Wadoh kok Garuda delay lagi…

“Huh…” begitulah gerutu banyak orang penumpang Garuda Airways ketika nomor penerbangan GA 324 diumumkan delay (ditunda). Penerbangan pada hari Rabu (21/12) tujuan Jakarta-Surabaya itu memang menyiksa batin. Pengalaman ini sungguh berbeda dengan pengalaman pertamax ketika naik Garuda beberapa waktu lalu disini.

Penerbangan awalnya dijadwalkan jam 17.35 namun diumumkan delay karena kendala teknis maka diundur hingga jam 18.15. Penundaan ini dikarenakan ada kendala teknis. Ndak tahu kenapa sore-sore pada main tenis :-(. Sebenarnya dulu juga mengalami delay. Apa memang sudah menjadi kebiasaan yach…?

Penderitaan semakin berlanjut ketika ruang tunggu dipindahkan karena kendala teknis pula yakni sebelumnya ada di longue F5 menuju ke longue F1. “hasyem tenan iki….” terdengar beberapa penumpang mengeluh. Bisa dibayangkan jadwal keberangktan sudah di delay namun harus berpindah tempat pula. Sungguh terlalu dan kasihan terutama pada orang-orang tua dan ada kakek yang harus berjalan memakai tongkat.

Ketika di longue F1 ini kami juga harus menunggu lagi. Baru sekitar jam 18.39 ada pengumuman lewat pengeras suara yang mengabarkan penumpang GA 324 dipersilahkan masuk pesawat. Apakah langsung terbang juga ? ternyata tidak karena pesawat masih berputar-putar di runway kurang lebih 30 menit (lalu lintas mungkin padat). Ternyata pengalaman ini juga banyak di ‘nikmati’ oleh teman-teman kantor yang pulang naik pesawat tujuan Jakarta-Surabaya. Bahkan dari beberapa cerita lebih parah daripada yang ane alami tersebut.

Alhamdulillah jam 21.11 menit pesawat baru landing di Bandara Juanda Surabaya dengan selamat. Selama diatas pesawat kondisi perjalanan agak buruk yang menyebabkan pesawat goyang-goyang seperti naik mobil kondisi jalan berlubang dan bergelombang. Silahkan dibayangkan sendiri yah…hehehe. Oia juga bayangkan pula jadwal semual 17.35 dengan asumsi lama perjalanan 1 jam 10 menit maka di Surabaya seharusnya nyampai 18.45.

Kalau melihat jadwal penerbangan per minggu, memang sih jadwal penerbangan Surabaya-Jakarta PP lebih dari 100 kali dimana paling padat dibandingkan dengan jadwal ke kota-kota lain di Indonesia. Namun begitu tentu pihak maskapai Garuda sudah bisa mengkonsolidasi, mengantisipasi dan mengelola penjadwalan dengan baik.


Kalau delay sudah menjadi kebiasaan terus apalagi yang perlu dibanggakan ? Semoga pihak manajemen Garuda bisa segera merespon dan memperbaiki citra yang sudah menjadi kasak – kusuk dan rahasia umum ini. Sebelumnya terima kasih atas kompensasinya berupa se kotak kue coklat 😛 (tapi ane pas gak nukarkan tiketnya…hiks..hiks)

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : https://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3988 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

14 Comments

  1. kasusnya kira2 begini, sebuah maskapai A punya pesawat 1 dan pesawat 2, bila pesawat 1 pada siang hari mengalamai delay, maka dipastikan penerbangan selanjutnya dengan pesawat 1 sampai jadwal penerbangan terakhir/malam akan delay 🙂
    sedangkan pesawat 2 karena tidak ada delay pada hari itu, maka sampe penerbangan terakhir pada malam harinya..

    jadi kalo gak mau delay naik yang penerbangan pagi hari saja.. :mrgreen:

  2. wis biasa iku mas, selain karena faktor cuaca adang juga karena padat nya schedule , ada juga kadang gara2 nunggu seorang-2 orang yg telat datang #apalagi penumpang bussines pejabat pula 😈

    sekarang terbang tu ketepatan waktu nya mirip untung2 an , kalo pas apes ya mirip seperti itu :mrgreen: #wis pengalaman sering kenok delay iki rekk!

1 Trackback / Pingback

  1. Mencoba QR Code… « www.setia1heri.wordpress.com

Monggo dikomeng gans..