X-Ride standar kok pake velg bintang ya ?

Yah ini hanya pertanyaan sekilas ketika melihat brojolnya Yamaha X-Ride versi standar beberapa waktu lalu. Memang sih sekarang kayaknya sudah gak jaman velg jari-jari karena akan terkesan ketinggalan jaman alias jadoel. Tapi kalau melihat X-ride yang segmentasinya bagi penyuka turing dan offroad kok tidak mengeluarkan yang varian velg jari-jari ? Ya mbuhlah.

Keputusan Ini tentu sudah melewati berbagai uji coba dan pertimbangan motor matic kubikasi 115 cc ini.  Dari sisi desain memang out of  box dari motor-motor skutik lain kerena memang faktor “X”nya. Motor dual purpose ini memang bisa dipakai harian maupun dibuat offroad gasruk medan ekstrem dan berlumpur.  Tentu tinggal ganti ban pacul kalau medan offroad…hehehe.

Kembali ke velg bintang tadi, mestinya kalau memang mengincar segmen penyuka trail yang skutik maka perlu dipertimbangkan model velg yang jari-jari.  Seperti contohnya motor-motor turing baik BMW maupun KTM yang tetap menggunakan velg jari-jari meskipun CC nya juga besar. Nah apa karena CC kecil sehingga lebih enak memakai velg bintang ya ? Mbuhlah.  Memang sih pilihan velg bintang atau velg jari-jari punya kelebihan dan kekurangan masing masbrow dan mbaksis.

Terkait suspensi depan belakang memang tidak diragukan lagi kalau melihat video beberapa blogger yang ikut tes ride. Selain itu di video official mereka juga sudah dieksplore bagaimana empuknya skutik yang head lamp berbentuk bulat dan lampu belakang seperti knalpot under tail ini. Mak menthul-menthul  begitu sepertinya…xixixi

Oia masbrow melihat kembali video official maupun video tes ride blogger, ane kok belum melihat X-Ride ini di tes dengan tanjakan ekstrim ya ?. Ane membayangkan skutik trail ini akan dicoba di jalur seperti di Gunung Kelud Kediri, Jalur ke Air Terjun Dholo Kediri, atau Jalur Penanjakan Gunung Bromo. Maklum selama ini nawak-nawak penyemplak matik kadang mamang dan kwatir ketika melalui jalur yang menanjak.  Atau mungkin ane yang kurang jeli ya melihat video-video tes ride diatas ya ? 😀

Last, apakah memang velg jari-jari kurang wow  gitu di skutik trail ini meskipun versi standarnya? Atau memang ada pertimbangan lain. Selain itu saya berharap kalau X-Ride ini kalau belum dites dijalur tanjakan ekstrim semoga lain waktu bisa di tes dijalur seperti yang ane sebutkan diatas. :mrgreen:

NB : Yang ane bahas bukan X-ride versi Special Edition atau Adventure Edition lho ya

Maturnuwun

baca juga :


***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3638 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

9 Comments

  1. Katanya Yamaha orang Indonesia gak suka velg jari2 makanya dikasih CW. Yang penting asal velg CWnya kuat aja sih gak gampang bengkok kaya si Mio….

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Launching Yamaha Skutik Trail X-Ride di Surabaya | www.setia1heri.wordpress.com
  2. Launching Yamaha Skutik Trail X-Ride di Surabaya | setia1heri.com
  3. Spesifikasi dan harga Yamaha X-ride 125 tahun 2017 – setia1heri.com

Monggo dikomeng gans..