Alamak…Mahal Amiiir

Alamak…Mahal Amiiir

Sebenarnya mahal atau tidak sangat relative tergantung siapa yang melihat dan membelinya. Kalimat diatas itulah yang terlontar ketika (13/9) ane diajak teman kantor yang hobi gowes melihat showroom sebuah toko sepeda di kawasan pertokoan Rungkut, Surabaya.  Mungkin ane dasar orang udik dan kampungan selalu bengong melihat daftar harga sepeda pancal yang berjeti-jeti…xixixi. 😛 .  Perlu puasa setahun kayaknya kalau melihat daftar gaji….hehehehe 😀

Terus terang ane tidak paham masalah sepeda pancal ini soalnya setahu ane harga sepeda biasa yang ane kenal ya sekitar  sejuta lah. Tetapi yang ada ini ternyata diluar dugaan itu semua. Dari beberapa merk yang sudah familiar di telinga tentu Polyg*on. Dan tentu pula harganya juga yang paling ‘wah’ walaupun beberapa type ada yang tipe ‘biasa’ dengan harga diatas 3 jeti. Ketika ane bertanya pada teman apa sih yang membuat harga sepeda mahal. “Biasanya rangka, gear set, rem dan engkolnya” tuturnya.


Mutar – muter mengelilingi showroom untuk melihat jenis sepeda. Mulai dari jenis sepeda (cewek) mini, type seperti BMK, sepeda gunung, sepeda balap hingga sepeda retro tersedia semuanya. Dari sisi harga pun bervariasi mulai dari sekitar 1 jeti hingga puluhan jeti. Semua tergantung bahan, jenis dan spek yang diinginkan. Saya pikir hampir samalah dengan varian-varian sepeda motor.

Gowes alias ngayuh sepeda adalah salah satu hobi yang sedang tumbuh beberapa tahun ini. Dulunya sempat ada komunitas bike to work, trus belakangan muncul sepeda fixie yang modis. Kalau ane dulu sih gowes untuk mobilitas alias transportasi utama menuju sekolah baik ketika SLTP maupun SLTA. Berbicara hobi maka pasti ‘mahal’ karena sudah segmented dan jelas orang-orangnya. Oleh karena itu tidak salah bila harga ‘penyalur hobi’ pun juga berimbang sesuai dengan spesifikasi dan durabiltynya.

Salah satu daftar harga sepeda yang nongol dan menjadi pusat perhatian ane adalah Rp. 27 jeti. Kalau asumsi ane pribadi tentu sudah dapat 1 motor laki atau mungkin 2 motor bebek dari pada ‘hanya’ sebuah sepeda. Tetapi tentunya setiap orang punya pertimbangan masing-masing. Its Hobby….

Comments

comments

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Tentang setia1heri 4754 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

7 Comments

  1. Sepeda onthel kok bisa mahal banget seperti itu ya?
    Mungkin itulah yang membedakan antara kebutuhan dan keinginan 🙂

  2. yah, itu kan tergantung bahan framenya, entah yg Hi-Ten, Chromoly, Allu, sampe Carbon 🙂

    dan drivetrain jg ngaruh banget, misalnya beli sepeda dengan drivetrain Shimano Deore XT, minimal 30 jt pasti ada buat nebusnya……..apalagi klo udah pake suspensi macem Rock Shox atau Fox, amit2 dahh 👿

    kan ada juga harga2 motor yang sampe 400jt, buat org2 biasa, ya mikirnya, mending beli mobil aja, ini pun sama om 🙂

Monggo dikomeng gans..