Tragedi Cebongan : Sebuah serangan terhadap kedaulatan negara

 

pict : soloblitz.co.id
pict : soloblitz.co.id

Tragedi Cebongan ?  apa tu kang. Bagi kawan-kawan yang mengikuti perkembangan berita tentu sudah paham tetapi bagi yang belum berikut gambaran sekilas. Tragedi ini terjadi di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta  pada sabtu (23/3) dinihari dimana 4 tahanan tewas secara mengenaskan karena ditembaki oleh belasan orang tak dikenal (OTD) ditengah malam. 4 tahanan tadi merupakan tersangka pengroyokan salah satu anggota kopassus di Hugos Café dimana anggota kopasus tadi dianiaya hingga tewas. Dan 4 tahanan tadi menurut beberapa sumber di Jogya mereka merupakan preman yang cukup disegani.

Kronologi sekilas bahwa 4 tahanan titipan Polda DIY ini dieksekusi malam itu oleh  gerombolan OTD yang berjumlah 17 orang.  Mereka melakukannya secara rapi, professional, terlatih, terorganisir, tanpa jejak dan hanya butuh waktu 15 menit saja. Mengutip pernyataan Haris  Koordinator Kontras,”Dari penelusuran kami ke LP Sleman, pelakunya adalah profesional untuk melakukan penyerangan. Keterangan saksi menyebutkan bahwa ada penyerang bertugas sebagai time keeper yang selalu melihat jam. Penyerang juga menggunakan Sistem Buntut Kuda. Yaitu dari 17 orang itu makin kedalam Lapas, makin mengerucut, dan hanya 1 orang yang bertugas mengeksekusi,” papar Haris dalam konferensi pers ‘Mengutuk Tragedi Sleman’ di kantor Imparsial, Jalan Slamet Riyadi, Jakarta Timur, Minggu (24/3).

pict : news.vivia.co.id

Berita penyerangan di lapas Cebongan ini ternyata membuat Sleman semakin mendunia dengan diangkatnya berita ini oleh  ABCnews dan Globalpost Amerika. Selain itu ada beberapa media negara lain seperti The Asahi Shimbun, Jepang; Global Times, China; Bernama, Malaysia; dan Times of India.  Dan sepertinya kalau dibayangkan kejadian diatas selayaknya film-film action semacam The Raid gitu..hehehe. Kalau disana hanyalah film tetapi kalau di Indonesia its real …xixixi #tepokjidat.

Terlepas dari berbagai kejanggalan mulai dari pemindahan tahanan dari Polda DIY ke lapas Cebongan hingga malam ‘eksekusi’.  Kejadian tewasnya 4 tahanan yang bersimbah darah dengan 30 selongsong peluru ini tentu mengundang keprihatinan. Hak warga Negara dalam hal ini Hak keamanan para tahanan menjadi terancam, penegakan hukum sudah tidak dipercaya, main hakim sendiri tingkat elit  dan kalau ditarik lebih jauh lagi kedaulatan negara kita dalam bahaya.

Kejadian diatas mungkin bisa dimaklumi ketika terjadi di sebuah negara yang gagal atau yang dikuasa mafia sehingga hukum tidak berjalan dan negara tidak berwibawa.  Tetapi kejadian ini terjadi di NKRI yang menjunjung tinggi hukum dan HAM dimana ini merupakan sebuah tamparan sekaligus bentuk teror terhadap negara. Kasus ini harus segera diselesaikan agar wibawa hukum di NKRI tegak kembali selain itu sikap bak koboy dan main hakim sendiri bisa dihapuskan di negeri ini. Dan saya berharap semoga kejadian ini jangan sampai menjadi inspirasi penyerbuan kembali ke lapas oleh siapapun yang merasa punya ‘kekuatan’. Cukuplah  ‘kecolongan’ sekali ini wajah Ibu Pertiwi ditampar oleh gerombolan pengecut OTD. Siapapun pelakunya maka hukum harus ditegakkan !

Tragedi Cebongan adalah tragedi kemanusiaan sekaligus pengkhianatan terhadap hukum dan kedaulatan Negara,” begitu kata Wakil Ketua Indonesian Human Right Committee for Social Justice ( IHCS) Ridwan Darmawan .

Maturnuwun.

 


 

*dirangkum dari berbagai sumber

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : https://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3987 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

13 Comments

  1. kayaknya polisi dah nggak mampu ngatasi, banyak jambret, banyak rampok, pemerkosa dll. Jadi kalo dah pernah punya kasus trus dikasi peringatan nggak digubris, malah semakin jahat, ya sudah dikondisikan saja.

  2. HAM itu relatif ya.. amrik, israel bunuh anak2 gaza nyantai2 aja.. ga ada tindakan apa2 dari PeBeBeh

    anggota pasukan kusus dianiaya 4 orang sampai mati ya respon masyarakat biasa2 aja..

    lah ini ada aksi bgini jadi heboh kabeh…

    mmg juragan warung seneng klo lingkungannya dikuasai pre man.. klo trus klo juragan warung ber masalah dg pre man lapora kemana.. trus ga ada tindakan lanjut.. dongkol gak..

    setau gw ye klo liat2 tipi.. pasukan kyk gitu tu latian pake pluru tajem betulan.. mate betulan.. mereka mmg dilatih sagaddd keras, solidaritas sesamanya sangaddd tinggiii… perbedaan nya pasukan khusus n pasukan yg biasa ya bisa dilihat dr kasus OKU vs kasus Cebongan, beda khan??

    Auu ahh gelap… atutttttt….

    Smoga polkis kerjanya betulan, basmi preman, korupsi, dkk, sehingga masy PERCAYA pada mu!!!!!

    🙂

  3. memang betul negara kita negara hukum. tp jangan sampai kasus ham sebelumya yang sudah terjadi jadi tenggelam karena kasus ini.
    tp sudah saatnya indonesia berbenah untuk kasus premanisme semacam ini. mungkin ke depanya partus akan ada lagi tp dengan konsep yang berbeda jika memang di butuhkan untuk mengubah indonesia ini

  4. itulah akibatnya kalau hukum bisa dijual belikan, masyarakat sudah tidak percaya lagi sama hukum. hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. ingat kasus pelajar pencuri sandal jepit dituntut 5 tahun, nenek pencuri 3 buah kakao dihukum satu setengah bulan penjara. bandingkan dengan koruptor yang mencuri uang rakyat miliaran rupiah tapi hukumannya sangat ringan, seperti kasus angelina sondakh. yang paling baru kasus RASYID RAJASA penabrak luxio yang mengakibatkan dua orang tewas dihukum 6 bulan hukuman percobaan dan pidana 5 bulan = bebas,dia tidak pernah merasakan penjara karna ayahnya seorang menteri, beda sama afriyani dihukum 15 tahun penjara. Beruntung anggota kopasus yg tewas punya teman sehingga bisa membalaskan dendamnya, kalau tidak mungkin preman itu dihukum 1-2 tahun tergantung uang yg dikasih ke penegak hukum. seperti kasus di OKU pembunuh angggota TNI kasusnya jalan ditempat, karna yg membunuh anggota polisi. jadi jangan salahkan orang mencari keadilan dengan caranya sendiri, karna mereka sudah tidak percaya lagi sama penegak hukum.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Analisa non mainstream Tragedi Cebongan Sleman Jogjakarta | www.setia1heri.wordpress.com
  2. Terungkap sudah, Kopassus penyerang LP Cebongan. | www.setia1heri.wordpress.com

Monggo dikomeng gans..