Bajaj hengkang dari Indonesia ?

Sebuah kasak-kusuk yang sedang hangat dibicarakan kawan-kawan penyemplak produk Bajaj pada hari Rabu (17/10) di media social internet. Entah dari mana isu atau gossip ini berkembang yang jelas sudah menjadi perbincangan yang cukup serius tapi santai kok :mrgreen: .  Bajaj Auto Indonesia (BAI) digosipkan akan ditutup oleh principal Bajaj Auto Limited (BAL) di India karena disinyalir prospek penjualan di Indonesia  tidak begitu cerah.  Benarkah jadi ditutup ?

Sebagai salah satu pengguna pulsar tentu ane merasa pegimana gitu. Kalau melihat prospek penjualan produk Bajaj di Indonesia terutama pulsar (karena XCD dah lama di discontinue)  sepertinya tidak begitu mengecewakan (maaf gak punya data ..hehehe). Ini pengamatan penulis saja yang beberapa bulan terakhir ini seringkali berpapasan dengan pengguna pulsar baru terutama yang versi dualtone / new decals di sekitaran Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Apakah itu tidak menunjukkan peningkatan penjualan ? tetapi kalau penjualan yang tidak sesuai target sih ane kurang paham juga.  Padahal kalau melihat strategi marketing juga sudah luar biasa seperti  Test Ride Pulsar, Test ride Pulsar berhadiah Nissan Juke, Pulsar Pasti Lelaki Tour dan Program Potongan Harga Pulsar 220 VIN 2011.

Isu ditutupnya PT BAI oleh BAL tentu menjadikan keresahan bagi pengguna pulsar terutama pengguna pulsar baru terkait keberadaan stok sparepart. Lha ada prinsipalnya saja sparepart agak susah apalagi kalau tidak ada sama sekali. Meskipun begitu kawan-kawan penyemplak pulsar tidak berkecil hati dengan melihat motor Vespa Jadoel yang masih hidup dan bertahan hingga kini. Kalau masih ada mesin bubut  maka masih bisa diakali begitu kata beberapa kawan.

Isu hengkangnya BAI ini juga bisa jadi memperkuat pernyataan principal BAL di India yang mengatakan bahwa produk baru bajaj yakni P200NS akan dibranding lewat Kawasaki ketika dijual di Indonesia.  Secara logika semestinya agak lucu ketika di Indonesia sendiri sudah ada BAI namun ane kurang paham kalau terkait strategi marketing dan segmentasi pasar Atau bisa juga bergandengan tangan antara Bajaj dan Kawasaki seperti yang ada di Filipina.

Bagaimana kira-kira tanggapan kawan-kawan semua terkait isu tak sedap ini? Akankah produk bajaj menjadi barang antic layaknya vespa yang masih bertahan digerus zaman ? semoga lekas ada kejelasan biar tidak membinungkan (ternyata hari rabu (27/10) sudah ada pernyatan dari vice presiden BAI yang menegaskan bahwa kasak-kusuk itu tidaklah benar sumber detik.oto)

NB : ane gak tahu juga apakah ‘gosip’ ini bagian dari strategi marketing BAI 😀 atau juga testing sejauh mana loyalitas konsumen bajaj di Indonesia :mrgreen:

Maturnwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

24 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »