2 gaya mendidik populer ini justru tidak baik buat perkembangan anak

Setidaknya terdapat 2 gaya dalam mendidik anak yang populer yakni Gaya Helikopter dan Gaya Sersan Pelatih. Demikian diungkapkan oleh Psikolog Elly Risman dari Yayasan Buah Hati Jakarta. 2 gaya ini ternyata justru  tidak baik buat perkembangan buah hati.

Sakti dan Syifa pada tahun 2015Nah ini mantemans pengertian dan deskripsi 2 gaya mendidik anak yakni Gaya Helikopter dan Gaya Sersan Pelatih yang KHS dapatkan dari BC Whatsapp.

Dua Gaya Mendidik Populer

Narasumber : Elly Risman, Psi.

1. Ada dua gaya mendidik populer. Gaya Helikopter dan Gaya Sersan Pelatih. Keduanya tidak bagus untuk perkembangan anak.

2. Gaya helikopter: mengawasi anak terlalu berlebihan, menganggap anak seperti raja yang tidak boleh “disenggol” sedikitpun

3. Gaya helikopter: tiada hari tanpa perlindungan, anak menemui kesulitan sedikit saja … bantuan langsung datang dan orangtua sangat tidak tegaan

4. Akibat gaya helikopter jika terbawa sampai anak besar: nyogok sekolah terbaik, mencarikan kerja untuk anak, anak berkemah ditengokin

5. Biasanya helicopter parents selalu berdalih ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Padahal yang terbaik itu bukan diwujudkan dengan membelikan feeding set, stroller, atau barang-barang termahal

6. Gaya sersan pelatih: selalu mengatur, anak tidak diberi kesempatan untuk berpikir karena semuanya sudah diputuskan orangtua

7. Gaya sersan pelatih dan helikopter mungkin terlihat bekerja dengan baik ketika anak masih kecil, tapi akan bermasalah di kemudian hari

8. Banyak orangtua yang menerapkan dua pola asuh tersebut atas nama cinta. Padahal parenting itu bukan untuk jangka pendek, harus pikirkan dampak jangka panjangnya

9. Anak = pinjaman, dititipkan Tuhan untuk kebahagiaan, kesenangan, dan juga ujian kita. Jadi harus kita yang mengasuh secara total, bukan “diekspor”.

10. Sekarang banyak orangtua mengalihkan tugas pengasuhan ke orang lain, dari mulai babysitter, nenek, guru di sekolah sampai guru mengaji.

11. Pengasuhan yang efektif: cinta yang tidak permisif (semua boleh), cinta yang kuat untuk membiarkan anak berbuat salah dan menjalani konsekuensi

12. Pengasuhan yang efektif: cinta yang tidak mentolerir tingkah laku yang tidak terpuji.

13. Kalau anak menangis karena mainan direbut temannya, jangan dialihkan dengan memberi mainan lain karena itu mengajarkan anak untuk menghindari masalah

Demikian mantemans sekilas inpoh, semoga bisa berguna bagi setiap orang tua terutama KHS sendiri yang saat ini diamanahi 2 buah hati yakni Sakti dan Syifa. Yupz…Mari persiapkan generasi terbaik untuk kemajuan bangsa ini.

Maturnuwun

Posted from BlackBerry Z3tia1heri

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

7 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »