalah pindah gigi dari D ke N menghentak/tidak smooth.
Lalu engine brake dari kec 40 kpj ke 20 kpj terlalu ngeden, mungkin biar irit.
Malah kalau pakai D eco jadi tersendat2/ndut2an.
Jadi bingung ini karena mesin, rem atau CVT nya? Dibilang sih software modul transmission nya sudah yg terbaru.
Sama HHC nya yg terlalu lengket, bikin susah nanjak.

Sementara belum ada update setelah servis.

Sekian review 1300 km mobil cina murahan senilai 0.5M dan dihargai 0.3M 😀

Pilihan warna dan harga Wuling Almaz tahun 2019Beberapa warganet menanggapi postingan diatas. “Sama om punya sy dri D ke N terasa hentakannya,,trus kadang pkai eco klau undur gas kadang ndut2an..tpi tetap mantaplah almaz dipakai..” tutur Ikhwan Nasir. Chandra Hermawan
turut menambahkan, “Yang paling saya suka repiew nya AC Confero jahanam.. 🙏😂😂 ” tuturnya.

Uzan Ikhwan Muslimun menekankan bahwa konsumen mesti menyesuaikan dengan karakter Almaz. “Kayanya semua yang punya wuling pe-ernya satu, supir harus menyesuaikan diri sama mobilnya, entah bagaimana mobil ini bekerja dengan cara yang berbeda dengan mobil Jepang, pertama rasanya ada yang aneh, tapi kalo udah dapet feel-nya ya nyaman aja ” ujarnya. Hal ini diamini oleh David Kurniawan, “Akhirnya…betul apa yg disampaikan curhatannya om…kesimpulannya ini mobil layak bukan kaleng2..tinggal orgnya saja yg menyesuaikan karakter dari almaz. ” pungkasnya.

Itulah mantemans Pengalaman warganet geber Wuling Almaz hingga odometer 1000 km. Monggo yang punya pengalaman berbeda dapat berbagi dimari…

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : https://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3900 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

Be the first to comment

Monggo dikomeng gans..