Apa gak stress ya kalau lewat dan tinggal jalur Puncak, Bogor (mobil) ?.

satu jalur arah puncakSelama ini KHS hanya mendengar lewat berita-berita baik televisi maupun online kalau jalur Puncak, Bogor itu pasti macet ketika sabtu-minggu atau hari-hari libur yang lain alias longwikend. Karena macet inilah maka ada kebijakan alternative yakni system buka tutup jalur sepanjang 20 km ini untuk mobil pribadi maupun kendaraan umum kecuali R2. Nah KHS ketika lagi pesiar hari sabtu (26/5) kemarin ketiban apes alias korban merasakan gak enaknya  kebijakan system buka tutup ini.

Kalau hari sabtu-minggu kondisi normal maka jadwal system buka tutup seperti ini.  Jadwal One Way Jalur Puncak (sumber : presentasi pusdik reskrim megamendung) :

No Hari Jam Keterangan
1 Sabtu JAM 09.00 WIB S/D 11.00 WIB 1 JALUR / ARAH KE PUNCAK
JAM 15.00 WIB S/D 17.00 WIB 1 JALUR / ARAH KE BOGOR & JKT
2 Minggu JAM 09.00 WIB S/D 11.30 WIB 1 JALUR/ ARAH KE PUNCAK
JAM 15.00 WIB S/D 18.00 WIB 1 JALUR / ARAH KE BOGOR & JKT
Catatan : Dalam situasi tertentu jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu

Namun kemarin sabtu (26/5) itu bertepatan dengan hari libur Hari Raya Waisak maka kebijakan system buka tutup diterapkan lebih pagi alias jam 08.00 WIB. KHS keluar dari asrama sekitar jam 09.00 mau ke Bogor dan kebetulan ada angkot yang ‘berani’ melawan arus maka KHS pun bersama teman langsung naik. Tak berapa lama angkot ini menepi dan berhenti lama. Usut punya usut ternyata ada polisi di depan dan ane pun baru nyadar kalau hari sabtu ini diberlakukan lebih pagi. Hadeeeh….maka menunggu hingga jam 12.00 angkot baru bisa jalan lagi setelah sebelumnya ada mobil patrol polisi yang mengumumkan kalau jalur sudah mulai normal.


Nah kembali dari Bogor sorenya juga mengalami hal serupa. Sore jam 16.30 WIB kami keluar dari Botani Square dan langsung naik angkot 01A jurusan Ciawi. Dari Ciawi naik angkot lagi jurusan Cisarua yang tepat jam 17.30 WIB telah diberlakukan system buka tutup arah ke puncak dimana dimulai dari Pintu Gerbang Tol Jagorawi. Alhasil KHS harus menunggu di angkot hingga jam 20.00 WIB. Rasanya stress sekali karena waktu terbuang habis dan percuma didalam angkot. Untung ada hape yang masih bisa telpon-telpon atau browsing untuk mengusir rasa bosan, jenuh dan kesal. 🙁

jalur puncak bogorAne membayangkan bagaimana ya kawan-kawan yang tinggal di sekitaran jalur Puncak.  Apa tidak stress ya ketika jalur ini diberlakukan meskipun tidak berlaku bagi R2. Ketika ada suatu hal yang harus dikerjakan mendesak, perlu dan harus menggunakan mobil apakah mendapatkan dispensasi. Ataukah mereka-mereka lebih paham dengan menggunakan jalur-jalur alternatif ?. Mungkin kawan yang tinggal di sekitaran Bogor bisa menambahkan.

Memang sih kalau kita terburu-buru atau mendesak maka jangan kwatir karena memang banyak Jasa Ojek berseliweran untuk menawarkan diri.  Berhubung roda 2 tidak dilarang 2 arah maka pemberlakuan system buka tutup ini tidak terlalu berpengaruh meskipun harus tetap berhati-hati karena biasanya bus atau mobil dari arah sebaliknya sering memakan marka jalan atau lebih menengah karena memang sebenarnya one way. Sebuah pengalaman berharga kawan di Bogor ketika terjebak macet system buka tutup yang mengingatkan ane system buka tutup di Jembatan Sikatan Surabaya yang hingga kini belum selesai perbaikannya…hehehe. Maka mesti sabar dan keep smile…. :mrgreen:

Maturnuwun.

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : https://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3958 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

8 Comments

  1. Hahaha…lucu juga ceritanya. Sebagai orang Bogor dan paham betul kondisi puncak (apalagi saat wiken), kami biasanya menggunakan jalur alternatif. Bisa belok kanan setelah ciawi-cibedug (sebelum lamer gadog) itu bisa tembus hingga belakang pasar cisarua. Sebetulnya kalau angkot “yang pinter”, dia selalu melalui jalur tersebut. Sekalipun dia terjebak ditengah-tengah, dia bisa putar balik dan masuk melalui nyiur sebelum pasar cisarua. Banyak jalan kok melalu jalan alternatif itu 😀

  2. wes jangan dibayangkan mas…mending di jawa timur ae, penak!

    aku malah pengen balik nang malang mas…

  3. kebijakan terbodoh di dunia dlm penataan lalu lintas. kejadiannya kacau, implementasi merugikan, side effectnya buruk, dan masalah bukan selesai malah bertambah.

    yg terparah masyarakat tdk mampu memberi alternatif solusi.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Musholla di Botani Square, Bogor. | www.setia1heri.wordpress.com
  2. Silaturohim ke Kang Haji Taufik (TMC blog) sekaligus bersama kang Aziz (Warung DOHC). | www.setia1heri.wordpress.com

Monggo dikomeng gans..