About these ads

Archive

Posts Tagged ‘pulsar 180’

lagi downgrade tunggangan harian

February 25, 2013 36 comments

motor dinas KB surabayaOwh…ganti tunggangan baru lagi ya bro ? Bukan.  Lha terus ??? Yuup…kangmas dan mbakyu,masbrow dan mbaksis KHS pertengahan bulan Februari ini ane mendapatkan motor dinas dari kantor (seperti dulu pernah tak posting jenis motornya disini).   Sebuah motor meskipun tidak baru tetapi masih mumpunilah untuk menunjang aktivitas harian. Yuup motor Honda Supra X 125 CC keluaran tahun 2010 yang ketika serah terima kemarin odometer sudah menunjukkan 42ribu km keatas….xixixi. :-D

Jadi Milestone gimana ? Ya untuk sementara serigala hitam pulsar 180 UG IV ini cukup sebagai penunggu rumah saja. Mungkin keluar kalau Sabtu-Minggu untuk mencari udara segar diluar kota….hehehe. Jadi untuk hari kerja maka ane memakai kendaraan dinas dengan warna khas biru ini dengan tagline 2 Anak lebih Baik…hehehe.  Ya begitulah karena memang dinas ane di Bapemas dan KB Kota Surabaya…hehehe.

sepeda dinas KBMotor ini sudah dibekali box sekitar 15 liter kalau gak salah.  Berhubung ane aliran yang suka bawa ‘rice cooker’ atau ‘jualan siomay’ maka keberadaan box ini cukup membantu. Berharap nanti bisa apgred box sambil lihat isi dompet dahulu…hehehe. Tetapi box mungil ini ane rasa sudah cukup kok untuk membawa jas hujan kelalawar dan jas hujan potongan baju serta sepatu jas hujan. Loh kok bawa jas hujan kelelawar juga ? Maklum dengan box yang kecil itu tentu tidak muat untuk menampung tas punggung sehingga kudu ditaruh diluar. Nah ketika hujan kudu di kemuli  atau dilapisi dengan jas hujan kelelawar tadi. Hal ini berbeda ketika memakai box kappa k35 yang nempel di Milestone

Oleh karena itu mungkin ada kawan yang kaget ato gimana ketika melihat rider bebek dinas ini tetapi memakai jaket klub atau jaket protektor.  Yuup ….meskipun mengedarai bebek dinas tetapi untuk urusan safety gear ane berusaha tetap tidak main-main terutama memakai masker, helm fullface, jaket dan gloves.  Hal ini tentu tidak maksudkan gaya-gayaan karena kitalah yang harus memperhatikan keselamatan diri kita sendiri dijalan raya ini. Bukan begitu ?

setia1heri-motor dinas KBGimana impresinya kang? Punggung terasa kaku masbrow. Hal ini berbeda dengan ketika ane menunggang Milestone yang sudah berganti stang TS sehingga ergonominya lebih enak. Lah gak tahu kenapa ketika memakai bebek ini awal-awal terasa kaku di punggung maklum postur tubuh tinggi ane 175 cm.   Selain itu hampir 2 tahun ini tidak pernah mengendarai bebek untuk berangkat kerja sehingga mungkin tubuh perlu juga penyesuaian alias adaptasi…xixixixi.

Cerita yang lain ? Oia kalau menyalakan lampu sein harus ingat nanti mematikan lagi. Hal ini berbeda dengan Milestone yang sudah auto sein jadi ketika posisi motor lurus maka sein otomatis mati. Setiap 2 hari sekali kudu mampir SPBU karena waktunya minum pertamax. Hal ini berbeda dengan Milestone yang cukup seminggu sekali mampir SPBU soalnya sekali isi langsung 11 liter…xixixi.  Top speed ? Nah iseng-iseng nyoba mlintir gas ketika kondisi jalanan lengang dan trek lurus…gas mentok odometer tak berkutik dikisaran 100km/jam lebih dikit….wkwkwkwk. Yo wis….toh ane juga bukan speedfreaker… :mrgreen: cuma pengin tahu aja kendaraan yang sudah berumur 2 tahun lebih 2 bulan ini

milestone dan motor dinas kbEnak yah kang? Enak sih dapat fasilitas dari kantor tetapi kudu siap-siap merawatnya. Berhubung motor dinas maka untuk urusan BBM memang mendapat jatah dari kantor tetapi untuk perawatan dan tetek bengek yang lainnya harus rogoh kocek sendiri. Ini saja kemarin sudah ganti ban dalam karena ketika bocor tak lihat tembelan sudah banyak jadi ya diganti saja daripada apes lagi dijalan serta barusan langsung ganti oli. Selain itu, harus siap bertanggungjawab dengan motor ini bahkan ketika motor hilang harus wajib menggantinya. Kayak pengalaman kawan kantor juga beberapa waktu lalu (postingan disini)

Demikian kawan pengalaman downgrade tunggangan ane, meskipun pake bebek jangan lupa toet…toet…ya di jalan terutama Surabaya Gresik….xixixii.

Keep Brotherhood

Maturnuwun

About these ads

Hiks…Kepala Milestone dijahit

September 17, 2012 15 comments

Ane gak tahu persis kapan terjadi dan apa penyebab hingga kepala milestone ‘terluka’.  Sabtu (1/9) pagi itu ane mau mencuci ‘istri kedua’ ane ini tetapi alangkah terkejutnya ketika ane perhatikan ada yang berbeda tampilan di kepalanya. Terlihat lebih besar…alias bengkak….. :-( .  Padahal perasaaan Jum’at sorenya tidak ada apa-apa alias kepalanya masih normal.

Ane mencoba mengintip lebih lanjut ternyata mur atau plastic penghubung didalamnya patah sehingga meyebabkan bongkahan disekitar mata dan dagu sebelah kanan. Kepala pulsar 180 ug IV ini terlihat asimetris dan tentu tidak sedap dipandang mata. Setelah berpikir agak lama maka ane memutuskan untuk menjahitnya karena siang itu mau berangkat ke Malang (muter2 kemarin postingan disini).

Sebenarnya mau ane lem saja pakai alteko tetapi ane berpikir lagi kalau sewaktu-waktu membongkar bathok kepala tentu akan ribet dan justru merusak kepala. Selain itu, mungkin juga tidak kuat karena akan banyak getaran dalam perjalanan. Akhirnya ane putuskan menjahitnya dengan bekal 2 kabel tis.  Untuk melubangi kepala Milestone ane terlebih dahulu membeli solder di toko elektronik terdekat. Selanjutnya tinggal tusuk dan lubang deh…. :-D  dan 2 kabel tis sukses merekatkan kembali kepala milestone yang hampir ‘pecah’.

Berbicara estetika mungkin agak begimana gitu tetapi berbicara fungsi sungguh sangat membantu.  Selain itu kabel tis yang ane gunakan juga berwarna hitam sehingga tidak terlalu mencolok kalau dilihat dari kejauhan….xixixixi :mrgreen: .

baca juga :

Pulsarison…

November 28, 2011 23 comments

Waktu mau pulang habis kegiatan di gedung pemkot Surabaya, ada pemandangan yang menyita perhatian ane ketika diparkiran. Maklum sebagai pengendara motor ‘langka’ dari indihe tentu mencari kawan yang ‘senasib dan sepenenanggungan’. Ternyata sapuan mata ane mendapat tangkapan sesosok serigala pulsar yang tidak jauh dari parkiran Milestone.

Ane mencoba mendekat ternyata kepalanya sudah ‘diamputasi’ menjadi byson…Terus terang ini merupakan tatapan pertama kali melihat serigala berkepala byson alias pulsarison…hehehe :-D . Yang pernah ane ketahui  ada yang mengganti batok kepalanya diganti milik satria fu.  Atau kalau merek lain megapro dengan kepala byson aka megyson seperti punya bro ipan (blogger dari wonogiri).

Sekilas  pulsar 180 ini sudah bermigrasi ke stang byson pula. Selain itu spionnya juga sudah diganti agar terlihat lebih sporty. Terlebih ditambah half fairing di kolong mesin.  Untuk shock breaker sebenarnya perlu dipertimbangkan monoshock agar terlihat lebih gahar. Dari sisi spidometer sepertinya masih mempertahankan spidometer asli pulsar. Hal itu bisa diketahui dari bentuknya yang khas motor pulsar. Trus BCUnya apa gak kwatir kehujanan yach ?

Ane tidak tahu siapa yang punya motor yang knalpotnya juga sudah diganti punya pulsar 200 atau 220 ini. Soalnya serigala hitam ini tidak ada identitas klub atau komunitas. Dan itoe bukan masalah…yang penting kalau ketemu dijalan tetap toet…toet…yah :-D

baca juga :

Sulit Netral? Bukan karena Oli saja

Sulit Netral? Bukan karena Oli saja

Mungkin bagi beberapa pengguna pulsar terutama pulsar 180 UG IV sering kali mengalami kesulitan dalam menetralkan gigi. Posisi  N sangat sulit dicapai dari gigi 1 sehingga beberapa rider ‘mengakali’ dengan diawali dari gigi 2 terus ditekan setengah hingga akhirnya posisi N. Itupun kadang tidak langsung N tetapi beberapa ‘klik-klik’ baru bisa mencapai posisi N yang dibuktikan dengan lampu indicator Netral menyala hijau.

Ketika mengalami kondisi diatas sering kali kita menyalahkan oli yang kita pakai. Memang sih beberapa jenis oli memang berpengaruh terhadap pergerakan posisi gigi tetapi itu tidak satu-satunya yang menentukan. Ane baru tahu kalau ada factor lain yang menyebabkan kesulitan menetralkan gigi yakni karet silinder. Entah benar atau tidak menyebutnya yang jelas karet kecil berbentuk bundar ini kalau sudah ‘aus’ akan mempengaruhi kesulitan dalam menetralkan gigi. Inipun baru ane ketahui ketika servis sabtu (13/8) di beres gresik.

Sebelumnya hari jum’at (12/8) seperti biasa ane iseng-iseng melihat motor.  Kwatir kejadian paku menempel di ban terulang lagi. Ketika mengamati motor, mata ane tertuju pada blok mesin. Kok sepertinya ada yang merembes ya?. Ane mencoba mengamati lebih dekat untuk memastikan ternyata benar oli merembes. Sebelumnya ane kira kondisi basah itu adalah sisa-sisa mengganti oli  (Motul) minggu yang lalu ternyata oli itu benar-benar merembes.

Hari sabtu (13/8) pagi langsung ane bawa ke beres gresik. Sama mekanik ditanya apakah ada kesulitan dalam menetralkan gigi.” Iya mas dalam 3 minggu belakangan” jawab ane sambil mengamati blok mesin. Sang mekanik menjelaskan bahwa karet yang ‘membantu’ menetralkan gigi telah ‘aus’ sehingga harus diganti. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengganti karet tadi…

OOO..baru tahu ternyata karet itu yang menyebabkan oli merembes dan kesulitan dalam menetralkan gigi…cmiiw

Migrasi dan Impresi stang bar (renthal)

Migrasi dan Impresi stang bar (renthal)

Setelah searching dan browsing tentang migrasi stang jepit ke stang biasa atau bar, akhirnya virus itu menular. Terhitung hari sabtu pagi (4/6) stang jepit Sang Milestone telah mengalami operasi dengan selamat di Beres Gresik. Di tangan mekanik bro basit PIBO ane di telanjangi dan dipreteli untuk memasang stang skaligus tune up. Kurang lebih sekitar 2 jam diruang operasi akhirnya kelar juga walaupun Hand Guard belum bisa terpasang..hiks…hiks (soalnya kasihan masih banyak antrian servis di belakang). Semua dilakukan tanpa ada atau lebih tepatnya belum mengganti apapun baik kabel kopling atau yang lainnya sebagaimana permasalahan kalau migrasi stang.
Sebelumnya ane sudah pesen raiser UG IV ke bro Rial Hamzah. Setelah salah kirim dan menunggu kiriman ulang, Jum’at sore (3/6) barang yang dinanti itu datang juga. Raiser ini berwarna metalik seperti warna stang jepit UG IV sehingga tidak terlalu Nampak dan mencolok untuk dipandang mata.
Siang hari setelah dari Beres, langsung ane inreyen ke Kampung Ane di tuban untuk minta do’a restu. Soalnya antara tanggal 7 Juni hingga 27 Juni ada Prajab di Singosari Malang. Sebagai anak yang tidak ingin di cap durhakan maka tidak ada salahnya sekalian minta do’a orang tua agar pelaksanaan prajab sukses dan lancer jaya tanpa ada kendala suatu apapun.
Impresi pertama memakai stang bar ini adalah harus terlebih dahulu adaptasi. Salah satu alasan migrasi stang adalah rasa pegal di siku ketika memakai stang jepit. Karena sudah hampir 7 bulan sejak pembelian motor maka rasa pegal-pegal itu diabaikan. Hingga kesempatan itu datang setelah menabung dan puasa beberapa bulan…hehehe.
Masa adaptasi ini terkesan rikuh dan kikuk ketika menghandle stang. Selain itu, rasa pegal beralih ke pergelangan tangan dimana ketika memakai stang jepit rasa pegal terasa di pundak dan punggung. Handling yang lebar membuat harus ekstra hati-hati ketika bersimpangan dengan motor-motor di sekitarnya. Kwatir nyangkut atau kesenggol yang menyebabkan kecelakaan rider di sekitar ane. Alhamdulillah hal tersebut belum terjadi dan semoga tidak pernah terjadi. Jangkauan ketika melakukan manuver harus diatur sedemikian rupa agar tangan kita tidak terlalu kedepan yang membuat keseimbangan tubuh berkurang dan menyebabkan oleng.
Ada masalah dengan spion. Yakni getaran spion begitu terasa hingga gambar yang dihasilkan tidak begitu terlihat jelas tetapi cukuplah sebagai pertanda kalau ada apa-apa di belakang kita. Overall selama ini masih enjoy tetapi proyek ke depan ganti stang YT/TS yang menurut beberapa teman lebih kuat dan pas ketika mau dipasang HG.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,474 other followers

%d bloggers like this: