Parkir mobil harian dipinggir jalan atau gang sempit, dilema toleransi, sakit hati atau lapor polisi?

Parkir mobil harian dipinggir jalan atau gang sempit, dilema toleransi, sakit hati atau lapor polisi?. Bagi mantemans yang hidup baik dikampung atau perumahan seringkali menjumpai pemandangan semacam ini. Mobil diparkir dipinggir jalan yang cukup menganggu aktivitas pengguna jalan. Kalau mungkin parkir insidental alias temporer tidak mengapa namun bila setiap hari parkir disitu pasti membuat hati dongkol. Sebenarnya setiap kampung punya etika, toleransi dan keunikan lokal masing tetapi tentu ada yang merasa terganggu bila jalanan umum dipakai untuk kepentingan pribadi. Enaknya bagaimana brosis?


Sebagai contoh salah seorang warganet yang menyampaikan unek-unek semacam diatas pada forum e100. Dia merasa kesal dengan tetangga yang parkir semacam itu dimana mengganggu aktivitas warga lain secara umum. Dan ketika si empunya diingatkan justru bilang bahwa ini tanahnya

Rok Aisyah Bodong > ‎E100 (26/8/2017)

Minta saran
Saya punya tetangga yg memiliki mobil dan diparkir didepan rumahnya
Awal2nya saya tidak terganggu karena saya sering mobilitas tiap hari pake motor dan mobil saya di taruh di parkiran berbayar daerah rumah.
Makin kesini saya semakin keganggu krna tiap saya mau pickup keluarga saya masuk ke mobil mesti jalan kedepan gang dulu krna ada mobil itu yg memakan hampir separuh jalan kampung yg seharusnya bisa memuat searah mobil saja
Yg bikin saya makin gemes ketika kakak saya sakit mau saya larikan kerumah sakit krna dalam keadaan tidak sadar mesti dibopong smpe depan gang untuk bisa naik taxi krna kehalang mobil itu
Menurut kalian seharusnya bagaimana agar mobil itu tidak parkir didalam gang yg hanya lebar 4 meter
Saya sudah menegur jawabannya krna tanah’e pengeran bahkan RT pun sudah angkat tangan krna di abaikan tetangga yg lain jg sudah mulai geram
Postingan diatas menimbulkan diskusi panjang yang sebagian besar warganet mendukung untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan jantan. Artinya permasalahan tersebut harus dirembug bersama agar terdapat jalan keluar yang adil dan merata bagi warga disekitarnya. Dan bila merasa dirugikan, kondisi tersebut dapat digugat secara hukum perdata alias KUHPer.
 

Hery Page
Ya,,saran q mbak..undang semua warga untuk rapat…atas perintah pak RT tentunx…dan pakai undangan resmi..bila perlu pak RWnya juga di undang…kalo keputusan mufakat orang bnyak hasilx nggk menyakitkan

Lokesjwari
buat kesepakatan bersama aja… mobil tidak boleh ada yg diparkir di luar rumah artinya semua masuk garasi… kecuali tamu ya… kasih 3x peringatan, masih juga melanggar gembesi ban mobilnya… beres dah…

Faisol Amir
Gampang buat kesepakatan RT/RW trus dijalan gang kasih tulisan.. “Mobil dilarang parkir sepanjang jalan ini”. Kalau masih ada yg bandel.. tambahi tulisan “Baret/Pecah tanggung Sendiri”. Wkwkwk

Arief W Prasetiyo
Gembosi ban nya RAME RAME aja gan ajak org sekampung plus pak RT nya skalian :v .. Kan banyak tuh tetangga yg geram hehe tak jamin yg ngaku2 tanahe pangeran pasti kalah :v

Hendro Prasetyo Nugroho
Suruh dia brfikir pakai otak jd org jgn cuek kiri dan kanan punya tetangga hargai donk emng dia hidup di hutan koyok wong wis smpurna ae padahal bzk kita mninggal jg bth tetangga apa nanti mobilnya ikut dimakamkan… Borju atw OKB

Wijiati Mulyono
Umumkan aja namanya di speaker Mushollah apa masjid dengan awalan kata, assalamualaikum.. Innalillahi wa innailaihi roji’un. Telah meninggal dunia tetangga yang punya mobil tapi ngga punya garasi 😂😂😂😂

Gusti Sirarera Suhardjito
RT, RW bahkan warga hrs nya tegas. Itu krn gak ada yg menegur keras. Ntar kalao kesusahan, gak usah dibantu, kalau mantu pas buwuh kasih amplop dgn diisi kertas form ‘surat kuning’ ditulisi “awakmu bakalan mati, iso budal dewe nang kuburan?”

Peter Pauljo Chernez
aturannya.. yg punya mobil harus punya garasi utk parkir mblnya.. jika terpaksa diparkir di jln krn tidak punya garasi, hrs brtoleransi dan liat kepentingan org lain / tetangga sekitar. tidak bisa mentang2 parkir di dpn rumahnya krn hak tanah sebatas pagar rumah kedalam. dan utk jln gang itu haknya RT, jd RT hrs tegas dlm hal ini. mungkin di jln gang bisa di cat garis tengah, dg lebar gg 4 mtr bisa terbagi 2 meter. jd tiap mobi parkir di gang tdk boleh melebihi garis tengah shg mbl lain msh bs lewat. jk org yg pakir masih sak enake dewe.. pak RT hrs tegas.. bisa juga diberikan sanksi sosial.

Kiki Malvina
Baretin mobilnya pakai pisau terus kempesin bannya bu….. itu cara terakhir yg pasti akurat dan di jamin langsung di nangis deh tu orang….😂😂😂

Budi Prastyo Utomo
Tengah wengi sampean gembosi kabeh ban e. Nek isuke de’e ngamuk2, sampean kandani, “koyoke Pengeran ga ridho tanahe sampean panggoni, nek kaje protes, proteso nang Pengeran”

Riamah M Douliat
Srg kali yg bersikap begitu OKB, Org Kaya Baru (baru punya mobil). Coba tanya, apkh dia cinta Pancasila, pasti dijwb dgn lantang : Saya Pancasilais ! Belgedes…! Itu salah satu contoh : Pancasila cuma gembar gembornya saja, tpi se hari2 tidak toleran…Mhn maaf..

LinutNya Handra Dan Rhasya
Intinya toleransi,guyub,kesadaran dan rukun,memang tiap kepala beda pemikiran,tetapi dgn hal yg sdh terjadi,di rembug atau musyawarahkan,krn lahan dpn rumah mmg ada fasilitas utk pemilik,tp dgn catatan pengunaannya bisa tergantung situasi yg sama2 bisa digunakan utk masyrakat umum dan pemilik,ya smg menemukan titik solusi,mgkin utk yg mmiliki mobil bs dititipkn ke tmpt penitipan mobil,

atau mgkin pemilik mobil siap dgn kesadaran apabila ada kendala sprti yg sdh trjdi sprti org skit mmrlukan ambulance,atau kendaraan mobil,si pemilik yg sdh memarkirkan mobilnya didpn rmh yg garis bawahnya sdkit menganggu, bs diberitau agar bs sling membantu memindahkan mobilnya sementara atau syukur2 mau mengantar,tetapi kl rmh sm2 berhadapan dan sm2 memiliki mobil tetapi tdk memiliki halaman utk memarkirkannya,mending sama2 mengalah utk menitipkn mobil di tmpt penitipan dengan stlh hsil musyawarah,ttpi kl bandel lporkan ke satpol pp ato dishub krn mereka juga akan bisa mmberikan solusi..

Ahmad Tulungagung
Dirembukkan dg warga sekitat yg merasa terdzolimi.bikin surat perjanjian.krn termasuk fasilitas umum yg tdk bisa diklaim oleh satu pihak.harusnya RT lbh tegas dg memberi peringatan.jika peringatan tdk digubris maka diberi sanksi.jika diberi sanksi tetap ngeyel maka segera hubungi pihak rw sebagai pejabat berwenang dan kepolisian.
Jika msh tetap ngeyel ya jalan terakhir dipidanakan jrn mengganggu kenyamanan umum.ini pun opsi yg memang terasa berat sebagai tetangga jika solusi yg lain sdh mentok.

Ribut Arya
Dimensi mobil pajero sport 1815mm, klo lewat berpapasan pun harusx masih muat kok mbk…. Klo masih didepan rumah dan parkirxpun pres tepi ea masi bisa dimaklumi tp klo uda ketengah jauh ea sebaikx anda ingat kan baik baik kerumah sekalian silaturahmi antar tetangga, atau bikin pengaduan ke pak rt atau rw biar yg berwenang yg menegur..

***

Dari berbagai diskusi diatas memang awalnya diusulkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah RT/RW setempat bahkan ada yang mengusulkan dengan tindakan vandalisme karena sakit hati. Vandalisme bisa berbentuk dibaretin, digembosin dan semacamnya.  Tetangga yang mau menang sendiri dengan kondisi tersebut memang serba repot namun bila kita merasa dirugikan bisa diproses lebih lanjut dengan melaporkan kepada pihak kepolisian.

Pasal 671 (KUHPer)

Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan
untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari
tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.

Dalam KUHPer pasal 671 diatas sangat jelas dilarang memanfaatkan jalan umum untuk kepentingan pribadi namun hal tersebut pengecualian bila sudah mendapatkan ijin dari semua warga. Tapi saya kita kalau itu jalan umum dan utama tentu warga akan keberatan bila ada parkir mobil yang mengganggu jalan.

Dalam hal ini juga dibutuhkan kesadaran dan toleransi bagi si pemilik mobil tentunya. Bila merasa tidak mempunyai tempat parkir hendaklah mencari lahan parkir sewa yang biasanya ada didepan-depan gang. Masak beli mobil tidak mampu bayar sewa parkir atau tempat penitipan mobil. Bisa jadi memang biayanya cukup mahal parkirnya namun hal tersebut lebih baik daripada kita asosial dengan tetangga sekitar.

Well, kebijakan terkait Parkir mobil harian dipinggir jalan atau gang sempit, dilema toleransi, sakit hati atau lapor polisi ini memang sifatnya lokalistik. Artinya kondisi semacam ini bisa jadi lumrah dan biasa dibeberapa kampung karena memang sudah dirapatkan dan kesepakatan bersama. Jadi, intinya kalau merasa terganggu dan dirugikan maka perlu dicarikan solusi mulai dari persuasi hingga eksekusi dari pak polisi.

Monggo diskusi bersama….

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3639 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

1 Comment

Monggo dikomeng gans..