Misteri mobil Kia Karnival nabrak Candi Kidal di Malang

Misteri mobil Kia Karnival nabrak Candi Kidal di Malang. Seperti diketahui bersama ada sebuah mobil menabrak Candi Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (25/7/2017) dini hari. Pengendara mobil Kia Karnival warna silver dengan nopol BE 2844 GHitu diketahui bernama Joko Agus Gunawan (35) warga Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yang juga merupakan warga sekitar Candi. Ia merupakan seorang dokter di salah satu rumah sakit yang ada di Malang dan diketahui sering melakukan ritual di Candi Kidal.. Menurutnya dia menabrak karena ngantuk dan halusinasi. Benarkah?

Kejadian tertabraknya Candi Kidal ini membuat heboh dan viral. Menurut warga ini pengalaman pertama ada mobil menabrak candi tersebut. “Pertama dalam sejarah ada mobil nabrak candi di sini,” kata salah satu warga sekitar candi yang mengaku bernama Edi sebagaimana diberitakan oleh detik.com (Rabu 26 Juli 2017).  Akibat kejadian ini pagar candi mengalami rusak parah dan bagian depan candi terdapat kerusakan secara arsitektural yakni ndlesep kebelakang.

Informasi yang dihimpun, Diduga pengendara sopir itu terbawa halusinasi sehingga tidak sadar jika dirinya menabrak pintu gerbang komplek candi. Mobil lalu memasuki komplek candi dan baru terhenti setelah menabrak bagian depan candi. Anehnya pasca menabrak, Joko meminta warga untuk mandi besar. Lokasi mandi besar ada di dibelakang candi tersebut. “Sopir (Joko Agus Gunawan) punya niat mandi di sumber air yang berada di belakang kompleks candi. Untuk masyarakat disini (Tumpang) cukup dikenal,” ujar Yusuf.  Akibat kejadian itu, bagian depan mobil hancur. Meskipun plat BE merupakan plat Lampung namun mobil ini sudah dimiliki warga Malang tersebut. 

Tanggapan beragam warganet yang menuding sang dokter mabuk, ngantuk dan sebagainya. Namun informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan sang dokter dalam kondisi sadar dan barusan mengantarkan temannya di daerah Pakis. Beberapa warganet juga penasaran dengan minimnya bekan bas pada area candi yang menunjukkan pergerakan mobil sebelum menabrak candi. 

Kl mobil mlaju dr arah tumpang… aku ga heran. Tp klo dr arah selatan…yo mboh maneh. ancen sblh lor e candi kidal iku serem. Pondok pesantren cidek kunu ae tau sepi sampe ga duwe santri..”tutur Ovan Ra.

“Saya tidak habis pikir, padahal di sini jalannya kecil, tapi mobil bisa menabrak tembok dan nyelonong ke candi,” kata Ahmad warga sekitar.

Umpomo positif thinking wae, leluhure awake dewe ng kidal njaluk daerahe diruwat dgn perantara si pak dokter ngono kiro” saget nopo mboten mbah? Dalanan kidal termasuk smpit lo, gek iku pager ngarep sak elingku ono cor munggah sktr sak kilan. Kiro” kecepatane piro kok iso mobile smpe tekan kono? Mbanting setir 90 derajat kok yo ra numplek bar nabrak pager.” ujar Medy Kurniawan

Pengalaman warganet lain yang merasa terbang dengan mengendarai mobil. Warganet Yan Suryanto menceritakan pengalamannya di grup info IMR berikut ini :

Hal serupa bisa terjadi pada siapa saja, termasuk yang pernah saya alami. Kejadiannya pada tahun 1997 di kuburan Senggreng – Sumberpucung, sekitar jam 1 malam. Pada saat itu saya naik kendaraan jip duduk dibelakang sendirian. Pada saat melintasi daerah kuburan itu, kendaraan dengan kecepatan tinggi saya lompat keluar dan langsung lari masuk tengah area pemakaman. Kendaraan yang kecepatannya cukup tinggi bisa berhenti sekitar 100 m dari lokasi. Dua teman yang duduk di depan, termasuk sopir sama me-manggil2ku dengan rasa ketakutan…

Waktu itu keadaan saya masih belum merasa ngantuk, habis bertamu ke rumah seorang tokoh desa (mantan kades). Perasaan saya saat melompat dari kendaraan, saya merasa mengejar burung perkutut bagus, seperti di perkampungan yang ramai dan terang benderang.

Akhirnya burung yang saya kejar itu terbang tinggi dan hinggap di pohon beringin besar yang masih ada sampai sekarang. Saat itu juga saya sadar bahwa saya berada pada kegelapan malam ditengah kuburan. Pada saat itu pula saya mulai dengar teriakan kedua teman yang sedang kebingungan dan ketakutan menghadapi keadaan.

Keesokan harinya, pas rame2 ada acara di Stadion Kepanjen ( sblm Kanjuruan ), saya dikabarkan kalap di kuburan Senggreng….

MA’AF CERITANYA PANJANG…. PENGALAMAN YANG TAK TERLUPAKAN


Mengutip wikipedia.org, Candi Kidal adalah salah satu candi warisan dari kerajaan Singasari. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati, Raja kedua dari Singhasari, yang memerintah selama 20 tahun (1227 – 1248). Kematian Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya sebagai bagian dari perebutan kekuasaan Singhasari, juga diyakini sebagai bagian dari kutukan Mpu Gandring.

Candi Kidal secara arsitektur, kental dengan budaya Jawa Timuran, telah mengalami pemugaran pada tahun 1990. Candi kidal juga memuat cerita Garudeya, cerita mitologi Hindu, yang berisi pesan moral pembebasan dari perbudakan. Sampai sekarang candi masih terjaga dan terawat.

Well, anda bisa percaya dan tidak percaya karena itu hak anda. Kenyataanya telah terjadi kecelakaan mobil menabrak candi yang disebabkan halusinasi yang dialami oleh seorang dokter.

Maturnuwun

sumber : grup fb  ‎The Lost History of Nusantara dan INFO MALANG RAYA (IMR) Independen & Objektif.

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

One Comment

Monggo dikomeng gans..

Translate »