Migrasi dan Impresi stang bar (renthal)

Migrasi dan Impresi stang bar (renthal)

Setelah searching dan browsing tentang migrasi stang jepit ke stang biasa atau bar, akhirnya virus itu menular. Terhitung hari sabtu pagi (4/6) stang jepit Sang Milestone telah mengalami operasi dengan selamat di Beres Gresik. Di tangan mekanik bro basit PIBO ane di telanjangi dan dipreteli untuk memasang stang skaligus tune up. Kurang lebih sekitar 2 jam diruang operasi akhirnya kelar juga walaupun Hand Guard belum bisa terpasang..hiks…hiks (soalnya kasihan masih banyak antrian servis di belakang). Semua dilakukan tanpa ada atau lebih tepatnya belum mengganti apapun baik kabel kopling atau yang lainnya sebagaimana permasalahan kalau migrasi stang.
Sebelumnya ane sudah pesen raiser UG IV ke bro Rial Hamzah. Setelah salah kirim dan menunggu kiriman ulang, Jum’at sore (3/6) barang yang dinanti itu datang juga. Raiser ini berwarna metalik seperti warna stang jepit UG IV sehingga tidak terlalu Nampak dan mencolok untuk dipandang mata.
Siang hari setelah dari Beres, langsung ane inreyen ke Kampung Ane di tuban untuk minta do’a restu. Soalnya antara tanggal 7 Juni hingga 27 Juni ada Prajab di Singosari Malang. Sebagai anak yang tidak ingin di cap durhakan maka tidak ada salahnya sekalian minta do’a orang tua agar pelaksanaan prajab sukses dan lancer jaya tanpa ada kendala suatu apapun.
Impresi pertama memakai stang bar ini adalah harus terlebih dahulu adaptasi. Salah satu alasan migrasi stang adalah rasa pegal di siku ketika memakai stang jepit. Karena sudah hampir 7 bulan sejak pembelian motor maka rasa pegal-pegal itu diabaikan. Hingga kesempatan itu datang setelah menabung dan puasa beberapa bulan…hehehe.
Masa adaptasi ini terkesan rikuh dan kikuk ketika menghandle stang. Selain itu, rasa pegal beralih ke pergelangan tangan dimana ketika memakai stang jepit rasa pegal terasa di pundak dan punggung. Handling yang lebar membuat harus ekstra hati-hati ketika bersimpangan dengan motor-motor di sekitarnya. Kwatir nyangkut atau kesenggol yang menyebabkan kecelakaan rider di sekitar ane. Alhamdulillah hal tersebut belum terjadi dan semoga tidak pernah terjadi. Jangkauan ketika melakukan manuver harus diatur sedemikian rupa agar tangan kita tidak terlalu kedepan yang membuat keseimbangan tubuh berkurang dan menyebabkan oleng.
Ada masalah dengan spion. Yakni getaran spion begitu terasa hingga gambar yang dihasilkan tidak begitu terlihat jelas tetapi cukuplah sebagai pertanda kalau ada apa-apa di belakang kita. Overall selama ini masih enjoy tetapi proyek ke depan ganti stang YT/TS yang menurut beberapa teman lebih kuat dan pas ketika mau dipasang HG.

Comments

comments


***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Tentang setia1heri 4752 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

4 Comments

  1. mantap pake stang motor apa mas ???
    kalo spion geter mungkin karena gak ada balancer stangnya coba pasang balancer bawaannya

Monggo dikomeng gans..