Terungkap sudah, Kopassus penyerang LP Cebongan.

pict : okezone.com

Misteri penyerbuan LP Cebongan Sleman Yogyakarta setelah dua minggu berlalu akhirnya terungkap. Dugaan awal bahwa operasi itu dilakukan oleh orang-orang profesional dan terlatih telah menemukan titik terangnya yakni adanya keterlibatan unsur TNI. Dan dengan mengejutkan Ketua tim investigasi TNI AD Brigjen Unggul K Yudhoyono menyatakan hasil investigasi internal bahwa pelakunya adalah oknum Kopassus yang berjumlah 11 orang dari Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Surakarta. Mereka semua turun gunung dari pusat latihan di Gunung Lawu yang secara spontan ‘menyerbu’ LP Cebongan karena semangat solidaritas dan spirit korp.

Publik awalnya bingung terkait siapakah pelakunya. Sejak awal memang sudah ada yang menduga bahwa ini merupakan tindak balas dendam dari kawan-kawan TNI (lihat kronologisnya ya). Serta kemudian ada kontra isu atau kontra intelejen dari akun fesbuk a.n. Idjon Djanbi [komandan pertamax kopassus] yang memberikan analisa bahwa kejadian ini tidak terlepas dari persaingan kartel narkoba dan internal kepolisian sendiri. Dan secara jelas mengarahkan keterlibatan kepolisian sebagai pelaku penyerangan LP Cebongan.

Publik memberikan apresiasi besar atas jiwa ksatria TNI yang secara jujur mengakui keterlibatan anggotanya dalam tragedi LP Cebongan. Sebuah sikap langka, jiwa besar dan penuh tanggung jawab dari aparat kedaulatan negara meskipun sudah jelas resiko hukuman yang akan menimpa anggotanya. Tentu hal ini berbeda dengan sikap (oknum) kepolisian yang kadang malah sering slintat-slintut ketika ada kasus yang menimpa anggotanya seperti kasus rekening gendut polri yang sampai saat ini tidak jelas jluntrungnya.

Pengadilan militer dan hukuman tentu sudah menanti para pelaku penyerangan ini. Namun begitu tidak sedikit masyarakat yang memberikan hormat, segan, simpati dan dukungan terhadap ‘sukses’nya kejadian penyerangan LP Cebongan diatas. Publik tidak lupa bahwa 4 orang yang dihabisi diatas merupakan para preman yang tentu tindak tanduknya meresahkan masyarakat. Mohon maaf saja selama ini kepolisian sering dibilang mandul alias kurang greng dalam memberantas premanisme di masyarakat bahkan kadang ada premanisme yang berbaju kepolisian. Nah lho…  😀 . Meskipun begitu tindakan main hakim sendiri seperti ini dalam negara hukum tentu tidak bisa dibenarkan.

kopassusKejadian ini bisa dijadikan momentum penegakan hukum terhadap penyerangan sebuah kedaulatan negara yang dilakukan oleh siapapun serta reformasi peradilan militer. Disisi lain juga jangan dilupakan bahwa premanisme juga harus dibabat habis dimanapun dan kapanpun. Bisa jadi masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan aparat kepolisian dalam memberantas premanisme sehingga beralih ‘harapan’ pada aparat TNI untuk sapu bersih para preman yang meresahkan. Namun begitu tanggung jawab pemberantasan premanisme ada dipundak aparat keamanan sehingga harus segera berbenah.


Maturnuwun.

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : https://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 4013 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

5 Comments

  1. ane ngebelain komnas ham aja deh…tapi sambil meringis..,
    salut aja buat komnas yg udah koar-koar di TV ngebelain preman yg dibunuh kopassus, tapi komnas ham malah bungkam ketika kopassus dibantai sama itu preman, hebat gak tuh komnas ham…hebaaaattt doooong.. maklum si komlas lagi pingin jadi artis tv

Monggo dikomeng gans..