Tentang iklan-iklan ini

Arsip

Posts Tagged ‘kopassus’

Terungkap sudah, Kopassus penyerang LP Cebongan.

April 6, 2013 5 komentar

pict : okezone.com

Misteri penyerbuan LP Cebongan Sleman Yogyakarta setelah dua minggu berlalu akhirnya terungkap. Dugaan awal bahwa operasi itu dilakukan oleh orang-orang profesional dan terlatih telah menemukan titik terangnya yakni adanya keterlibatan unsur TNI. Dan dengan mengejutkan Ketua tim investigasi TNI AD Brigjen Unggul K Yudhoyono menyatakan hasil investigasi internal bahwa pelakunya adalah oknum Kopassus yang berjumlah 11 orang dari Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Surakarta. Mereka semua turun gunung dari pusat latihan di Gunung Lawu yang secara spontan ‘menyerbu’ LP Cebongan karena semangat solidaritas dan spirit korp.

Publik awalnya bingung terkait siapakah pelakunya. Sejak awal memang sudah ada yang menduga bahwa ini merupakan tindak balas dendam dari kawan-kawan TNI (lihat kronologisnya ya). Serta kemudian ada kontra isu atau kontra intelejen dari akun fesbuk a.n. Idjon Djanbi [komandan pertamax kopassus] yang memberikan analisa bahwa kejadian ini tidak terlepas dari persaingan kartel narkoba dan internal kepolisian sendiri. Dan secara jelas mengarahkan keterlibatan kepolisian sebagai pelaku penyerangan LP Cebongan.

Publik memberikan apresiasi besar atas jiwa ksatria TNI yang secara jujur mengakui keterlibatan anggotanya dalam tragedi LP Cebongan. Sebuah sikap langka, jiwa besar dan penuh tanggung jawab dari aparat kedaulatan negara meskipun sudah jelas resiko hukuman yang akan menimpa anggotanya. Tentu hal ini berbeda dengan sikap (oknum) kepolisian yang kadang malah sering slintat-slintut ketika ada kasus yang menimpa anggotanya seperti kasus rekening gendut polri yang sampai saat ini tidak jelas jluntrungnya.

Pengadilan militer dan hukuman tentu sudah menanti para pelaku penyerangan ini. Namun begitu tidak sedikit masyarakat yang memberikan hormat, segan, simpati dan dukungan terhadap ‘sukses’nya kejadian penyerangan LP Cebongan diatas. Publik tidak lupa bahwa 4 orang yang dihabisi diatas merupakan para preman yang tentu tindak tanduknya meresahkan masyarakat. Mohon maaf saja selama ini kepolisian sering dibilang mandul alias kurang greng dalam memberantas premanisme di masyarakat bahkan kadang ada premanisme yang berbaju kepolisian. Nah lho…  :-D . Meskipun begitu tindakan main hakim sendiri seperti ini dalam negara hukum tentu tidak bisa dibenarkan.

kopassusKejadian ini bisa dijadikan momentum penegakan hukum terhadap penyerangan sebuah kedaulatan negara yang dilakukan oleh siapapun serta reformasi peradilan militer. Disisi lain juga jangan dilupakan bahwa premanisme juga harus dibabat habis dimanapun dan kapanpun. Bisa jadi masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan aparat kepolisian dalam memberantas premanisme sehingga beralih ‘harapan’ pada aparat TNI untuk sapu bersih para preman yang meresahkan. Namun begitu tanggung jawab pemberantasan premanisme ada dipundak aparat keamanan sehingga harus segera berbenah.

Maturnuwun.

Tentang iklan-iklan ini

Tragedi Cebongan : Sebuah serangan terhadap kedaulatan negara

Maret 25, 2013 15 komentar

 

pict : soloblitz.co.id

pict : soloblitz.co.id

Tragedi Cebongan ?  apa tu kang. Bagi kawan-kawan yang mengikuti perkembangan berita tentu sudah paham tetapi bagi yang belum berikut gambaran sekilas. Tragedi ini terjadi di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta  pada sabtu (23/3) dinihari dimana 4 tahanan tewas secara mengenaskan karena ditembaki oleh belasan orang tak dikenal (OTD) ditengah malam. 4 tahanan tadi merupakan tersangka pengroyokan salah satu anggota kopassus di Hugos Café dimana anggota kopasus tadi dianiaya hingga tewas. Dan 4 tahanan tadi menurut beberapa sumber di Jogya mereka merupakan preman yang cukup disegani.

Kronologi sekilas bahwa 4 tahanan titipan Polda DIY ini dieksekusi malam itu oleh  gerombolan OTD yang berjumlah 17 orang.  Mereka melakukannya secara rapi, professional, terlatih, terorganisir, tanpa jejak dan hanya butuh waktu 15 menit saja. Mengutip pernyataan Haris  Koordinator Kontras,”Dari penelusuran kami ke LP Sleman, pelakunya adalah profesional untuk melakukan penyerangan. Keterangan saksi menyebutkan bahwa ada penyerang bertugas sebagai time keeper yang selalu melihat jam. Penyerang juga menggunakan Sistem Buntut Kuda. Yaitu dari 17 orang itu makin kedalam Lapas, makin mengerucut, dan hanya 1 orang yang bertugas mengeksekusi,” papar Haris dalam konferensi pers ‘Mengutuk Tragedi Sleman’ di kantor Imparsial, Jalan Slamet Riyadi, Jakarta Timur, Minggu (24/3).

pict : news.vivia.co.id

Berita penyerangan di lapas Cebongan ini ternyata membuat Sleman semakin mendunia dengan diangkatnya berita ini oleh  ABCnews dan Globalpost Amerika. Selain itu ada beberapa media negara lain seperti The Asahi Shimbun, Jepang; Global Times, China; Bernama, Malaysia; dan Times of India.  Dan sepertinya kalau dibayangkan kejadian diatas selayaknya film-film action semacam The Raid gitu..hehehe. Kalau disana hanyalah film tetapi kalau di Indonesia its real …xixixi #tepokjidat.

Terlepas dari berbagai kejanggalan mulai dari pemindahan tahanan dari Polda DIY ke lapas Cebongan hingga malam ‘eksekusi’.  Kejadian tewasnya 4 tahanan yang bersimbah darah dengan 30 selongsong peluru ini tentu mengundang keprihatinan. Hak warga Negara dalam hal ini Hak keamanan para tahanan menjadi terancam, penegakan hukum sudah tidak dipercaya, main hakim sendiri tingkat elit  dan kalau ditarik lebih jauh lagi kedaulatan negara kita dalam bahaya.

Kejadian diatas mungkin bisa dimaklumi ketika terjadi di sebuah negara yang gagal atau yang dikuasa mafia sehingga hukum tidak berjalan dan negara tidak berwibawa.  Tetapi kejadian ini terjadi di NKRI yang menjunjung tinggi hukum dan HAM dimana ini merupakan sebuah tamparan sekaligus bentuk teror terhadap negara. Kasus ini harus segera diselesaikan agar wibawa hukum di NKRI tegak kembali selain itu sikap bak koboy dan main hakim sendiri bisa dihapuskan di negeri ini. Dan saya berharap semoga kejadian ini jangan sampai menjadi inspirasi penyerbuan kembali ke lapas oleh siapapun yang merasa punya ‘kekuatan’. Cukuplah  ‘kecolongan’ sekali ini wajah Ibu Pertiwi ditampar oleh gerombolan pengecut OTD. Siapapun pelakunya maka hukum harus ditegakkan !

Tragedi Cebongan adalah tragedi kemanusiaan sekaligus pengkhianatan terhadap hukum dan kedaulatan Negara,” begitu kata Wakil Ketua Indonesian Human Right Committee for Social Justice ( IHCS) Ridwan Darmawan .

Maturnuwun.

 

 

*dirangkum dari berbagai sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.928 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: