About these ads

Archive

Posts Tagged ‘puasa’

Tes kesehatan CPNS di RSUD dr. M. Soewandhie Soerabaja

October 20, 2011 13 comments

Tes kesehatan CPNS di RSUD dr. M. Soewandhie Soerabaja

 

Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya terkait jadwal pelaksanaan tes kesehatan bagi CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Ane sebenarnya mendapatkan jadwal hari selasa (11/10) namun berhubung mendapat perintah kantor ke Jakarta maka baru bisa melaksanakan tes kesehatan hari Senin (17/10).  Terima kasih buat mas haris di bagian pelayanan medical check up yang bersedia ane repotin dan mengatur jadwal ulang.

Tes kesehatan dilaksanakan di RSUD dr Soewandhie jam 07.30 WIB. Hari senin itu (17/10) ane merupakan satu-satunya peserta dari dinas karena sebagian besar teman yang hadir merupakan tenaga pendidik atau guru. Walaupun begitu semuanya hampir merupakan satu angkatan ketika prajab di Singosari beberapa waktu lalu.

Tahapan I medical check up yakni semua peserta harus diambil sampel darah dan urine di bagian laboratorium. Disini kita harus antri bersama-sama dengan masyarakat umum walaupun kadang juga didahulukan untuk mempercepat prosesnya. Selain antri mendapatkan panggilan kita juga harus antri ke kamar kecil untuk mengambil sampel urine. Maklum hanya ada satu kamar kecil yang dibuka di sekitaran laboratorium. Sebenarnya antara pengambilan darah dan urine tidak lebih 7 menit. Oia sebelum medical check up dilakukan kita diwajibkan berpuasa sejak jam 23.00 malam sebelumnya.

Tahapan II dilanjutkan ke Ruang Radiologi untuk foto rongent (sinar X). Di ruang ini tidak begitu antri hanya ada satu bapak-bapak yang terindikasi kena penyakit jantung. Setiap peserta dipanggil 4 orang walaupun nanti didalam untuk foto juga harus satu-satu. Semua peserta harus telanjang dada dan menempelkan dadanya di tembok. Untuk menghindari radiasi sinar X maka kami mengintip dari jendela kaca yang ada di ruangan sedangkan petugasnya ‘memotret’ dari luar dengan kabel panjang yang tersedia.  Butuh waktu 15 menit antara antrian dan pelaksanaan rongent.

Tahapan III semua peserta harus melakukan check up di Poli yakni Poli Paru, Poli Jantung, Poli Mata, Poli Gigi, Poli THT dan terakhit Poli Penyakit Dalam. Untuk mencegah antrian semua poli bisa dibolak balik kecuali Poli Penyakit Dalam yang harus di urutan terakhir.  Ane sendiri menuju poli pertama langsung di Poli Paru dan selanjutnya Poli Jantung. Sebenarnya setiap poli tidak membutuhkan waktu sampai 5 menit namun yang menyebabkan lama adalah waktu antrian. “masnya jarang olah raga yah” ujar dokter Jantung sambil mengamati hasil print out.” betul dok”jawab ane yang memang bisa dikatakan jarang olah raga setiap minggunya.

Sekitar jam 09.58 kami naik lantai 2 untuk ke Poli Mata, Poli Gigi dan Poli THT. Poli pertama yang ane tuju yakni Poli THT. Di poli ini telinga, hidung dan mulut kita akan di periksa. Selain itu juga dites indera pendengaran kita dengan garputala. Selanjutnya di Poli Gigi, di poli ini sebenarnya tidak terlalu antri tetapi mengapa sangat lama sekali menunggunya. “ Wah dengan masih usia muda kok karangnya sudah banyak ya mas, ntar 6 bulan lagi kesini yah dibersihkan”tutur dokter gigi tersebut. “baik dok” jawab ane. Ketika pemeriksaan di dalam Poli THT dan Poli Gigi ini tidak sampai 5 menit juga.

Tahap selanjutnya bergeser ke Poli Mata. Disini kita akan dites ketajaman mata kita untuk menyebutkan angka-angka kecil yang terpampang di tembok. Ane sendiri tidak tahu kenapa agak buram ketika membaca angka-angka tersebut. Padahal dulu ketika tes SIM tidak sebegitunya tetapi mungkin karena sering berhadapan dengan komputer dan laptop.” Sebenarnya masnya ini minus dan harus pakai kacamata” ujar dokter mata ini.”wah makasih dok”jawab ane yang pernah pakai kacamata minus namun ane tanggalkan karena nggak mau ribet….xixixi :-D.

Tahap terakhir yakni ke Poli Penyakit Dalam di lantai 1 sehingga kami harus turun kembali. Di Poli ini lumayan cepat karena kita didahulukan oleh perawatnya. Kita masuk ruangan semua namun nantinya tetap diperiksa dua – dua karena kamar periksa yang tersedia cuma segitu. Tidak sampai 5 menit pula pemeriksaan sudah selesai. Jam tangan sudah menunjukkan pukul 11.57.

Selanjutnya menyelesaikan permasalahan administrasi di lantai 3. Disini kami harus membayar sebesar Rp. 450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah). Hasilnya baru bisa diketahui seminggu lagi alias senin depan.” Hasil tes seminggu lagi yah mas, mungkin senin sekitar jam 2 saja” tutur mbaknya dibagian administrasi dengan tersenyum simpul. “woke-woke” jawab ane. Oia pengambilan hasil test ini tidak mesti kita yang harus mengambilnya namun dapat diwakilkan atau menyuruh orang lain. Jam 12.14 keluar dari Rumah Sakit. Demikian kawan tulisan pengalaman tes kesehatan bagi CPNS semoga hasilnya tetap sehat :-P .

maturnuwun

baca juga :

About these ads

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL

September 2, 2011 1 comment

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa’i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda:

Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh.” ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam “Shahih” mereka.)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadham lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. ” (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: “Salah satu sanad yang befiau miliki adalah shahih.”)

Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (tebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya :

1. Puasa enam hari di buian Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.

3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta’ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala’amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama.

Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.

4. Puasa Ramadhan -sebagaimana disebutkan di muka- dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya’ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah ‘Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

Oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampunan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran. Apabila ia berniat pada saat melakukan puasa untuk kembali melakukan maksiat lagi, maka puasanya tidak akan terkabul, ia bagaikan orang yang membangun sebuah bangunan megah lantas menghancurkannya kembali. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali “(An-Nahl: 92)

5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.

sumber : Risalah Ramadhan

baca juga :

SUNNAH-SUNNAH PUASA

August 12, 2011 2 comments

SUNNAH-SUNNAH PUASA

 

  • Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar.
  • Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.
  • Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga shalat lima waktu pada waktunya dengan berjamaah, menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak, memperbanyak shalat sunat, sedekah, membaca Al-Qur’an dan amal kebajikan lainnya.
  • Jika dicaci maki, supaya mengatakan: “Saya berpuasa,” dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya; tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa.
  • Berdo’a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan. Seperti membaca do’a :

    “Ya Allah hanya untuk-Mu aku beupuasa, dengan rizki anugerah-Mu aku berbuka. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “

  • Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.

sumber : buku panduan ramadhan

baca juga :

Categories: Ngaos Sesarengan Tags: , , ,

Fenomena awal –awal ramadhan

Fenomena awal –awal ramadhan

 

Kemarin minggu (1/8) merupakan awal tarawih bagi ramadhan tahun ini.  Walaupun mungkin beberapa tarikat di beberapa daerah ada yang mengawali sehari sebelumnya.  Penentuan awal ramadhan pasti didahului ‘rituasi’ sidang isbat oleh Kementerian Agama RI yang menurut beberapa orang hanya seremoni dan formalitas belaka.

Sebelum fenomena awal ramadhan pasti didahului oleh ritual Megengan (bagi orang Jawa) dan ziarah makam alias nyekar. Bisa dipastikan seminggu hingga sehari sebelum bulan puasa dimulai kondisi makam akan bertambah ramai orang berziarah dan orang penjual bunga ziarah juga banyak bermunculan. Saya belum mengetahui apa alasan dan dasar filosofisnya. Soalnya beberapa orang hanya mengatakan kurang afdhol atau gimana gitu kalau menjalankan ibadah puasa tanpa diawali nyekar terlebih dahulu.

Fenomena awal-awal ramadhan yang jelas adalah jamaah sholat tarawih selalu meluber hingga terkadang harus nambah tikar diluar area masjid. Mungkin fenomena ini hampir terjadi diseluruh wilayah tanah air.

Fenomena selanjutnya adalah orang semakin rajin beribadah atau sholat. Bagi yang tidak pernah sholat maka pada bulan puasa ini mereka melakukan sholat. Bagi yang sholatnya telat maka sekarang dilakukan tepat pada waktunya. Dan bagi yang tidak suka sholat jamaah maka bulan ini berlomba-lomba untuk sholat jamaah.

Fenomena selanjutnya adalah kalau biasanya ‘menyentuh’ al-qur’an hanya habis maghrib (itupun jarang..hehehe). Maka pada bulan ini mereka berlomba-lomba untuk membaca al-qur’an yang biasanya sehabis sholat fardhlu. Kalau dulu tidak jelas kapan katamnya maka pada bulan ini mereka berjuang sekuat tenaga untuk khatam minimal 1 kali dalam bulan berkah ini.

Fenomena selanjutnya yang gak biasa puasa maka berlatih-latih puasa. Kondisi ini tidak hanya berlaku bagi anak TK dan SD saja tetapi yang tua keladi juga masih ada. Minimal kalau tidak puasa maka mereka merokok atau makan sembunyi-sembunyi ditempat yang tak kentara. Wkwkwkwk

Fenomena lain mungkin masih banyak silahkan dicari sendiri….trus akankah fenomena ini berlaku hingga akhir ramadhan? Kita observasi dan teliti bersama-sama lagi. :-P

baca juga :

Categories: tarian Tags: , , , , ,

Mari ‘Mencuci Noda’ Bersama

Mari ‘Mencuci Noda’ Bersama

Sebelas bulan kita bergelimang dan bergulat dengan noda dan dosa, maka bulan ini adalah bulan yang tepat menghapus segala kekhilafan-kesalahan tersebut. Sebuah bulan yang didalamnya terdapat maghfiroh (pengampunan), bararokah (keberkahan), pelipatgandaan pahala amal serta di’tutup’nya pintu neraka. Sebuah bulan yang disebut Romadhon dengan ibadah syiam (puasa) sebagai amalan utamanya.

Ane mangajak diri ane sendiri dan kawan-kawan semua untuk sebisa mungkin memaksimalkan ‘dahsyat’nya bulan Ramadhan ini. Bulan rajab dan sya’ban mestinya sudah kita  manage sebagai prepare sebelum memasuki bulan mulia ini. Sebagaimana prepare kita sebelum melakukan turing baik jarak dekat maupun jarak jauh…..hehehehe

Perbedaan awal (maupun akhir bulan) setidaknya bukan hambatan bagi kita untuk memulai beramal di bulan ramadhan. Ada golongan yang lebih cepat penentuannya, ada yang jauh-jauh hari sudah menentukan pasti tetapi ada pula yang terlambat dari standarnya. Perbedaan penentuan ini tidak terlepas dari metode yang berbeda yakni ru’yat (melihat langsung hilal-anak bulan) dan hisab (perhitungan matematis-kalkulasi). Alangkah indahnya jika setiap golongan tepa selira dan saling menghormati pendapat masing-masing. Akan tetapi LEBIH INDAH sekali jika kita awali dan akhiri ramadhan secara bersama-sama. Tanpa ada yang curi start maupun terlambat finish…hehehe. Denger-denger HANYA di INDONESIA ada perbedaan awalan maupun akhiran ramadhan…hiks…hiks…

Mari mencuci dosa kita dengan banyak ‘detergent’ maupun ‘pewangi’ yang telah tersedia. Mulai dari yang utama puasa (ndak hanya nahan makan lho….), tilawah qur’an, infaq-sedekah, I’tikaf, tarawih dan amalan-amalan sunnah yang lain. Ingat, amalan bulan ramadhan ‘banyak bonusnya’….

Bagi kawan-kawan yang ingin beramal (zakat-infaq-sedekah) bisa melakukan di kotakamal atau lembaga-lembaga lain yang amanah, smart dan professional. Atau disalurkan sendiri kalau kita lebih ‘sreg’ dengan cara itu. Untuk menjembatani ‘syahwat besar’ kawan untuk beramal maka silahkan klik link kotakamal diatas atau klik disamping kiri dari blog sederhana ini. terima kasih.

Kang Heri Setiawan bersama keluarga mengucapkan “Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1432 H”. Semoga keluar dari bulan ‘pencucian’ ini, kita berharap semua menjadi pribadi yang bersih dengan harum semerbak mewangi…..xixixixixi.

baca juga :

Categories: salam Tags: , , , , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,476 other followers

%d bloggers like this: