Pelaku pembunuhan Pulomas berhasil di bekuk…1 orang tewas ditembak

Polisi bergerak cepat menangani tragedi perampokan dan pembunuhan Pulomas yang menyebabkan 6 orang tewas.  Perampokan dan pembunuhan pengusaha konstruksi Dodit Iriono (59) terjadi di rumahnya jalan Pulomas Utara 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (26/12/2016). Polisi berhasil membekuk pelaku di rumah kontrakan di Jalan Kalong RT 08 RW 02 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi pada Rabu (28/12/2016) pukul 14.50 WIB. Salah satu pelaku berhasil di dor oleh polisi karena melakukan perlawanan.

Kedua pelaku yang berhasil dibekuk adalah Ramlan Butar Butar dan Erwin Situmorang. Ramlan sendiri merupakan DPO polisi dengan kasus serupa yakni aksi perampokan terhadap warga Korea Selatan di Depok, tahun lalu. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan, pelaku atas nama Ramlan yang tewas ditembak kakinya merupakan perampok spesialis rumah mewah yang sudah beroperasi sejak 2001. Bahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Ramlan Butar Butar adalah penjahat lama yang dikenal dengan nama Porkas. Beliau mengaku kenal sejak menjadi Kasat Serse Umum Polda Metro Jaya pada tahun 2000.

Ramlan yang berjalan tidak normal merupakan pemimpin komplotan dimana memiliki markas atau tempat berkumpul di Bekasi dan Pulogadung dengan nama Kelompok Korea Utara. Mereka tidak segan-segan melukai korban dengan cara-cara kekerasan. 

Sementara itu informasi dari Kapolda Metro Jaya menyebutkan pelaku perampokan diduga 4 orang dimana 2 orang yang lain berhasil kabur dari sergapan polisi. Pada rabu, 28 Desember 2016 selepas magrib Polda Metro Jaya juga sudah membekuk Alfins Bernius Sinaga di Villamas Indah blok C, Bekasi Utara. Sementara itu tim kepolisian juga masih memburu satu pelaku lainnya bernama Yus Pane.

Informasi sebelumnya telah terjadi perampokan yang menyebabkan 6 orang tewas ketika berjejalan di kamar mandi pengusaha Dodi Triyono. Keenam korban tewas adalah Dodi Triyono, 59 tahun, Diona Arika Andra (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel, teman anak korban, Yanto, dan sopir Tasrok. Mereka diduga tewas akibat tak bisa bernafas karena kehabisan oksigen. Saat ditemukan, keenam korban ditempatkan di satu kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Sementara, lima korban yang masih hidup adalah Emi, Zanette Kalila, Santu, dan dua asisten rumah tangga bernama Fitriani dan Windy.

Semoga pelaku yang kabur dapat segera ditangkap oleh polisi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Maturnuwun

baca juga :

—\Contact KHS/—
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondaary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ;kangherisetiawan@gmail.com
Facebook:http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : setia1heri
Line@ : @setia1heri.com
Whatsapp : 085608174959
PIN BBM : 5E3C45A0

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »