Sugih tanpa bandha vs Ilmu kanthong bolong

Ilmu kanthong bolong

“Nulung pepadhane, ora nganggo mikir wayah, wadhuk, kantong. Yen ana isi lumunture marang sesami”

“Menolong sesama, tidak perlu memakai pikiran, waktu, perut, saku. Jika (saku) berisi mengalir kepada sesama”


Secara sekilas maknanya bahwa menolong sesama itu tidak perlu memikirkan /memperhitungkan waktu, perut dan saku. Dan bahwa dalam kondisi dan situasi bagaimanapun, yang namanya kanthong (saku) harus tetap kosong dan apabila kanthong itu sampai terisi, maka harus dialirkan lagi kepada sesama. Dan ilmu ini muaranya hanya satu yakni ILMU IKHLAS.

Sugih tanpa bandha

“Sugih tanpa bandha.

Digdaya tanpa hadji.

Ngalurug tanpa bala.

Menang tanpa ngasoraken”

“Kaya tanpa harta.

Sakti tanpa azimat.

Menyerang tanpa balatentara

Menang tanpa merendahkan”

  1. Sugih tanpa bandha. Harta bukanlah segala-galanya. Kebahagiaan, kedamaian, dan keindahan hidup ada dalam kesucian hati, hati yang tidak diselimuti rasa iri. Hati yang kaya budi pekerti. Hati yang jauh dari keinginan birahi. Meski engkau tidak berharta, engkau tak punya apa-apa, tapi engkau berhati, itulah kekayaan yang hakiki. Apalah arti banyak harta, jika hati selalu nelangsa. Apalah arti hidup bergelimang harta, kalau hati sering didera derita. Lebih baik hidup apa adanya, asal hati ini tetap kaya. Kaya hati adalah jalan menuju bahagia, adalah obat penenang segala rasa.
  2. Digdaya tanpa hadji. Serahkanlah urusanmu kepada Allah, Tuhan Yang Maha Melihat, Yang Maha Tahu. Hanya Dia yang dapat menyelamatkanmu; bukan ajian atau azimat yang penuh tipu muslihat. Tekad, pasrah dan doa; mendatangkan keadilan Tuhan; iman dan tawakal mendatangkan kesaktian; karena hanya Tuhan Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa nan Digdaya. Renungkanlah, digdaya tanpa aji : suro diro jayaningrat lebur dening pangestuti; madep mantep marang Gusti.
  3. Ngalurug tanpa bala. Marilah saudaraku, marilah! Singsingkan lengan baju dan niatkan. Alirkan semangat pribadi. Reguklah cawan suka duka dunia ini. Dengan karya pribadi, dengan petunjuk Ilahi. Tanpa tentara, tanpa sengketa. Hindarilah peperangan, permusuhan, pertarungan atau kekerasan. Cukup dengan tekad asih, insyaAllah semuanya bisa diselesaikan, semua akan teratasi. Tundukkan musuh kita, raihlah cita-cita. Dan damaikanlah jiwa kita
  4. Menang tanpa ngasoraken. Sebuah ungkapan yang mengandung kekuatan agar jiwa tidak sembrono, diri tidak sombong, tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu ungkapan tersebut juga mengajarkan supaya kemenangan itu diraih dengan jalan damai, tidak dengan jalan kekerasan, dan tanpa membuat lawan malu atau terhina. Sementara piala kemenangan itu diwujudkan dengan pengabdian kepada sesama, dengan cinta kasih, dan dengan rasa syukur kepada Ilahi dengan mendalam.

Sumber : Ajaran Drs. R.M.P. Sosrokartono (kakak dari R.A. Kartini) yang dirangkum dalam buku Sugih tanpa Bandha vs Ilmu kanthong bolong oleh M. A. Syuropati (IN AzNa Book, 2011 : Yogyakarta)

Comments

comments

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : https://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

About setia1heri 4580 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

6 Comments

Monggo dikomeng gans..