Perbedaan selera motor sport negara India vs Indonesia menurut warganet

Perbedaan selera motor sport negara India vs Indonesia menurut warganet. Motor sport setiap negara tentu memiliki perbedaan baik dari sisi desain, mesin maupun fiturnya. Salah seorang warganet Dhika Rizky membagikan hasil penerawangannya di grup facebook ‎BEKAKAS (Bergejil Suka Motor Bekas) mengenai perbedaan selera motor sport antara Indonesia dan India. Monggo disimak mantemans…

Sekedar diketahui saja bahwa produk India juga pernah wira-wiri di Indonesia seperti Bajaj dan TVS. Namun perbandingan ini dilihat secara umum dari lokalistik antara India dan Indonesia yang sama-sama memiliki penduduk terbesar di dunia. Monggo disimak mantemans..

“Mencoba membandingkan selera motor sport negara India vs Indonesia. Kayaknya menarik kalau dibahas ya 🤔 . Perbandingan ini saya rangkum berdasarkan baca-baca di internet dan nonton YT. Mungkin nggak 100% akurat tapi semoga ini bermanfaat, CMIIW 😁 ” ujar Dhika Rizky di grup facebook ‎BEKAKAS (Bergejil Suka Motor Bekas) pada tanggal 02 Juni 2018. Postingan tersebut dilengkapi 2 foto motor yakni Honda CBR250RR buatan Indonesia dan TVS Apache 310 buatan India. Selengkapnya berikut perbandingannya brosis…

1. Definisi motor kencang? (Non-moge)

INDONESIA:

  • – Motor sport fairing maksimal 250cc
  • – Banyak pernak-pernik teknologi dan fitur, contohnya: suspensi USD, drive-by-wire, injeksi, DOHC, air ram, liquid cooling, VVA, dll.
  • – Semakin banyak jumlah piston/seher, semakin kencang motor itu biarpun cuma 250cc, dan juga lebih berkesan gengsi
  • – Suara stereo wajib 🤣

INDIA:

  • Motor sport fairing dan non fairing (Saya nggak tau di India patokan moge itu mulai dari berapa cc? )
  • – Teknologi dan fitur nggak terlalu begitu penting.  Mesin SOHC, pendingin udara, karburator, 1 silinder, gigi 5 speed kayak motor Royal Enfield nggak masalah, yang penting larinya kencang.
  • – Kebalikan dari Indonesia, di India semakin besar kapasitas cc mesin semakin kencang dan semakin bergengsi motor itu biarpun cuma 1 silinder teknologi sederhana (kalau ini ada pengecualian buat KTM Duke/RC series dan TVS Apache RR 310 😅).
  • Suara cempreng mono? Nggak peduli. Sekali lagi yang penting larinya kencang 😂

2. Penggunaan Rem ABS ?

  • INDONESIA: Nggak begitu penting
  • INDIA: Penting, karena peraturan pemerintah India mewajibkan motor diatas 125cc harus punya ABS biarpun cuma single channel atau 1 roda.

3. Headlamp

  • INDONESIA : LED, kunci kontak on lampu nyala (AHO)
  • INDIA : Bohlam halogen biasa, pakai switch on-off

4. Desain


  • INDONESIA: Sport pasti serba meruncing
  • INDIA: Sport belum tentu serba meruncing

5. Test komparasi oleh media

  • INDONESIA: Sesuai generasi, tahun, kapasitas, teknologi, dan jumlah piston mesin. Misalnya Ninja 250 2018 vs R25 vs CBR250RR
  • INDIA: Random, malah bagi saya terkesan ngaco. Masa R15 V2 lawannya Pulsar RS200??? 🤣

Kesimpulan:
Soal motor, mindset di India dan di Indonesia ternyata saling berkebalikan 😂😂😂

Misalnya gini, di Indonesia semakin banyak jumlah piston/seher semakin kencang itu motor biarpun kapasitasnya maksimal cuma 250cc. Di India kebalikannya, semakin besar kapasitas mesin semakin kencang itu motor biarpun cuma 1 silinder 310cc.

Ok cukup segini saja, maafkan saya kalau ada kesalahan penulisan. Terima kasih 🤣


Postingan diatas memantik diskusi dikalangan anggota Bekakas. Warganet ada yang menyoroti terkait bahan masing-masing motor. “INDONESIA : Besi campuran, INDIA : Besi beneran ” tutur Singgih Maleyson. Hal ini KHS rasakan dengan produk Bajaj Pulsar 180 yang hampir semua besi khususnya urusan tangki yang tidak pakai kondom sama sekali.

Usamah Usamah juga menyoroti terkait penggunaan material pada motor di kedua negara. “Diindia material kudu tebel tebel. Tau ndiri orang india gede gede bawaanya juga bisa bonceng 5. Diindo yg penting enteng bodo amat material tipis juga ” terangnya. Sedangkan Muhammad Irwansyah menyoroti terkait ragam pilihan di kedua negara. “Enakan di india lah, jenis motor, merk dan ccnya beragam. Tinggal pilih sesuai kebutuhan dan budget. Emangnya disini, motornya gitu2 aja. Udah gitu motor buatan lokal selau kalah spek sama yg buat di impor. Beda sama india yg gak ada bedanya.” ujarnya.

Beberapa komentar lainnya mantemans

Adji
sebagai pengguna cbu indihe wkwk komentar saya mereka bikin lebih ke fungsi, tampilan & fitur piker keri. yg sy lht dr motor² dsni yg merk indihe jarang yg rangka patah mesin klotok2 shock ambles velg tipis mesin vampir. cuman kalo mslh fitur dan tampang mereka nyleneh biasanya. kecuali duke sm bmw 310 wkwk

Syarif Genzo Shimadzu
Yang saya tau,,d.india kaya’a lebih kepada kepada esensi motor itu sendiri
Yaitu sebagai kendaraan/transportasi. Jadi mreka menggunakan’a sesuai kebutuhan’a
Inti’a sih bisa d.pake+bonus’a bisa ngejar waktu(cepet)

Rizaldi Ilman
Kalau ada motor pakai box, frame slider, setang touring, lampu tambahan dll.. Di India, Dibilangnya modif Indonesian style hehehe

Andrea Roman
Dibelahan dunia mananpun selera pasti beda tiap org,tapi yg seleranya unik itu di Indonesia,ada 2 kategori disini

1.Speedlovers pasti g mikirin suara mbah, yg jelas cc besar,handling lincah,mesin power full,baru deh tampilan…

2.yg sukanya style,gaya ala-ala mbah, no 1 tampang mogelook, suaranya merdu dua silinder aja masih kurang.. Sampe pada pasang sound boster,biar kaya motoGP.
Wjib USD,klu gak pasang sdri pake Cover dari paralon…

Klu ada motor semport baru, barometernya pasti NINJA sampe dibkin lagu.

Chandra Yulizar
INDONESIA = Motor fairing = Auto Ninja.
Gak peduli mau CBR-1000 atau ZX-14R, tetap dipanggil Ninja.!

Beberapa warganet menyoroti terkait kebiasaan pembagian cc mesin yang berbeda antara India dan Indonesia. “Tapi di India patokan kelas CCnya beda dengan kita Mbah, buktinya ada pulsar 180, 220, tvs 310. Kalo kita kan 150, 250, 400.  Selera juga sih yg berpengaruh ” tegas Reandy Taqwa Andriyono. Sementara Ardians Maulana menyoroti terkait besaran pajak untuk produk mewah diantara kedua negara. “Di india pajak nya gak selangit, jdi enak masuk2 produk +250. Lagian disini ngapain mahal2 .. Cabe2an sini suka nya malah matic 15jt + ban + plat nomer tjatjing + kalung bunga oren. Itu aja dia ud mau buka atas bawah di poto2 ” pungkasnya.

Itulah mantemans perbedaan selera motor sport negara India vs Indonesia menurut warganet. Yah namanya selera tentu biasanya cenderung berbeda tergantung kondisi situasi, sosial budaya dan pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Harus diakui bahwa produk India sudah mengaspal di jalanan dan hal ini tidak berlaku sebaliknya….hehehehe.

Maturnuwun

baca juga :

 

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3639 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

8 Comments

  1. Batas pajak, klw 500cc batas barang mewah yg 250 aye rasa ngk laku, dulu 200cc , Now 250, besok 500cc bahagia

1 Trackback / Pingback

  1. Beda alay antara India dan Indonesia – setia1heri.com

Monggo dikomeng gans..