Harmoni dan Damai dipelukan Sade – Rambitan

koordinat GPS desa sade rambitan lombok

Sade-Rambitan itu dimana kang ? Jujur KHS awalnya juga tidak tahu tetapi setelah nanya mbah google ternyata Dusun Sade-Rambitan itu merupakan salah satu objek wisata desa adat tradisional yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meskipun pertengahan 2012 kemarin KHS sempat solo blakrakan alias berpetualang ke Lombok tetapi memang tidak banyak destinasi yang sempat disinggahi salah satunya desa wisata ini yang terlewatkan.  Memang sungguh disayangkan tetapi siapa tahu kesempatan berpetualang bersama Terios ini dapat terulang…hehehe.

Cekidot sahabat semua mari mengintip lebih dekat Dusun Sade – Rambitan yang masuk nominasi 7 Wonders alias 7 Keajaiban Nusantara  ini. Mengapa ? Dusun Tradisional Suku Sasak ini ditengah arus modernisasi masih mempertahankan adat tradisional , tradisi nenek moyang dan arsitektur rumah adat dalam konsepsi kosmologi Gunung Rinjani hingga kini. Its Wonderful

foto : http://www.trackpacking.com/destinations/sade-rambitan

Geografis

Sahabat, Dusun Sade terletak di Desa Rambitan kecamatan  Pucut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dusun ini berjarak  30 km dari Kota Mataram, Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat.  Luas wilayahnya 6 hektar yang dihuni sekitar  260 KK dengan penduduk 715 jiwa dengan jumlah 150 rumah tradisional. Menuju ke dusun Sade bisa ditempuh dengan mobil misalnya dengan Terios (SUV dengan high ground clearance yang cocok untuk berpetualang) atau menggunakan jasa ojek setelah dari Kota Praya (Ibukota Kabupaten Lombok Tengah). Kontur tanahnya sebagian berupa sedikit perbukitan atau pegunungan dengan tanah liat yang berwarna merah. Dusun Sade terletak dipinggir jalan raya arah ke Pantai Kuta Lombok. Bagi yang biasa pake GPS bisa disetting kemari 8°50’22″S 116°17’32″E.

Penduduknya sebagian  besar bermata pencaharian sebagai petani dan kerajinan tangan yakni menenun tradisional. Menenun dahulu merupakan pekerjaan sambilan wanita disana setelah pulang dari sawah namun sekarang hampir sebagian besar wanita di Sade wajib bisa menenun.   Hasil kerajinan menenun berupa kain tenun seperti taplak meja, sarung, kain songket, selendang sedangkan kerajinan tangan berupa ukiran-ukiran topeng dan pernak-pernik lain.

Sosial Budaya

Sahabat, Penduduk Dusun Sade merupakan Suku Sasak asli dimana merupakan suku yang mendiami Pulau Lombok secara umum. Dikampung inilah mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang mereka mulai dari bentuk rumah, hubungan sosial serta lingkungan yang masih tempo dulu.  Meskipun listrik dan program-progam pembangunan sudah masuk namun suasana khas perkampungan asli pribumi Lombok masih mendominasi.

Dusun Sade telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebagai Objek Wisata Budaya (Peninggalan Sejarah) dimana disini kita bisa belajar mengenai Rumah tradisional, Kampung tradisional, Tipologi pemukiman suku Sasak, Kesenian daerah dan Upacara adat.  Masyarakat Dusun Sade masih memegang telah ajaran nenek moyangnya yakni Suku Sasak Lama mengenai  kehidupan keseharian terutama ketika membangun rumah, gotong royong, upacara pernikahan dan sistem sosial yang lain.

Harmoni Sade (gambar : http://www.wisatamelayu.com)

Awalnya sebagian besar suku Sasak menganut ajaran Islam Wetu Telu, yakni ajaran islam yang telah berasimilasi dengan keyakinan Hindu dan animisme nenek moyang Suku Sasak sebelumnya. Dimana dalam menjalankan ibadah sholat hanya pada 3 waktu saja yang merupakan perwujudan 3 tahapan kehidupan manusia menurut keyakinan Suku Sasak sebelumnya, Wetu Telu itu yakni Lahir, Hidup dan Mati.  Namun Islam Wetu Telu saat ini sepertinya sudah ditinggalkan dan masyarakat Sade sudah memeluk islam secara penuh (sholat 5 waktu).

Tari Gendang Beleg gambar : http://panduanwisata.com/

Sahabat, Dusun Sade juga bisa dikatakan sebagai wilayah konservatif yang mempertahankan sisa-sisa adat kebudayaan Sasak Lama yang bertahan sejak era Kerajaan Pejanggik di Praya, Lombok Tengah. Di dusun ini sebagaimana khas Suku Sasak yang lain mempunyai tradisi seni berupa tari Oncer dan Gendang Beleq.  Tari Oncer terdiri dari 3 bagian yakni menggambarkan peperangan, gerak bukak jebak (membuka pintu) dan terakhrir kadal nengos (kadang yang menengok/waspada). Sedangkan tetabuhan Gendang Beleq terdiri ceng-ceng, suling, rincik, gong, reong, dan gendang kecil. Menurut sejarah keberadaan Gendang beleg untuk mengiringi pasukan kerajaan yang akan perang maupun pulang dari medan perang. Namun saat ini Gendang Beleg digunakan sebagai tarian penyambutan tamu. Selain itu juga ada tradisi Peresehan, yakni perkelahian dua orang dengan senjata rotan panjang dan perisai persegi panjang yang terbuat dari kulit sapi. Tarian in awalnya merupakan perang sungguhan namun saat ini lebih digunakan untuk menghibur wisatawan saja.

gambar : kaskus.com (agan Bali Option)

Bangunan-bangunan adat

Sahabat, Bangunan-bangunan di Sade biasanya disebut dengan Bale.  Dan kurang lebih terdapat 8 Bale disana yakni Bale Tani, Bale Jajar, Barugag/Sekepat, Sekenam, Bale Bonder, Bale Beleq Bencingah, Bale Gunung Rate dan Bale Tajuk. Penamaan dan lokasi bale ini tergantung kegunaan dan fungsi masing-masing bangunan diatas. Antara Bale Tani dengan Bale Jajar sebenarnya sama yakni merupakan rumah tempat tinggal masyarakat suku Sasak di Sade yang membedakan adalah strata sosial dimana Bale Tani untuk mereka yang petani sedangkan Bale Jajar untuk masyarakat Sasak golongan ekonomi atas. Bale Jajar biasanya berbeda jumlah dalem balenya dengan Bale Tani.

Barugag/sekepat merupakan bangunan yang berfungsi untuk menerima tamu karena kebiasaan suku sasak yang menganggap tidak semua orang boleh masuk rumah. Selain itu juga sebagai tempat menerima midang (melamar/pacaran) bagi orang sasak yang punya anak gadis. Sedangkan Sekenam berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar mengajar tata krama, penanaman nilai-nilai budaya dan sebagai tempat pertemuan internal keluarga  atau tempat bincang-bincang santai selepas bekerja.

Bale bonder merupakan bangunan yang dibangun pejabat atau perangkat desa sebagai tempat pesangkepan/persidangan atas permasalahan atau pelanggaran hukum adat dan sebagainya. Sedangkan Bale Beleq Bencingah sebagai tempat kegiatan besar upacara kerajaan seperti pelantikan pejabat kerajaan, penobatan putra mahkota, pengukuhan Kyai Penghulu dan tempat penyimpanan pusaka-pusaka kerajaan (era kerajaan).

Bale (gambar : http://akibatguna2istrimuda.files.wordpress.com)

Bale Gunung Rate merupakan bangunan yang dibuat masyarakat pegunungan agar terhindar dari banjir. Sedangkan Bale Tajuk merupakan bangunan sarana pendukung bagi masyarakat Sasak yang mempunyai keluarga besar.

Sahabat, mari melihat lebih dekat Bale Tani maupun Balai Jajar  yang penuh nilai estetika dan kearigan lokal ini lokasinya berderet-deret di Dusun Sade yang mencerminkan keserasian, kesederhanaan dan keharmonian dengan alam.  Uniknya seluruh bale di Dusun Sade ini menghadap Gunung Rinjani  yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Lombok (3.676 dpl).  Dalam konsepsi kosmologisnya Gunung Rinjani merupakan tempat bersemayamnya roh-roh leluhur suku Sasak yang tentu sangat dihormati. Penghormatan ini tercermin dari corak, karakteristik dan arah hadap rumah  serta unsur-unsur simbolik yang ada didalamnya.

Bale ini biasanya berukuran 7 x  5 m dan  terbuat dari kayu dengan dinding anyaman bambu (bedek) dan atapnya dari daun rumbia atau alang-alang yang kering.  Sedangkan lantainya biasanya berupa campuran tanah, getah pohon dan abu jerami yang kemudian diolesi dengan kotoran kerbau.  Meskipun saat ini sebagaian sudah memakai lantai plester semen namun tradisi mengelose atau mengepel dengan kotoran kerbau masih dilestarikan.  Loh kok kotoran kerbau ? Apakah tidak bau ? menurut beberapa sahabat ketika masih basah memang bau tetapi ketika kering maka bau tadi akan hilang dengan sendirinya.  Olesan kotoran kerbau ini konon katanya membuat lantai lebih hangat, terbentengi dari gangguan-gangguan magis dan bebas dari nyamuk..hehehe.

3 tangga menuju bale dalam ( wetu telu) gambar : http://akibatguna2istrimuda.wordpress.com

Sahabat, Rumah tradisional ini atapnya berbentuk gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5-2 meter dari permukaan tanah (pondasi) dan tidak ada jendela sama sekali serta hanya memiliki satu pintu dimuka untuk sarana keluar masuk. Menurut orang Sasak keberadaan satu pintu ini melambangkan bahwa manusia harus mempunyai aturan tunggal, yang harus dijaga dan tidak boleh dilanggar.  Menariknya selain pintunya hanya satu, bentuk pintunya juga rata-rata dibuat rendah seukuran dada orang dewasa. Oleh karena itu siapapun yang akan masuk harus membungkuk pertanda saling menghormati dan menghargai antara tamu dengan si empunya bale …hehehe.

Bale ini terbagi menjadi 2 bagian yakni Bale dalam dan Bale luar.  Bale dalam merupakan ruangan yang privat dan biasanya diperuntukkan bagi keluarga wanita (anak gadis), tempat melahirkan,  serta merangkap sebagai dapur. Di ruangan bale dalam terdapat amben (tempat tidur), tungku, alat-alat memasak dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya). Sedangkan bale Luar diperuntukkkan untuk anggota keluarga lain dan berfungsi sebagai ruang tamu. Bale dalam terletak lebih tinggi dibandingkan dengan bale luar. Antara bale dalam dan bale luar ini dipisahkan oleh pintu geser dan anak tangga yang berjumlah 3. Nah sahabat jumlah 3 anak tangga inilah terdapat makna filosofis Wetu Telu sebagaimana KHS singgung diatas.

Lumbung Padi (Bumi Gora) Khas Suku Sasak (gambar : http://akibatguna2istrimuda.wordpress.com )

Sahabat, Selain berbagai Bale diatas, ternyata masih ada bangunan pendukung tradisional lain di kampung Sade ini yakni Sambi, Alang, bare (kandang) ternak dan Lumbung.  Sambi merupakan tempat menyimpan hasil-hasil pertanian seperti padi atau palawija, Alang fungsinya juga sama dengan Sambi namun bentuk Alang khas yakni bangunan beratapkan alang-alang dengan lengkungan 3/4 lingkaran yang lonjong dan ujungnya tajam ke arah atas. Sedangkan Lumbung berfungsi sebagai tempat menyimpan berbagai kebutuhan keluarga. Lumbung biasanya diletakkan didalam kamar, rumah atau bangunan khusus diluar bangunan rumah.

 

wanita sasak memintal benang (gambar : http://akibatguna2istrimuda.files.wordpress.com)

Hasil Kerajinan

Sabahat, Kerajinan yang terkenal disana tentu kain tenun. Proses pengerjaan menenun ini dilaksanakan secara tradisional bahkan dahulu benangnya juga membuat sendiri dari kapas yang dipintal. Namun sekarang sebagian sudah menggunakan benang yang telah tersedia sehingga tinggal menenun saja.  Hasil kain tenun wanita Suku Sasak ini biasanya berupa taplak meja, sarung, kain songket, kain sarung, selendang dan bentuk yang lain. Tenunannya mempunyai banyak motif seperti gambar rumah, manusia, binatang atau gambar abstrak.

Hasil kerajinan dusun Sade gambar : http://akibatguna2istrimuda.files.wordpress.com

Selain tenun, Dusun Sade juga memiliki kerajinan tangan seperti ukiran kayu, gelang, topeng, gantungan kunci, kalung manik-manik maupun aksesoris yang lain. aksesoris ini sebagian besar bermotif cicak dimana merupakan hewan yang dianggap sebagai simbol keberuntungan…hehehe. Biasanya hasil kerajinan ini dijual langsung kepada wisatawan yang berkunjung atau dititipkan ke etalase koperasi terdekat.

Inspirasi Nilai Budaya

Sahabat masbrow dan mbaksis  ada beberapa nilai budaya yang dapat kita peroleh dari desa adat masyarakat Sasak yang ada di dusun Sade ini diantaranya :

Pertama, Arsitektur rumah, arah hadap rumah, lingkungan dan bangunan menunjukkan adanya kearifan lokal berupa keharmonian dan kedamaian hubungan antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhannya. Keharmonian itu juga tercermin dalam motif-motif tenunannya sahabat!.

Kedua, Budaya komunal gotong royong masih terjaga hingga saat ini. Hal ini terlihat ketika ada upacara kematian, pernikahan, atau memperbaiki rumah yang rusak. Biasanaya nilai semacam ini sepertinya sudah mulai tergerus diabad modern seperti ini.

Ketiga, Keteguhan Sosial-Budaya. Meskipun jaman sudah modern semacam ini namun dusun Sade tidak tergoda untuk meninggalkan ajaran nenek moyangnya. Meskipun juga beberapa hal mengalami penyesuaian zaman namun hal itu tidak mengurangi substansi adat istiadat itu sendiri.

gambar : http://kfk.kompas.com/kfk/view/69583-Sade-Rambitan

Demikian sahabat yang dapat KHS sampaikan mengenai dusun Sade-Rambitan ini. Jujur KHS tidak dapat menjelaskan lebih jauh karena memang sekali lagi belum pernah berpetualang kesana. Namun dengan berbagai referensi yang tersebar diinternet saya rasa kita bisa menilai bahwa masyarakat suku Sasak di dusun Sade-Rambitan perlu mendapatkan apresiasi bin jepol atas jiwa konservatismenya. Sebuah kehidupan komunal yang harmoni dan damai dalam kosmis Gunung Rinjani.

NB : Postingan ini diikutkan dalam lomba blog 7 Wonders, 7 Keajaiban Nusantara yang diselenggarakan Daihatsu dan Blogdetik. Mohon do’anya ya…..Amin.

Sumber referensi dan gambar:

http://indotimnet.wordpress.com/dusun-sade/

http://sadelombok.blogspot.com/

http://akibatguna2istrimuda.wordpress.com/tag/rambitan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Sade,_Lombok_Tengah

http://www.wisatamelayu.com/id/tour/853-Dusun-Sade/

http://lomboktengahkab.go.id/index.php/pariwista.html

http://visitlomboksumbawa.com/sade-dan-rambitan-perkampungan-tradisional-asli-suku-sasak.html

http://forum.detik.com/showthread.php?p=21935394

http://www.kaskus.co.id/show_post/000000000000000758984766/23

http://kristazone.blogspot.com/2011/04/tempat-tempat-yg-bisa-di-kunjungi-di.html

http://www.indonesia.travel/id/destination/478/lombok-alluring-island-east-of-bali/article/112/the-sade-village-the-sasak-of-lombok-and-their-way-of-life

http://lombok.panduanwisata.com/kegiatan-dan-aktivitas/mengenal-tari-oncer-tarian-dengan-gerakan-ikan-sepat-berenang/

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

No Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »