“Innocent of Muslims”, provokasi perang peradaban ?

Publik di seluruh dunia akhir-akhir dikejutkan kemunculan film “Innocent of Muslims” (meskipun sudah setahun lalu) yang menimbulkan reaksi keras dari umat muslim.  Film yang dibuat oleh Nakoula Basseley Nakoula  di Amerika ini menampilkan cuplikan film yang ditengarai menghina Nabi Muhammad dan umat islam. Reaksi keras ditunjukkan Negara-negara ditimur tengah yakni Libya, Palestina, Mesir dan Yaman. Bahkan di Bengazi, Libia Dubes AS untuk Libya Chris Steven dan 3 staffnya tewas oleh amuk massa ketika demo di kedutaan. :berdukas: .  Sungguh disayangkan memang tetapi nasi sudah menjadi bubur.

Ane sendiri belum melihat film ini tetapi keberadaan film ini juga mengingatkan tahun 2008 dulu seperti film Fitnaa yang dibuat oleh Geert Wilders, seorang anggota parlemen  Belanda. Serta lomba membuat kartun tentang Nabi Muhammad di Denmark beberapa tahun silam. Jadi secara historis pada abad multimedia ini umat islam sudah kenyang menerima provokasi. Trus apa hubungannya dengan perang peradaban ?


Mengingat diwaktu kuliah dulu pernah mendengar salah satu tesis Samuel Huntington, bahwa akan ada benturan peradaban antara islam dan barat. Mungkin provokasi kecil ini bisa jadi pertanda hal tersebut meskipun ini tidak mewakili suara umum kaum barat.  Kemungkinan hal tersebut hanya oknum-oknum tertentu yang memang sentiment dan anti islam.  Tapi benar gak nya…ya mbuh…hehehe

Ditengah semangatnya penegakkan HAM dan toleransi kehidupan beragama tentu keberadaan kerikil-kerikil semacam ini akan sangat mengganggu. Kita berharap semua umat beragama di Indonesia bisa tetap menjaga kerukunan kehidupan beragama tanpa terprovokasi  oleh hal-hal diatas. Bagi umat muslim wajib protes akan film anti islam ini tetapi semestinya dilakukan dengan cara-cara yang santun, elegan, dan penuh hikmah. Jangan sampai justru memvisualisasikan  apa yang selama ini mereka tuduhkan lewat film maupun media yang lain.

I AM A MOSLEM,and  I AM PEACE LOVER 😀

Comments

comments

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Tentang setia1heri 4752 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

25 Comments

  1. Wartawan BBC Geraldine Coughlan dari Den Haag melaporkan, Geert Wilders mengatakan, dia tidak menghendaki filmnya menjadi provokasi. Sebaliknya, dia ingin membicarakannya dalam perdebatan dengan umat Islam.

  2. Dimana-mana terjadi hal seperti itu Bro.
    Umat muslim timur tengah saja yang terlalu membesar-besarkan.
    Umat nasrani lebih sering lagi mendapat hinaan di timur tengah bahkan di Indonesia.
    Jujur sajalah…bagaimana diskusi kita selama ini untuk kalangan sendiri mengenai ajaran nasrani.
    Gaung innocent of muslims tidak ada apa-apanya dibanding film & buku the Da Vinci Code yang begitu mudahnya kita dapat dimana-mana.
    Belum lagi film dan buku mengenai maria magdalena yang ditulis sebagai wanita simpanan nabi isa.
    Silakan mampir di toko buku, begitu mudahnya dan tanpa malu-malu buku yang menghina ajaran nasrani dijual bebas bahkan di toko buku sekelas Gramedia.
    Gw sampai malu sendiri melihatnya.

    Persoalannya adalah bagaimana umat menanggapi hinaan tersebut.
    Kalau kita yakin dengan apa yang kita percayai, peduli amat dengan pendapat orang lain.
    Untungnya makin hari gw melihat umat muslim Indonesia makin dewasa.
    Dulu waktu kasus kartun Nabi Muhammad, reaksi keras seperti demo & sweeping banyak terjadi di kota-kota besar Indonesia.
    Tapi kali ini film innocent of muslims tidak lagi kita tanggapi dengan cara-cara seperti itu.
    Setidaknya gw belum melihat beritanya di tv nasional.

    Menurut pendapat gw, cara-cara membela agama bukan dengan cara kekerasan maupun reaksi penuh kegeraman dalam wujud demo teriak-teriak di jalan membentangkan spanduk & sweeping terhadap warga asing.
    Allah itu Maha Kuasa dan akan melakukan pembelaan dengan caranya sendiri.
    Tugas kita sebagai umat adalah tunjukkan bahwa agama yang kita anut itu indah dan damai.

  3. Kenapa ya kalau ada “hinaan” terhadap islam, dunia dituntut untuk ikut mengecam dan menghukum pelakunya, penyebaran film dan/atau bukunya harus dihentikan agar dunia tahu dan “merasakan” umat muslim sedang meradang.
    Tapi kalau ada “hinaan” terhadap agama non-islam, dunia dibiarkan tahu isi “hinaan” tersebut bahkan semua dunia di dukung untuk menyebarkan film dan/atau buku tersebut. Tidak boleh ada pembredelan.
    Hmmmmm………inikah yang dimaksud dengan ketidakadilan? Atau kemunafikan? Atau mau menang sendiri? Atau standar ganda????

    Gw setuju kalau di Indonesia bahkan dunia, film innocent of muslims di-block penyebarannya.
    Tapi alangkah eloknya kalau hal yang sama juga diberlakukan saat buku & film the da vinci code, injil yudas, maria magdalena, dll dijual dengan bebas di toko buku, toko VCD, & tempat rental VCD seluruh Indonesia.
    Alangkah eloknya kalau pemerintah juga tidak memberi ijin operasi tempat hiburan malam yang menggunakan patung budha sebagai simbolnya itu membuka cabang di Jakarta….

    • BUKAN ketidakadilan ato kemunafikan ato menang sendiri ato standar ganda. Untuk kasus IOM, pemerintah yang diwakili Kemkominfo baru bisa bertindak memblokir akses film tsb karna sudah ada reaksi dr masy. Sedangkan tuk kasus film the da vinci code, injil yudas, maria magdalena, tdk terdapat reaksi dari umat2 nasrani di Indonesia (entah apa alasannya). Pun jika saat itu ada, pasti aksesnya akan langsung diblokir pemerintah. Untuk film the da vinci code setahu saya hanya pihak Vatikan yg bereaksi. Dalam hal ini pihak Badan Intelijen Negara lah yg kedepannya harus makin sensitif dalam memonitor hal2 seperti diatas tuk langsung dikoordinasikan dengan Kemkominfo dan pihak2 yg terkait lainnya.

      • Persoalannya bukan di reaksi pemerintah, tapi reaksi dari umat muslim sendiri.
        Ingat kembali kasus the da vinci code, injil yudas, maria magdalena, & masih banyak lagi yang lain.
        Perhatikan penerbitnya di Indonesia.
        Dari pihak mana?
        Dari penerbit muslim kebanyakan!
        Apalagi penulis / analis-nya….wow…silakan riset sendiri, malu gw lihat kelakuan mereka!
        Dan tidak malu-malu dijual bebas di toko buku umum di Indonesia!
        Apa itu bukannya ketidakadilan atau kemunafikan atau mau menang sendiri atau standar ganda?!?!?!?!?

  4. ENNNAK BAEEE!!!!!!!!!!
    bagi rata gan….
    tergantung orangnya beriman dan punya ahlak ga gan?
    kita kita jangan terpengaruh, itu cuma cerita. dan kita hanya menilai,….
    wkwkwkwkwkwkwkwkwk

  5. menghimbau kepada semua umat islam supaya tidak terbakar,sehingga tidak berbuat anarkis..itu provokasi..!!!

  6. I can assure you with all the Muslims that I love that:

    There is no allusion to the prophet Muhammad in the Bible!
    There is no story about the prophet Muhammad in the Bible!
    There is no prophecy of the prophet Muhammad in the Bible!

  7. “I AM A MOSLEM,and I AM PEACE LOVER :-D”

    biar Allah SWT yang membalasnya …

Monggo dikomeng gans..