Komparasi warganet antara Wuling Cortez dan Mitsubishi Pajero, monggo disimak gans.

Komparasi warganet antara Wuling Cortez dan Mitsubishi Pajero, monggo disimak gans.
ktm indonesia

Komparasi warganet antara mobil Wuling Cortez dan Mitsubishi Pajero, monggo disimak gans. Warganet Uzan Ikhwan Muslimun membagikan pengalamannya ketika geber mobil Wuling Cortez dan Mitsubishi Pajero. Pengalaman doi diposting digrup facebook Wuling Owners and Fans Indonesia (WOFI) pada tanggal 03 Desember 2018. Meskipun memang beda kelas namun tidak ada salahnya bila dikomparasi antara mobil jepang dan mobil dari negeri tirai bambu….hehehe. Monggo disimak

Komparasi warganet antara Wuling Cortez dan Mitsubishi Pajero, monggo disimak gans.Komparasi warganet antara mobil Wuling Cortez dan Mitsubishi Pajero


CORTEZ vs PAJERO

Hari ini akhirnya bisa bawa pajeronya abang saya, lumayanlah, dari boyolali sampai sragen via tol.


Sebenarnya gak apple to apple sih kalo ngebandingin Cortez sama pajero. Tema mobilnya juga beda. MPV vs SUV. Istilahnya, mobil keluarga vs mobil petualangan. Tapi cobalah, saya akan coba bahas bagian-bagian yang bikin saya terkesan.

SPACE PENUMPANG

Pertama kali naik saya jadi penumpang, duduk di baris kedua. Kesan sebagai penumpang? Secara space, menang Cortez jauh. Ruang kaki lebih lapang dan posisi duduk lebih nyaman Cortez. Di Cortez Ketika kursi penumpang depan dimundurkan habis, penumpang baris kedua masih dapat space yang lumayan nyaman. (Review bisa dilihat di Youtube-nya carmudi).

Beda di pajero, ketika kursi depan dimundurkan habis, space baris kedua benar-benar minimal. Untuk baris ketiga, bahkan anak kecil pun kurang nyaman duduk di baris ketiganya.

Cortez jelas unggul soal space penumpang.

KAKI-KAKI MOBIL

Soal kaki-kaki mobil dan pengaruhnya ke penumpang? Nah ini, pajero sangat mumpuni dalam hal melibas jalan jelek atau berlubang, tapi kurang mumpuni dalam menangani goyangan. Saya agak bingung membahasakannya.

Jalan tol solo-kartasura itu bergelombang. Karena bergelombang, mobil jadi cenderung bergoyang liar ketika melewati jalan seperti ini dalam kecepatan tinggi. Nah, pajero terasa kurang mumpuni menangani gaya goyang ini bila dibandingkan Cortez. Di jalan bergelombang penumpang terasa terlempar-lempar.

Cortez sebaliknya, dia sangat mumpuni dipacu di atas jalan bergelombang. Penumpang hanya berasa seperti naik perahu di air tenang. Tapi jika melewati jalan berlubang? Wah amit-amit, ini kelemahan terbesar Cortez, khususnya di unit saya. Ketika lewat jalan berlubang, atau speed bump, getarannya sampai ke hati.

Dalam hal kaki, siapa yang menang? Ya, seri aja deh, masing-masing punya keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Kalo ngarep kaki sempurna, nyaman di jalan berlubang atau bergelombang, mobil yang pernah saya coba dengan kondisi seperti itu adalah Honda Accord, Toyota Crown dan BMW 318. Semua sedan.

SPEED dan TRANSMISI

hehehe… Yang ini kayanya gak usah dibahas, mesin 180hp vs mesin 128hp. Ya jelas menang pajero.

Pajero bisa stabil dipacu di kecepatan 140-150kpj. Sayangnya itu juga karena jalannya bergelombang. Saya yakin kalo jalannya mulus bisa stabil di 160-180kpj.

Cortez? Lari 140kpj itu udah terhitung ngoyo. Rpm mesin diatas 4000. Stabil hanya di kisaran 110-130kpj. Pajero lari 150kpj itu RPM nya cuma dikisaran 2000an.

Transmisi? Ya tetap menang pajero, AT dengan 8 percepatan. Pemilik Cortez cukup bersyukur dikasih transmisi AMT 5 speed. Itupun Ngebejek-nya harus pakai perasaan kalo gak mau dibilang sebagai driver baru belajar nyetir qiqiqi….

INTERIOR

interior ya so-so aja sih menurut saya, 11-12. Pajero masih pakai plastik keras di sebagian besar interiornya, tapi plastik keras ini tetap aja terasa mahal. Cortez sudah didominasi bahan soft-touch untuk interiornya, terasa mevvah.

Untuk jok, jelas menang Pajero, dibungkus kulit beneran! Pemilik Cortez cukup bersyukur aja dikasih jok kulit-kulitan. Itu pun masih dikombinasi sama kain tipis di bagian yang gak kelihatan. Dasar mobil china!

FITUR KENYAMANAN dan KEAMANAN

NAH ini, owner Cortez boleh tertawa bahagia soal fitur kenyamanan. Fitur kenyamanan Cortez bikin Pajero lebih mirip mobil biasa. Layar LCD, mewah Cortez, ala BMW. Suara audio? Unggul Cortez, settingan yamaha. TPMS? Pajero gak punya. MID? Pajero tampil seadanya. Bangku elektrik? Cortez kiri kanan depan full elektrik. Pajero hanya di sisi driver.

Masih panjang sih daftarnya..

Pokoknya soal fitur kenyamanan, menang Cortez.

Soal fitur keamanan? Ya menang Pajero dikitlah. Sama-sama punya ABS, EBD, BA, VSC, Hill Assist, airbag, sensor parkir, kamera parkir. Pajero punya anti-colission. Cortez tidak.

BODY

Nah yang ini saya agak kaget

Cortez; bukan kaleng-kaleng

Pajero; agak kaleng-kaleng. Saya kaget mendapati pintu belakangnya hanya setipis ATM. Saya yang terbiasa menutup pintu Cortez sepenuh tenaga, jadi gak enak hati sama abang saya waktu melakukan hal yang sama ke pintu belakang Pajero nya. Begitu ditutup sekuat tenaga bunyinya menggetarkan jiwa.

AKHIRUL KALAM

Kesimpulannya;

Pajero manjain driver. Dan jelas gagah, cowok yang duduk di kursi driver mobil ini langsung auto-ganteng.

Cortez manjain penumpang, kalo jadi supir mobil ini siap-siap aja ditinggal tidur penumpang. Dan yang jelas juga manjain kantong. Harga murah dengan fitur berlimpah, pajak murah, biaya perawatan juga rendah.

Pilihan masing-masing, beda orang beda uang beda prioritas. jangan terpolarisasi macam cebong sama kampret.

****

Beberapa warganet menanggapi postingan diatas. “Mobil jepang kalau memang bukan high end macam Lexus memang ngga wah2 bgt om. Pajero/Fortuner/CRV kan di bilangnya upper class padahal sebenarnya mid high 🤣 . Tau lah jepang minim fitur, mana di jual mahal juga haha ” terang Reggae William Rumley. Tommy Wardiman juga turut berkomentar, “Buat penampilan & untuk berkendara di jalan non aspal Pajero sport lbh oke, krn ada vitur auto ganteng & mobil SUV, buat kenyamanan jelas Cortez lbh unggul. Kebetulan ke 2 mobil ini sy sdh pernah coba ” tegasnya.

Terkait dengan karakter suspendi Brian Andi juga turut nimbrung. “Soal karakter suspensi, ikut komentar, sebenarnya yang lebih meredam speed bumper, jalan jelek / berlubang itu adalah ban dengan profile tinggi. Pajero selaku SUV pasti profile ban jauh vs cortez yang cenderung tipis. Nah ban ini jago banget kalau soal jalan jelek. “ ujarnya

“Soal karakter suspensi memang mitsu dengan SUV nya berkarakter stif, ini yang bikin mobil serasa lompat2 ketika menghadapi jalan bergelombang, beda dengan MPV. Saya pernah membandingkan triton dengan blazer, (walau beda segmen juga) blazer luar biasa nyaman dengan karakter mengayun seperti kapal kalau di jalan bergelombang dan jalan jelek. Hal ini diakomodir dengan type suspensi torsion beam di depan dan leaf spring di belakang, cuma karena leaf spring yang special dan body blazer yang berat ini SUV berasa sedan ….” tuturnya panjang lebar.

Warganet lain menegaskan bahwa kedua mobil tersebut beda kelas sehingga tidak pas. ” Ya jelas beda lah 😂 sebenernya gabisa sih dibandingin, peruntukannya aja udah beda. Dengan harga yang sama / mirip2 dengan pajero, Menurut saya cortez lebih cocok dibandingin sama Nissan Serena / Toyota NAV1 / Toyota Voxy/ Mitsubishi Delica #CMIIW ” ujar Luthfir Rahman

Itulah mantemans Komparasi warganet antara Wuling Cortez dan Mitsubishi Pajero. Secara harga memang terpaut jauh kedua mobil tersebut dimana Cortez dibanderol sekitar 200 jeti sedangkan Pajera hampir 2 kali lipat yakni di angka 400 jetian.

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3702 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

Be the first to comment

Monggo dikomeng gans..