Eksotisme air terjun Dholo, Kediri

Sebuah wisata alam eksotis yang ada di kawasan wisata Besuki, tepatnya di lereng Gunung Wilis. Secara geografis terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebuah perpaduan kawasan wisata antara ‘olah raga’ dan gemriciknya suara khas air terjun. Oia kawan postingan ini menyambung tulisan Menggelinding ketika liburan panjang (21-23/1) kemarin.

Banyak rute untuk menuju wisata air terjun Dholo. Berhubung ane kurang paham maka rute maka ane mencoba menanyakan ke Bro Krisna member PRIDES juga POC Kediri. Menurut pria subur ini jalur ke Ndolo bisa lewat Mojo atau dari terminal tamanan Kediri – desa Puhsarang – desa Selopanggung. Jaraknya sekitar 25 km arah barat dari Kota Kediri.

Terkait sejarah air terjun dholo sampai sekarang ane tidak tahu. Beberapa teman yang ane hubungi dan para wisatawan yang pernah mengunjungi disana juga tidak tahu. Mungkin kawan yang asli dari Kediri ada yang bisa membantu memberikan pencerahan sejarah air terjun Dholo. Maturnuwun sebelumnya…

Jalanan pegunungan menuju kawasan wisata ini sungguh ekstrim bahkan ada papan pengumuman yang menyarankan untuk tetap memakai gigi 1. Kurang lebih 5 kilometer dari pintu masuk menuju tempat parkir air terjun Dholo. Jalanan menikung tajam, mendaki, berkelo-kelok dan turunan tajam mewarnai sepanjang perjalanan.

Untungnya akses jalan sudah sangat bagus yang menandakan kawasan wisata ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri.

Menurut bro Krisna, komplek air terjun Besuki ada 3 lokasi yakni Irenggolo, Ndholo, dan Parijoto. Dari ketiga lokasi tersebut sebenarnya ada yang jalur kelas berat yakni ke air terjun parijoto. Bagi ane pribadi sebenarnya jalur ke Dholo sudah diatas Cangar namun ternyata masih ada yang ekstrim lagi di atas Dholo. Menurut pak dokter ini kebanyakan anak motor trail yang suka main kesana namun kawan-kawan POC Kediri juga sudah pernah nyamperin. Wah perlu diagendakan lagi nih biar lebih seru…hehehe

Parkiran yang cukup luas akan menyambut anda ketika sampai lokasi namun begitu kalau mau melihat air terjunnya maka kawan perlu menuruni anak tangga. Ada yang mengatakan 995 anak tangga atau 400 meter yang jelas dibutuhkan waktu termasuk istirahat sekitar 20 – 30 menit hingga lokasi air terjun. Wow…pegel bin kesel banget…apalagi pas naiknya, ane perhatikan termasuk penulis sendiri yang mengambil istrihat minimal 5 ‘titik pendakian’. Namun begitu ternyata ada juga kakek-kakek diatas 60 tahun yang mampu menaklukkan itu semua. Dua jempol dach…hehehe

Air terjun ini sebenarnya mengalami beberapa perubahan sejak tahun 2009. Membandingkan dengan foto yang diambil oleh kawan travellers2009, terdapat kondisi berbatuan yang berbeda dari sekarang.

Namun begitu tidak mengurangi indahnya panorama alam ini. Air terjun ini sebenarnya ada 3 tingkatan, tingkatan pertama sekitar 125 meter sedangkan tingkat dua dan tiga sekitar 5 meteran. Suara gemuruh dan hembusan air berterbangan akan menghinggapi anda ketika sampai di dasar air tejun. Kalau teman-teman kehausan atau kelaparan, atau butuh kehangatan dengan kopi atau teh, jangan kwatir di bawah juga banyak warung lesehan yang tersedia.

Terkait tiket masuk ane tidak tahu karena kemarin semua dikoordinasikan oleh satu orang. Mungkin kawan lain bisa menambahkan termasuk tarif parkir motornya. Secara keseluruhan air terjun Dholo ini bisa dijadikan alternatif wisata alam dengan liku jalan dan pemandangan alam sekitar yang sungguh menawan. Tertarik kesana? silahkan diagendakan kawan…

maturnuwun

baca juga :

Comments

comments

13 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »