Mampir di Gua Ngerong, Rengel, Tuban.

latitude gua ngerong-rengel-tubanBagi manteman di sekitaran Tuban dan Bojonegoro tentu tidak asing dengan wisata alam yang berada di pinggir jalan arah Bojonegoro-Tuban via Rengel ini. KHS sendiri sudah beberapa kali mampir di wisata alam ini sedangkan kemarin ketika mudik lebaran (11/8) menyempatkan mampir dulu bersama keluarga sebelum bertolak ke Gresik. Kalau dari kampung KHS yang ada di desa Kenongo Sari, Soko hanya sekitar 10 km atau kalau perjalanan dengan motor tidak lebih dari 20 menit menuju wisata goa Ngerong yang ada di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Gua ngerong merupakan wisata alam yang didalamnya terdapat gua dimana dibawahnya mengalir air yang jernih, beragam ikan didalamnya serta ribuan kelelawar yang bergantungan di langit-langit gua. Memasuki area wisata yang dikelola oleh desa ini hanya dikenakan tarif Rp.3.000 per orang dan kita bisa melihat pemandangan didalamnya sepuasnya tetapi gelap dan bau kotoran kelelawar tadi…xixixi. Untung didekat mulut goa terdapat payon atau semacam atap biar gak kena rambut pengunjung

goa ngerong rengelGua ngerong tidak lepas dari legenda atau mitos didalamnya. Salah satu legenda yakni adanya Putri Ngerong yang bertapa di dalam gua hingga lampus (menghilang raganya) namun menurut kepercayaan kadang sang putri menampakkan diri ditengah kerumunan peziarah. Selain itu keberadaan ribuan ikan dan kura-kura (bulus-orang sekitar menyebutnya) diyakini merupakan jelmaan bidadari dan Senopati Kerajaan Gumenggeng yang dikutuk Dewa karena membuat kesalahan.

Sedangkan mitosnya yakni siapa saja yang berani membawa pulang ikan yang ada didalamnya maka akan mendapatkan ciloko atau sial bin musibah. Bahkan ada yang menyebutkan mereka yang berani membawa pulang ikan-ikan itu akan dihantui hingga ikan-ikan itu dikembalikan. Bahkan juga ketika ikan terlanjur dimasak dan tinggal tulang belulangnya maka juga harus dikembalikan ke dalam aliran sungai gua ngerong ini. Beberapa mitos inilah yang membuat ikan-ikan di sekitaran gua ngerong tetap lestari hingga kini. Namun pengecualian bagi ikan-ikan yang ditangkap diluar area gua ngerong atau setelah jembatan meskipun masih dalam satu aliran sungai gua ngerong…hehehe. Ikan diluar gua ngerong ini bisa dibawa pulang dan dimakan dengan aman. Rasionalisasi mengapa ikan-ikan di sekitaran gua ngerong tidak boleh dikonsumsi karena daging ikan mengandung zat amonia NH3 yang berasal dari kotoran kelelawar. Daging ikan yang dimakan tentu akan membahayakan tubuh manusia bahkan bisa berujung keracunan dan kematian.

goa ngerong tubanSiapapun yang melihat ribuan ikan disungai ini memang akan tergoda untuk menangkapnya dan melahapnya. Ikannya mulai dari ikan gabus yang besar hingga lele-lele seukuran orang dewasa. Biasanya mereka memakan brondong (popcorn), roti, klenteng (biji kapuk), serta makanan lain yang dijual disekitaran area gua ngerong ini. Ketika kita mengumpankan makanan tadi maka ikan-ikankan beberebutan  yang terlihat begitu indah. Diatasnya terdapat ribuan kelelawar yang bergelantungan dengan mengeluarkan bau khas kotorannya.  Kalau kita sedang mujur maka bisa melihat penampakan kura-kura atau bulus tadi bahkan ikan (mistis) yang tidak bertulang tadi akan terlihat…hehehehe.

Gua Ngerong ini pernah dilakukan ekspedisi kedalamnya dari salah satu TV Nasional beberapa tahun silam. Ternyata didalamnya terdapat air terjun mini dimana masyarakat sekitar menyebutnya dengan “Grojogan Sewu”. Untuk memasuki Gua Ngerong ini mesti dilakukan pada sore atau malam hari ketika ribuan  kelelawar keluar goa untuk mencari makan. Selain itu sebelum memasuki goa juga perlu melakukan ritual atau kulonuwun ke penjaga goa ngerong dengan dipandu oleh kuncen goa ngerong ini.

Ledakan pengunjung biasanya terjadi pada “Jum’at Pahing” dimana masyarakat atau pengunjung percaya bahwa dengan membasuh muka atau raup banyu dengan air kali Gua Ngerong maka akan dimudahkan segala urusan, rezeki lancar, jodoh mendekat dan beberapa kemudahan urusan duniawi yang lain. Gak tahulah soalnya KHS kalau kesini belum pernah ketika hari jum’at pahing diatas meskipun tetangga-tetangga KHS pernah melakukannya…hehehehe. Selain itu kita juga bisa berenang dan mandi disini dengan menyewa pelampung kalau memang takut tenggelam. Mandi dan bersentuhan dengan ribuan ikan tadi tentu sesuatu banget…hehehe

ikan dan kelelawar goa ngerong rengelBeberapa wahana yang ada disana sudah mulai kusam sehingga butuh sentuhan. Patung-patung juga sudah mulai mreteli sehingga perlu direcovery ulang dan penataannya yang lebih “wow” sehingga sedap dipandang mata. Mestinya pemerintah kabupaten tuban kudu Tanggap dengan salah satu wisata alam ini meskipun sepertinya yang lebih berperan pemerintahan desa-nya.

Monggo manteman masbrow dan mbaksis yang mau merapat silahkan disetting GPSnya  ke Latitude -7.059327,112.007318. Atau kalau naik bus jurusan Tuban-Bojonegoro via Rengel maka pasti akan langsung turun didepan Wisata Alam Goa Ngerong ini.

Maturnuwun.

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

No Comments

Monggo dikomeng gans..