Terkesima lihat proses tambal ban tubeless di tukangnya.

pulsar tambal ban tubeless

Ini pengalaman pertamax bagi KHS melihat proses penambalan ban tubeless Milestone [Pulsar 180 UG IV] yang KHS tunggangi beberapa waktu lalu. Awalnya sudah terdeteksi ban bocor alur dirumah pagi hari sebelum berangkat kerja. KHS pun memakai trik dengan cara di lem dengan lem power glue/ alteco yang banyak beredar di pasaran. Proses pengeleman ini tentu dilakukan setelah area ban yang bocor tadi dibersihkan.  Setelah menunggu sekian menit akhirnya proses penambalan selesai maka langsung ane pompa dan buru-buru berangkat kerja.

Sampai kantor ternyata ban kempes lagi, ane merasa mungkin tambalan pagi tadi kurang sip karena terburu-buru proses nambalnya. Akhirnya KHS mencari tukang tembel ban tubeless yang ada di sekitaran kantor.  Setelah berputar-putar maka KHS mendapati tukang tambal ban tubeless yang ada di sekitaran pertokoan Nginden. KHS kembali ke kantor untuk membawa Milestone ke tukang tambal ban tubeless tadi.

alat tambal ban tubelessIni merupakan bocor pertamax setelah hampir 3 tahun motor ane tunggangi. Sempat beberapa kali tertusuk paku namun tidak sampai bocor. Lha ini gak tahu kenapa kok bocor alus seukuran  peniti saja.  KHS langsung terperangah ketika lihat proses nambalnya diawali dengan melubangi dulu dengan alat besi sebesar jari kelingking untuk memasukkan sejenis karet/serabut warna orange. Dalam hati KHS menjerit melihat ban yang diperkosa untuk nyumpel lubang yang bocor tadi.

Terlihat beberapa kali tukang tembel ban ngambil napas panjang dan istirahat untuk memasukkan karet orange ini. Beberapa kali pula lubang yang awalnya kecil tadi dikoyak-koyak dengan alat besi tadi. Emaaakk….apa bannya gak tambah rusak yah komponnya. Ya tetapi mau bagaimana lagi ternyata itu merupakan prosedur tetap dalam menambal ban tubeless.  Setelah karet orange tadi masuk dan dipotong kelebihannya selanjutnya tinggal di pompa dan sudah beres deh. Oia ongkos tambal bannya sepoeloeh riboe roepiah dalam waktu pengerjaan 15 menit.

tambal ban tubelessJujur ini pengalaman pertamax KHS dan merujuk beberapa pengalaman kawan yang sudah tambal ban tubeless di tukangnya memang tidak direkomendasikan. Karena tadi perilaku ‘kasar’nya bisa merusak komponen ban oleh karena itu lebih baik ditembel sendiri seperti cara diatas. Seandainya bocornya dirumah lagi KHS sudah siap dengan proses yang lebih teliti dan tidak merusak komponen ban seperti ini.

Duh semoga sekali ini saja. Mending nambal sendiri kalau memungkinkan kawan yang lebih ramah dan penuh kasih sayang :mrgreen:

Maturnuwun.

link terkait :

[display-posts tag=tubeless; tag=ban-tubeless]

Comments

comments

43 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »