Ini penjelasan kang wenda mengapa hasil dynotest bisa beda

visualisasi dynotest
visualisasi dynotest

Mumpung lagi ramai bahas adanya sunnatan massal #ehh. Ini penjelasan kang wenda widodo admin diy4all.wp.com  yang berbagi imu terkait dynotest. Berhubung KHS awam ginian maka status kang wenda pas ngobrol di grup WA Jatimotoblog dikopas tuntas. Cekidot :mrgreen:

[2:02pm, 7/20/2014] Wenda Widodo: Iku onok sing tekon pas didyno kok beda mbek brosur? Di pabrik ngetesnya on crank di dyno yg ada dipasaran diukur onwheel jadi ada pengurangan daya mesin karna kerugiam gesek kopling dan reduksi gigi

[2:07pm, 7/20/2014] Wenda Widodo: Dan 1 lagi semua dyno test yg masih pake roller .. atau nama teknisnya inertia roller dynamometer pasti ada selisihnya karna yg diitung itu angular velocity dari roller dan angular velocity ini dipengaruhi oleh berat-diameter – bahan dari roller tsb … jadi perubahan sedikit saja pada roller berakibat penyimpangan pada pembacaan
..karna momen inertianya berubah … dyno test macam ini cocoknya buat tunning bukan buat testing… kalo mau akurat pake brake dynamometer


[2:09pm, 7/20/2014] Wenda Widodo: Yg dititik beratkan di rooller dyno itu reapetabbility bukan acuracy .. jadi jika suatu mesin dites di dyno itu pada kondisi yg sama akan menghasilkan daya yg sama pula…

[2:10pm, 7/20/2014] Wenda Widodo: Yg paling rendah tingkat penurunan power saat dites didyno itu cbr 250 kalo ga salah

[2:12pm, 7/20/2014] Wenda Widodo: Coba buka google dan ketik wotid dyno test .. sama dtec dyno disitu ada artikelnya lengkap beserta rumus dan cara bikin dyno nya … tapi ojo kaget bahasane ga iso diterjemahno karo mbah google karna pure teknik

[2:15pm, 7/20/2014] Wenda Widodo: Bahkan kalo mau bikin flow bench buat tunning cylinder head – intake -exhaust – carburettor -throttle body dan yg ada hubungannya sama air flow juga ada …malah bahannya cuma kipas vacum cleaner

Nah demikian mantemans penjelasan dari pak mekanik kang wenda asli mojopahit ini ..eh Mojokerto :mrgreen:

Posted from WordPress for BlackBerry Z3tia1heri

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : https://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 4069 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

31 Comments

    • 1 lagi kang .. dalam pengukuran inertia dyno agar pembacaannya sama untuk 2x atau seterusnya.. kondisi mesin – tingkat kelembapan(humidity) nya harus sama persis … kalo ga sama ya hasilnya juga beda walau meain tesnya sama
      Mesin motor produkai masal pasti powernya beda2 tergantung tingkat kepresisian part terkait… dan lagi motor yg masih dalam kategori inreyen powernya pasti lebih kecil karna singgungan part (gesekan) yg terjadi masih besar … mangkanya perlu dilakukan inreyen dulu baru di tes ulang

  1. hehehe apa faktor2 diatas bisa menjelaskan mengapa grafik antara 2 unit bisa identik namun tiba2 berbeda saat RPM melewati garis 10.500RPM? Ada yang tetap naik, sementara satunya lagi tiba-tiba drop.

Monggo dikomeng gans..