Kaca depan Bus Eka dilempar batu di Sragen, sopir meninggal dunia seusai dari terminal

Kaca depan Bus Eka dilempar batu di Sragen, sopir meninggal dunia seusai dari terminal. Kasus vandalisme menimpa Bus Eka jurusan Surabaya-Magelang tepatnya di Masaran, Sragen pada kamis dini hari sekitar pukul 01.30. Sopir bus bernama Misdi (51) terluka kakinya setelah batu besar yang dilemparkan orang tak dikenal memecahkan kaca depan. Misdi masih sempat menurunkan penumpang di terminal Solo dan kemudian berniat pulang kerumahnya yang ada di Banjarsari, Solo. Namun diduga kehabisan darah sopir bus ini meninggal dunia didepan gang rumah diatas bus yang dikemudikannya. Innalillahi wainna ilaihi rajiun…

Kejadian naas ini menjadi viral ketika seorang warganet Abu Shofiyyah Noordin membagikan status temannya yang ada di Solo pada Kamis, 31 Agustus 2017.

Abu Shofiyyah Noordin 

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ….tetanggaku sopir bis eka tadi pagi shubuh meninggal dunia, diatas bis yg disopiri….sebelumnya almarhum mengalami kejadian, bis EKA Surabaya magelang yg disopiri dimasaran sragen dilempar batu besar oleh orang yg tidak bertanggung jawab, pas mengenai kaca sopir dan mengenai korban pkl 02.00 an dini hari,

Alhamdulilah alm bisa membawa penumpangnya dg selamat sampai diterminal tirtonadi solo, karena rumah sumber dg terminal dekat, alm memutuskan pulang dan mau istirahat, belum sampai rumah dan belum bertemu anak.dan istrinya, alm meninggal dunia pkl 04.10 menit diatas bus EKA didepan gang rumahnya, walau sempat dilarikan kerumah sakit panti waluyo ….

Barangkali pembaca fb yg merasa melakukan hal itu, mungkin anda tidak tau akibatnya fatal dan membuat anak2nya jadi anak yatim, datang dan mintalah maaf, biar hidup anda tenang, mungkin andapun tidak tau, kalo sopir itu, pak misdi usia 51 th meninggal dunia, meninggalkan seorang istri dg 3 orang anak yg masih kecil2, padahal alm orang yg sholeh, ramah, gak ugal2an, sayang keluarga dg sejuta impian yg selalu alm ceritakan pada sesama crew Eka utk keluarganya, waktu dilempar batu, alm sempat ngomong, salahnya apa kok tega2nya lempar batu, ngebut juga enggak …….

Apabila anda yg membaca status saya ini dan yg melakukan, biar hidup anda tenang, datanglah kerumah duka sumber jetis rt 3 rumah bu nanik atau ibunya bu hadi bebek …jenazah dimakamkan jam 1 siang ini. COPAS DARI TEMANKU YG DI SOLO
#dr group eka 😢

Informasi yang dihimpun dari regional.kompas.com (31/8/2018), rumah Misdi berada di Sumber Jetis, RT 3 RW 7, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo yang hanya beberapa km dari lokasi terminal. Misdi berencana pulang sesuai mengoper semua penumpang namun ternyata sesampai gang depan rumahnya ia meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB pagi hari. Sempat dibawa ke Rumah Sakit Panti Waluyo Solo namun nyawa Misdi tak bisa diselamatkan. Diduga korban kehabisan darah selama perjalanan dari Sragen menuju Solo. Almarhum kemudian dikubur di Taman Pemakaman Umum Boto, Jetis sekitar pukul 13.00 WIB.

Istri korban, Nanik merasa bahwa ini sudah musibah karena suaminya merasa tidak punya musuh selama 28 tahun menjadi sopir bus sejak tahun 1989. “Beliau baik sekali orangnya. Saya tak yakin kalau punya musuh. Pelemparan batu itu sudah kehendak Yang Maha Kuasa,” tutur Nanik dengan terisak sebagaimana diberitakan kompas.com

Beberapa komunitas bus mania di tanah air mengungkapkan bela sungkawa atas kejadian yang memilukan ini. “Kami keluarga besar IBM turut berbela sungkawa, semoga dosa2 beliau diampuni, dan keluarga yg ditinggalkannya diberi kesabaran, aamiiin…” ujar Pramudita Eka mewakili komunitas IkhwanBisMania dalam kolom komentarnya.

Warganet lain membagikan pengalamannya mengenai kejadian serupa di wilayah ini. “Didaerah itu memang rawan seperti itu mas. Bahkan kami serombongan pernah mengalami hal seperti itu diwaktu siang hari bolong. Semoga saja aparat yang berwenang tanggap dengan ulah para pecundang itu ” ujar Abu Hanif Sutrisno

Dari foto diatas terlihat jelas bahwa batu tersebut mengenai aca depan persis di depan kursi pengemudi. Terlihat berlubang cukup besar dan ada retakan.  Atas dasar tanggungjawab dan tugas kemungkinan Misdi memaksakan diri untuk tetap mengemudi dan ternyata berakibat hilangnya nyawa beliau karena diduga kehabisan darah. Semoga amal baik korban diterima disisi Allah SWT. Amiin.

Bagi pelaku dimanapun anda berada tentu karma itu akan kembali. Sebagai hukum alam selalu ada aksi dan reaksi, barang siapa menabur angin maka ia akan panen badai. Semoga anda cepat sadar dan tobat atas sikap vandalisme yang merugikan orang lain ini.

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

2 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »