Tentang iklan-iklan ini

Arsip

Posts Tagged ‘Masjid Tiban Turen’

Pesona Masjid Tiban, Turen, Malang

Mei 8, 2013 25 komentar

Masjid Tiban ? opo kuwi kang ? mungkin bagi warga Malang dan sekitarnya sudah tidak asing dengan masjid “aneh” ini. Dalam Bahasa Jawa tiban sama dengan mak bedunduk alias tiba-tiba ada gak tahu dari mana asalnya. Nah begitulah masjid megah yang ada di Jalan Wahid Hasyim, Gang Anggur, RT 27 RW 06, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang- Jawa Timur. KHS bersama-sama nawak-nawak jatimotoblog berkesempatan ziarah ke masjid ini ditengah agenda baksos jatimotoblog kemarin [postingan disini].

Hari minggu (28/4) udara cukup menyengat siang itu namun tidak menyurutkan tarikan gas untuk menuju Masjid Tiban ini. Jarak dari kota Malang sekitar 27 km yang mungkin bisa ditempuh sekitar 30 menit. Tetapi karena posisi kami sudah di Bululawang maka hanya butuh sekitar 15 menit mencapai lokasi.  Setelah sebelumnya makan siang terlebih dahulu di Warung Basmalah disekitaran Bululawang.

Dari berita burung terdapat cerita-cerita mistis yang meliputi Masjid Tiban ini. Mulai dari pembangunan masjid ini yang dibantu oleh jin, masjid ini sebagai istana jin hingga sebutan Masjid Tiban tadi. Sebenarnya kabar burung diatas sudah dibantah oleh pihak pengurus. Sejatinya masjid ini merupakan lokasi Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah.  Sekilas artinya Lautnya  laut, madunya Fadhaal Rahmat. Pesantren ini dibangun oleh Romo KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh pada tahun 1980-an.  Sedangkan pembangunan ponpes ini sudah dimulai sejak tahun 1991 silam dan sampai KHS kemarin ziarah pembangunan masih terus berkembang.

Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’Asali Fadlaailir RahmahTerkadang secara nalar pembangunan masjid juga mengundang tanda tanya menurut subjektifitas KHS.  Ane tidak paham kontruksinya dan bagaimana dengan jalan kampung yang sempit untuk memasukkan bahan-bahan material pembangunan diatas. Selain itu bangunan megah ini tidak mengandalkan sumbangan atau infaq dari siapapun. Dan yang lebih aneh lagi arsitektur masjid ini tidak melibatkan orang lain alias langsung dari Romo Kyai Sholeh  sendiri yang diperolehnya dari Sholat Istiqorohnya. Oleh karena itu mengapa pengembangan kawasan Masjid Tiban ini menjadi sesuatu yang ‘surprise’ karena tidak ada siapapun yang bisa menduganya.

masjid tiban ngalamMemasuki areal Masjid Tiban kita akan disuguhi bangunan yang megah dan menawan 10 lantai. Ornamen arsitektur yang bercampur antara Arab, India dan Thailand menghiasi sudut-sudut bangunan. Sebelum memasuki ruangan kita diminta mengisi semacam buku tamu dan melaporkan kepada petugas informasi mengenai tujuan kedatangan, berapa orang yang ikut rombongan, asal rombongan, nama pimpinan rombongan. Dan kita tidak dimintai biaya sama sekali alias gratis namun begitu tidak dilarang kalau mau infaq dikotak yang telah disediakan disudut-sudut ruangan.

larangan pacaran di masjid tibanOrnamen bangunan ini setiap lantai didominasi warna tertentu  seperti warna biru, kuning keemasan, merah, hijau dan putih.  Oia masbrow sebelum memasuki ruangan  maka alas kaki dilepas terlebih dahulu oleh karena itu disarankan membawa tas atau plastik untuk membawanya. Di lantai 1 ini kita akan langsung disambut kaligrafi yang cantik serta beberapa aquarium ikan-ikan kecil. Setiap lantai mempunyai tema-tema tersendiri seperti kebun binatang mini, pasar, pusat oleh-oleh dan kerajinan hingga puncak bangunan yang berbentuk seperti gunung.

pemandangan masjid turenTangga menuju masing-masing puncak sangat terbatas sehingga setiap pengunjung harus sabar dan bergantian agar tidak berdesak-desakan.  Apalagi tangga yang menuju puncak hanya mampu memuat 2 orang saja sehingga harus ekstra sabar. Bagi masbrow yang ingin membeli oleh-oleh ada di lantai 8 sedangkan kalau ingin melihat dari atas suasana disekitar pondok maka teman-teman harus sampai puncak alias lantai 10. Selain tangga sebenarnya ada lift tetapi mengapa kemarin ketika KHS kesana lift sepertinya tidak berfungsi.

ornamen masjid tibanBerhubung keterbatasan waktu maka KHS hanya mampu mengeksplorasi bangunan utama saja dimana sebenarnya masih banyak bangunan-bangunan lain disekitar lokasi. Bangunan utama ini sendiri juga masih kondisinya 60 persen dan masih terus berkembang. Saking  banyaknya pekerja dan tersebar di beberapa titik maka setiap pekerja ada nomor punggungnya yang KHS lihat hingga 200 lebih. Meskipun ziarah ke Masjid Tiban ini tidak ditarik biaya tetapi tidak mengurangi keramahan dalam pelayanan serta pengaturan ketertiban pengunjung.  Kalau kangmas dan mbakyu berminat kesini maka perlu menyiapkan tenaga ekstra karena menuruni lembah, menaiki tangga dan jalan-jalan dilokasi.

stan pernak pernik di masjid turenSaran untuk pengelola semoga tools-tools safety disediakan disekitar lokasi seperti kotak pemadam kebakaran dibeberapa sudut. Memang sih sudah ada cctv untuk mengawasi pengunjung atas tindakan yang tidak patut tetapi perlu dipertimbangkan adanya papan-papan penunjuk ketika terjadi keadaan darurat.  Pemerintah Kabupaten Malang juga mestinya memfasilitasi perbaikan akses jalan menuju lokasi sehingga bisa diperlebar dan diperhalus.  Pengunjung masjid tiban ini sudah lintas provinsi sehingga ini juga bagian promosi wisata religi di Jawa Timur. Maklum selama ini ketika ada ziarah wali songo maka masjid tiban menjadi salah satu alternative daerah tujuan.

puncak masjid tibanTertarik ? silahkah setting GPS kawan ke 8°9’4″S 112°42’48″E atau google maps -8.15099,112.712976 . Maturnuwun.

Peta dan latitude Masjid Tiban Turen Malang Jawa Timur

Peta /Latitude Masjid Tiban Turen Malang

maturnuwun

baca juga :

Tentang iklan-iklan ini
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.851 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: