About these ads

Archive

Posts Tagged ‘konsumsi BBM’

Tingkat konsumsi BBM Vario, Spacy dan Beat (Honda Matic Series)

Ini bukanlah tes yang ketat dengan ukuran dan standar baku tertentu tetapi hanyalah sebuah feeling  KHS ketika rental  ketiga jenis matic Honda diatas yakni Vario, Spacy dan Beat.  Seperti diketahui untuk menunjang aktivitas di Pusdik Reskrim Megamendung ini kadang KHS bersama kawan menyewa motor untuk turun gunung. Biasanya pergi ke Bogor atau arah Puncak dengan tarif 50-75 ribu perhari tergantung tawar-menawar.

Nah KHS sempat mencoba ketiga jenis matic Honda diatas dimana pasti mengisi bensin dulu di pom bensin terdekat sebelum dibawa ke daerah tujuan diatas. Cukuplah beli 10.000 saja (waktu BBM belum naik) yang dapat sekiat 2 liter an lebih dikit. Setelah itu langsung geber ke dareah tujuan biasanya ke Bogor. Dari sinilah feeling KHS dengan melihat indicator bensin mencoba menilai tingkat konsumsi BBM ketiga matic diatas.

Sekali lagi dengan mengandalkan indicator bensin di dashboar (entah akurat atau tidak indicator tadi) dan jarak yang sama untuk pengetesan konsumsi BBM ini. Yang jelas KHS menilai yang paling boros adalah VARIO (sepertinya variasi generasi awal alias belum matic), disusul kemudian SPACY dan terakhir yang paling irit adalah BeAT. KHS kurang begitu paham apakah berat kendaraan, torsi dan  daya maksimum begitu mempengaruhi konsumsi BBM ini meskipun sama-sama 110 cc-nya.

KETERANGAN

MATIC HONDA

NO

VARIO CW

SPACY CW

BEAT CW

1

Dimensi kendaraan 1.897 x 680 x 1.083 mm 1.841 x 660 x 1.094 mm 1.859 x 676 x 1053 mm

2

Berat kosong 99,3 kg 97 kg 89,3 kg

3

Jarak Sumbur roda 1.273 mm 1.256 mm 1240 mm

4

Daya maksimum 8,99 PS/8.000 rpm 8.54 PS/8.000 rpm 8,22 PS/8.000 rpm

5

Torsi maksimum 0,86 kgf.m/6.500 rpm 0.82 kgf.m/6.000 rpm 0,85 kgf.m/5.500 rpm
Diolah dari http://metalblogku.blogspot.com/2012/05/perbedaan-honda-beat-spacy-vario-dan.html

Mungkin masbrow dan mbaksis yang pernah mengendarai atau punya ketiga matic diatas bisa dishare dimari.

Maturnuwun.

link terkait :

About these ads

Ada yang pernah memakai 40 Plus Power Booster (semacam norival) ?.

September 24, 2012 17 comments

Minuman apa itu? Pikir ane ketika menerima sebotol  ‘minuman’ 80 ml ini. Ane dan beberapa teman mendapatkan 40 Plus ini ketika secara tak sengaja menghampiri kawan di hotel di Kediri (lupa namanya) ketika even kopdargab paku baja balok (hadeeh..postingan belum kelar :-( ). Setidaknya ada 3 kawan yang mendapatkan botol ini dari seorang bapak secara gratis.

Bapak itu menyatakan silahkan dicoba bahwa produk ini bisa menaikkan performa mesin dan menghemat konsumsi BBM. Berhubung pagi itu agak tergesa-gesa sehingga tidak sempat bertanya-tanya lebih lanjut lagi.  Maka ane pun mencoba mencari tahu lebih jauh lagi terkait produk ini lewat webnya yakni www.iwaenergy.com .

40 Plus Power Booster ini diproduksi di Sidoarjo, Jawa Timur. Merujuk pada websitenya bahwa produk ini tidak menggunakan teknologi peningkatan oktan tetapi lebih kepada teknologi molecular process. Produk ini berbahan dasar premium ataupun pertamax yang dirubah lagi susunan molekulnya. Zat aditif ini bisa digunakan untuk mobil, sepeda motor dan mesin yang lain dengan komposisi yang berbeda. Dari sisi harga produk ini  sepertinya masih terjangkau.

Klaim dari pabrikan menyatakan beberapa keunggulan 40 plus diantaranya :

  1. Mampu menghemat BBM lebih hemat sampai dengan 40%.
  1. Membuat tarikan mesin lebih bertenaga tarikan mesin lebih lebih ringan.
  2. Menyempunakan akselerasi serta performa mesin.
  3. Membuat temperatur lebih stabil.
  4. Membersihkan timbunan deposit/kerak pada fuel injector, inlet valve, ruang bakar sehingga dapat meningkatkan performa pembakaran dalam mesin dengan lebih sempurna.
  5. Menyempurnakan komposisi BBM.
  6. Mampu membakar BBM pada mesin dengan lebih sempurna ( menurunkan emisi gas buang secara significan ).
  7. Memelihara oli mesin lebih awet.

Jujur ane tidak pernah memakai atau mencoba produk-produk semacam ini seperti norival. Mungkin ada kawan yang sudah pernah mencoba bisa dishare dimari.  Dan sampai sekarang sebotol aditif ini masih tersimpan rapi digudang..hehehehe :-D.

 

baca juga :

Bajaj irit BBM?

Ketika mengganti busi beberapa waktu yang lalu di Beres Ngagel seperti biasa ane selalu melihat-lihat ruangan diler tersebut. Saat itu mata ane tertuju pada papan pengumuman “Siapa Paling irit?”. Setahu ane papan pengumuman ini hanya ada di Beres Mayjen sama Beres Ngagel ini. Kalau di Beres A.Yani atau di Beres Gresik dulu pas servis tidak menemukan papan tersebut. Tidak tahu kalau sekarang sudah dipasang soalnya semua satu jaringan diler.

Kembali ke Tekape, di papan tersebut tertulis motor bajaj brader-sister yang diklaim irit menurut penulisnya.  Dari papan yang ane amati tertulis angka keiritan tertinggi diraih oleh motor P135 dengan angka 70 km/liter serta paling rendah 40 km/liter di sabet motor P180. Ane sendiri tidak paham sohih tidak data yang dituliskan di papan tersebut. Tetapi kalau penasaran bisa menghubungi nomor telpon atau hendpon yang tertera didalamnya. Dulu kalau tidak salah ketika di beres Mayjen saya pernah melihat ada XCD yang tembus hingga 90 km/liter. Wow…..

Berbicara keiritan memang berbicara relatifitas. Artinya pabrikan bisa berbicara keiritan sebuah produknya tetapi konsumenlah yang nanti dapat membuktikannya. Bajaj selama ini memang mengklaim sebagai sebuah pabrikan dengan produk yang irit BBM.  Dan mungkin data diatas dapat mendukung klaim dari BAJAJ. Benarkah semua begitu? semua tergantung kondisi motor dan style riding.

Ane sendiri rider P180 memang konsumsi BBM dengan asumsi standar untuk dalam kota 40 km/liter sedangkan kalau luar kota bisa mencapai 45 km/liter. Selama ini kondisi Milestone masih standar semua alias tidak berani ‘obok-obok’ permesinan. Tetapi cerita beberapa kawan sungguh miris. Ane lupa nama dan jenis pulsarnya yang jelas konsumsi BBMnya mentok hanya nyampe 27 km/liter. Inipun kondisi dalam kota dan menurut penuturan yang bersangkutan riding style juga biasa alias econo riding tanpa bleyer-bleyer atau betot gas berlebihan. Bahkan dahulu ada yang complain karena sungguh terlalu masak cuma mentok 23 km/liter padahal baru dari diler (sekali lagi lupa nama dan lokasi ‘komplain’ ini).

Monggo kawan penyemplak produk Bajaj baik Pulsar maupun XCD bisa dishare konsumsi BBM kawan-kawan dimari. Maturnuwun (khusus yang pake premium yah soalnya gak kuat beli pertamax..hehehe)

maturnuwun

baca juga :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,464 other followers

%d bloggers like this: