Mengelola uang THR…

Bagi orang muslim di Indonesia pada bulan ramadhan adalah bulan yang sungguh menyenangkan. Sebagai seorang buruh, karyawan, staf dan pekerja lain biasanya mendapat ‘potongan’ jam bekerja. Kalau tidak biasanya ‘beban’ kerja tidak seberat seperti bulan-bulan lainnya….cmiiw. Selain itu, biasanya menjelang Lebaran alias iedul fitri ada kejuatan yang selalu ditunggu dan dirindukan, THR… Tunjangan Hari Raya.
Ane sendiri tidak paham istilah ini tetapi yang jelas ini merupakan ‘kewajiban’ perusahaan untuk memberikan ‘bonus’ kepada pegawainya yang telah ‘mengabdi’ sekian lama. Bentuk dan besaran THR biasanya beragam dan berbeda pula. Dulu terdapat beberapa perusahaan yang ‘mangkir’ dari kewajiban ini. Bahkan ada warga masyarakat yang membuka posko pengaduan THR bagi perusahaan yang tidak memberikan hak ini kepada karyawan. Beruntung dan bersyukurlah anda yang mendapat THR tersebut..
langsung saja berikut tips mengelola THR…
Putuskan Prioritas kebutuhan keluarga
Buatlah daftar kebutuhan keluarga selama ramadhan dan lebaran. Hitung jumlah pemasukan termasuk THR dan Bonus lalu tentukan prioritas keluarga. Jangan lupa, dibulan ramadhan dan hari raya tetap ada kebutuhan rutin keluarga selain kewajiban tambahan menunaikan zakat bagi yang memenuhi criteria. Ditambah lagi pengeluaran tambahan seperti ngabuburit, acara buber (buka bersama), mudik dan hari raya. Jadi pemasukan bertambah pengeluaran pun lebih besar. Jangan sampai anda ‘bangkrut’ setelah hari raya
Kalkulasi Biaya Keluarga
Biasanya inilah yang menyedot biaya paling besar di hari raya. Bukan hanya biaya transportasi yang diperhitungkan tetapi juga akomodasi, oleh-oleh dan rekreasi. Masukkan semua itu dalam daftar pengeluaran keluarga. Sesuaikan biaya mudik dengan kondisi keungan keluarga. Lebih hemat jika ada mudik bareng yang di sponsori perusahaan tertentu..hehehe sehingga tidak membebani keuangan keluarga
Hadiah hari raya
ini adalah momen yang dinanti anak-anak dan kerabat dekat menjelang hari raya. Diskusikan apakah perlu memberi hadiah kepada anak dan keponakan. Jangan paksakan bila tidak memungkinkan. Pertimbangkan pula pengaruh hadiah bagi perkembangan jiwa anak, apakah ia akan mengidentikkan hari raya dengan hadiah ataupun baju baru?sebaiknya, bangunlah komunikasi dengan anak tentang makna hari raya Idul Fitri saat hadiah diberikan.
Biaya tak terduga
Jangan kesampingkan hal ini. Selalu alokasikan dana untuk menghadapi pengeluaran tak terduga. Meskipun tidak diinginkan, kadang ada hal-hal terjadi diluar rencana. Misalnya kendaraan rusak , salah satu keluarga sakit saat bulan puasa dan hal-hal lain. Dengan simpanan dana untuk biaya tak terduga, anda lebih tenang menghadapinya.
referensi : Majalah Amal edisi 7/Agustus 2011
wahhhhh aku malah ga dapet THR nih,.,…
Aku gak dapat yang namanya THR untuk lebaran kali ini, tetap sabar dan ikhlas…. 😀
kalo yang dikelola ndak ada gimana kang?
pake manajemen sabar cak 😀
Awesome post.