Njajal numpak Suzuki GSX R 150 wira-wiri Gresik – Surabaya

Njajal numpak Suzuki GSX R 150 wira-wiri Gresik – Surabaya. Suzuki GSX R 150 yang mengaspal di tanah air awal 2017 akhirnya sempat juga KHS incipi untuk riding harian. Hari rabu-kamis, 14-15 Juni 2017 KHS menggeber ini motor untuk harian pulang pergi kerja Gresik Surabaya sekitar 60 km PP setiap hari. Bagaimana impresinya mantemans? yuuk simak pengalaman blogger nubi plus pinggiran ini.

Unit Suzuki GSX R 150 warna Stronger red  ini merupakan unit test ride punya Suzuki IJMG Indrapura. Siapapun sudah tahu motor dengan dapur pacu ini 150 cc, Single-cylinder, DOHC 4-Valve, 4-Stroke Engine ini laris manis bak kacang goreng. Bahkan denger-denger pihak Suzuki hingga kewalahan akan kebanjiran order motor sport ini. Nah berikut pengalaman KHS geber ini motor brosis.

Ergonomi

Motor ini memiliki Seat Height : 785 mm dan Ground Clearance : 160 mm. KHS yang memiliki ketinggian 175 cm bisa menapak sempurna dengan tanah alias tidak jinjit sama sekali. Busa joknya standar motor laki yang terbilang agak keras. Berhubung suzuki GSX R 150 mengaplikasikan stang underyoke jadi dipastikan cara gebernya mesti nungging khas motor sport fairing brosis. Menurut KHS lebih nungging GSX R 150 dibandingkan dengan Honda CBR150R. Tumpuan beban ada dipergelangan tangan ketika geber motor sehingga harus pandai jaga posisi agar nyaman berkendara jauh.

Posisi bodi yang tergolong mungil bagi KHS sangat memudahkan untuk mengangkangi sekaligus menungganginya. Space joknya masih leluasa bila mantemans ingin merunduk mengejar speed dengan menggeser pantat kebelakang. Sementara posisi jok penumpang khas juga motor sport fairing yang nungging plus mungil. Cucok bagi penganten baru biar nempel terus kayak perangko…xixixi.

Engine

Suzuki GSX R 150 secara mesin basicnya masih ada bau-bau satria fu fi 2016 sehingga secara karakter mesin hampir mirip. Mesin kubikasi 147,3 cm3 dengan Single-cylinder, DOHC 4-Valve, 4-Stroke Engine. Data diatas kertas menunjukkan Max Power sebesar  19 HP (14 kW) @ 11,000 rpm dan Max Torque pada angka 13,9 Nm @ 8,500 rpm.

Tarikan bawah dan tengah sangat responsif sehingga cocok buat untuk stop and go. Ngulik putaran gas menuju 10.000 rpm rasanya cepet banget dan sering mentok limiter RPM…hehehe. Bodi yang mungil serta ringan yakni 131 kg menjadikan ini motor sangat lincah untuk meliuk-liuk dijalanan. Bodi yang menyatu sehingga cucok buat miring-miring juga kawans.

Njajal Numpak

Sebelumnya remote keyless dimasukkan saku kemudian tekan sekali knob untuk start awal. Selanjutnya geser knob diposisi ON dan tekan tombol starter. Di dashboar akan ada sapaan akrab, GO…150. Di odometer ini cukup lengkap memberikan informasi bagi bikernya mulai dari indikator gigi, jam, limiter RPM, indikator interval ganti oli dan fitur-fitur lain. Ketika tombol starter ditekan terdengar suara melengking khas suzuki terlebih bila RPM ditambahkan dimana semakin melengking brosis.

KHS pun langsung geber menyusuri jalan dari Gresik menuju Surabaya. Laporan pandangan mata saja ya gaes… gigi 1 pada speed 30 km/jam, gigi 2 di posisi 63 km/jam, gigi 91 km/jam dan gigi 4 pada speedometer terlihat 121 km/jam. Cukup…wis… KHS tidak berani mengeksplorasi 2 gigi tersisa karena memang njajalnya di trek lurus jalan raya tepatnya di romokalisari…hehehe. Itupun limiter RPM sudah nyala-nyala teruss tapi overall tarikan atas juga gila banget brosis.

Buat selap-selip ini motor memang sangat lincah karena bodinya yang tergolong mungil dan ringan untuk motor dikelasnya. Sementara sektor shockbreaker depan belakang cukup responsif melibas jalan bergelombang di sekitar kalianak. Mungkin yang terasa banget sektor belakang karena terasa agak keras bila menghajar lubang yang agak dalam. Yah masih dalam taraf toleransi lah brosis…

Jarak rumah KHS gresik dengan kantor di Sby sekitar 55 km PP. Medan jalan yang dilalui aspal dan ada sebagian gravel di pergudangan kalianak dengan sentuhan beberapa lubang yang menunggu tambal sulam. Motor yang dibanderol sekitar 28,9 jeti OTR Surabaya ini mampu melahap seluruh medan tanpa hambatan. Berhubung motor sport fairing maka rasa pegal pada punggung dan pergelangan tangan tidak terelakkan sehingga cocoknya untuk kota-kota. Namun bagi jiwa muda yang ingin turing jauh juga tidak masalah terlebih dalam masa inreyen motor baru…xixixi.

Konsumsi BBM 

Selama wira-wiri Surabaya-Gresik dari rumah ke kantor ini terlihat di trip meter menunjukkan angka 116,8 km. Sementara konsumsi BBM rata-rata setelah direset muncul angka 34.5 km/liter. Sementara dari spesifikasi tertuis Fuel Consumption: 49,49 KM/L. Hal ini tidak mengherankan karena KHS membetot gas tidak menganut asas econo riding. Pokok e asal ngegass dan bermain-main di limiter RPM gans…xixixi.

Well, sekilas ini motor worthed banget khususnya bagi anak muda yang ingin motor sport lari kencang dengan harga yang sangat terjangkau dikelasnya. Bagi orang dewasa yang tidak terbiasa nunggang motor sport yang nungging tentu mesti berpikir ulang untuk minang kecuali panjenengan siap menyediakan tukang pijat setiap pekan…xixixi. Tapi kalau panjenengan minang untuk anak lanang sih itoe joega dipersilahkan…hehehe

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

3 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »