Catatan Perjalanan ke Seberang Timur bagian 3-Habis : Pantat ngepeer…

Hari Sabtu (19/5) atau Hari ketiga ane di Lombok kawan. Hari itu memang ane rencanakan comeback ke Gresik lagi. Rencana ini ane mantapkan karena tidak ingin terjebak macet panjang dan kepadatan lalu lintas karena arus balik long weekend. Selain itu, dengan pulang lebih awal akan ada waktu itu recovery tubuh yang pegal-pegal lebih lama…hehehe. Atau juga bisa last weekend bareng keluarga dirumah 😀 . Bolehlah turing tapi jangan sampai mengorbankan keluarga dan kantor…hehehe. Oia kalau mau tahu catatan di lombok sebelumnya bisa disini dan disitu :mrgreen:

Pagi jam 08.01 siap-siap dengan mengecek kondisi motor. Setelah semua dipastikan tidak ada yang rusak atau patah maka saatnya mengganti oli. Ane sengaja membawa oli cadangan 1 buah karena  disini mungkin agak sulit mencari oli jenis FK Massimo ini…hehehehe. Awalnya agak sulit mencoba membuka baut dibawah mesin. Sudah memakai kunci 17 namun masih sulit ternyata uliran sudah dol alias dower maka agak perlu ditekan agar bisa menggigit. Alhamdulillah baut dibawah bisa dibuka dan mengucurlah oli hitam dari mesin. Kurang lebih 10 menit prosesi  penggantian oli ini setelah itu tinggal pasang GPS dan packing barang-barang yang lain.

Sebelum pulang ane menyempatkan foto di mabes KOPLAK ini. Foto didekat sebagian stiker yang menempel di kaca mabes. Setelah itu foto bareng dengan kang Dadang dan bro Dio sebagai kenang-kenangan terakhir.  Sebuah kenangan yang mungkin entah kapan dapat terulang kembali…hehehe. Setelah berpamitan dengan anggota keluarga yang lain maka ane sama bro dio melanjutkan perjalanan.

Jam 09.31 ane bersama bro Dio bertolak dari mabes KOPLAK menuju tempat beli oleh-oleh khas Lombok. Tempat beli oleh-oleh ini ada di jalan Bung Karno Pagutan Kr. Genteng, Mataram.  Memang tempatnya tidak ramai namun tempat ini harga oleh-olehnya seperti harga grosir. Disini ane membeli buah tangan berupa kaos, daster, baju anak-anak, serta makanan khas Lombok seperti dodol nangka dan sirsak, manisan rumput laut, dan lain-lain. Tidak kurang 30 menit ane berbelanja di pusat oleh-oleh khas Lombok ini.

Jam 10.38 ane sudah sampai di Pelabuhan Lembar. Jalanan memang cukup lengang sehingga bisa digeber sesuka hati namun harus tetap waspada dan hati-hati. Disini ternyata masih merapat kapal perang 540 KRI Teluk Lampung yang mungkin masih mengawal RI 1 dalam kunjungannya ke Lombok.  Setelah beli tiket maka ane langsung menuju kapal  KMP Marina Segunda, yang ternyata kapal yang sama ketika ane berangkat…xixixixi. Kok bisa ya…hehehee 😀

Berhubung kapal masih agak lama bersandarnya maka ane mencoba jalan-jalan disekitar kapal sambil jeprat-jepret di sekitar Pelabuhan Lembar. Awalnya tidak ingin pesan kamar karena kondisi siang hari namun ketika memikirkan keamanan barang-barang maka ane berubah pikiran. Setelah nego akhirnya dapat 40 ribu saja. Lumayanlah. Oia kawan berhubung dikapal tidak ada jualan nasi maka sebelum naik kapal ane sempatkan membeli 2 bungkus nasi seharga 10 ribu dan sebotol air minum seharga 5 ribu. Lumayanlah agar tidak keroncongan nantinya .  :mrgreen:

Kembali ane tertidur dikamar yang berbeda ketika berangkat. Kalau kamar ketika berangkat ada di kamar NAHKODA maka ketika pulang ini ane tidur di kamar K.K.M. Embuhlah yang penting bisa rebahan dan ngecez gadget sesuka hati.  Ditengah laut ternyata perut keroncongan lagi maka langsung turun di geladak untuk pesan pop mie satu gelas…hehehehe. Dan tidurpun dilanjut lagi…ZZZZ….ZZZZ…ZZZZ.

Jam 15.20 kapal sudah bersandar di Pelabuhan Padangbay. Ane langsung turun karena memang kondisi kapal tidak begitu padat hanya ada 5 motor didalamnya selain bus dan truk besar. Alhamdulillah kondisi GPS sangat sehat sejak keluar dari mabes KOPLAK. Maka dipandu dengan GPS ane siap menggeber sang Milestone ini.

Dipandu dengan GPS ini ane rasakan jauh berbeda ketika lewat ‘peta manual’ saat berangkat. Dengan GPS waterproof ini ane dipandu lewat by pass jalan Prof Dr Ida Bagus arah Denpasar-Padangbay. Kondisi jalan sangat mulus, naik turun dan tidak berbelok-belok alias kencang saja dari Padangbay. Hanya dibutuhkan waktu sektitar 1 jam saja dengan digeber sekitar 90-100 km/ jam.  Bisa dibayangkan dengan ketika berangkat yang butuh waktu 2 kali lipat karena lewat jalanan padat tengah kota..

Jam 16.11 ane sudah memasuki kota Denpasar namun kudu muter-muter karena pengin lihat Grand Zero Legian. Itu lho kawan sebuah monument untuk mengenang korban Bom Bali I yang ada di jalan Legian. Ane sendiri muter-muter dan sambil nanya terkait grand zero tadi. Tidak sampai satu jam ane mengelilingi Kuta dan Legian akhirnya bisa merapat di monument ini. Sepanjang jalan Legian ini memang beragam jasa dan hiburan tersebar dan dipastikan banyak bule-bule berada disini.

Jam 17.13 sampai didepan Grand Zero Legian. Setelah meminta ijin kepada polisi yang bertugas di lokasi maka ane bisa memotret sepuas dan parkir tepat di samping monumen.  Sore itu pintunya sudah ditutup namun dari jauh masih bisa dilihat monumen beserta nama-nama yang ada didalamnya. Ane minta tolong salah satu guide disana untuk memfoto ane didepan monument tadi. Setelah prosesi foto-memfoto selesai maka perjalanan pulang dilanjutkan.

Jam 17.45 terdengar sayup-sayup adzan maghrib di sekitaran jalan Majapahit, Legian. Maka tanpa banyak pertimbangan ane langsung banting setir untuk sekaligus menunaikan ibadah sholat maghrib.  Setelah melepas apparel maka ane langsung mengambil air wudhlu sekaligus sholat di Masjid Rahmat ini. Sembari istirahat maka ane mengabari kondisi ane kepada ibu negara yang harap-harap cemas menunggu di rumah.

Jam 18.16 selepas sholat maghrib sekaligus dijamak qosor isya’ ane langsung tarik gaz menuju ke Gilimanuk. Tidak ada kendala jalan berarti karena GPS Alhamdulillah selalu ready dan mengarahkan dengan sempurna. Meskipun ane rasakan lewat jalan pinggiran tetapi tidak sampai menemukan kemacetan yang berarti. Sebuah panduan jalan yang sempurna tanpa takut tersesat sedikitpun…hehehehe. 😛

Kondisi jalan Tabanan-Negara ternyata turunan sehingga dapat lebih cepat meskipun kita tidak menggeber gaz. Kondisi jalan yang berkelok-kelok maka diisini pula kita bisa mereng-mereng alias cornering meskipun harus ekstra hati-hati karena banyak truk besar, bus pariwisata dan mobil pribadi pualng berwisata.  Berhubung kondisi jalan malam maka harus juga waspada agar tidak sampai menghajar lobang atau galian terutama di sekitar Negara.

Jam 21.11 alhamdulillah ane sudah sampai di Gilimanuk. Kondisi pelabuhan sangat padat dengan banyak antrian bus-bus pariwisata sedangkan untuk kendaraan roda dua tidak begitu banyak.  Setelah membayar tiket 16 ribu maka ane langsung bergeser ke dekat kapal untuk menunggu bongkar muat. Lama penyeberangan sekitar satu jam lebih karena antraian kapal untuk bersandar di Ketapang.

Tepat jam 10.36 ane mendarat di Ketapang. Awalnya agak ragu untuk melanjutkan perjalanan karena kondisi jalan yang sepi. Namun ketika ane tanyakan pada petugas pemeriksas tanda pengenal mengenai keamanan jalur banyuwangi-situbondo, maka mantaplah sudah. Gazz terusss… Sekitar jam 11 malam ane memasuki hutan Taman Nasional Baluran. Disini pula kita bisa mereng-mereng atau cornering malam hari.

Untuk menghindari ngantuk maka ane berinisiatif sparing partner dengan bus, selain itu juga bisa sebagai  voreijder. Maklum lampu utama pulsar 180 ug IV tidak begitu terang sehingga kadang tidak jelas kondisi jalan di depan. Dengan adanya bus maka kita bisa mengetahui kondisi jalan didepan, apakah kondisi menurun, naik, berkelok, menikung tajam atau mungkin ada perbaikan jalan. Terhitung mulai dari Banyuwangi  hingga Kraksaan Probolinggo ane bersparing partner dengan bus. Dan tahu sendiri seperti apa bus (pariwisata) malem itu kencengnya gila…hehehe. Ane geber 100 km/jam aj masih keponthal-ponthal.. :mrgreen:

Minggu pagi (20/5) jam 1.32 berhubung perut keroncongan maka ane merapat di sebuah warung lesehan. Warung lesehan ini ada di Besuk, deket Kraksaan Probolinggo yang menyediakan ayam dan bebek goreng. Entah ini makan malam atau makan pagi yang jelas pokoknya sudah lapar banget. Sambil menunggu ayam goreng pesenan datang ane rebahan dulu di dipan yang disediakan. Ayam gorengnya sangat enak sekali terbukti tidak sampai 10 menit makanan sudah habis…xixixi…saking laparnya 😛 .

Jam 02.14 berhubung warung sudah mau tutup maka perjalanan ane lanjutkan. Namun kondisi badan dan mata tidak bisa dibohongi alias pegel bin ngantuk berat. Akhirnya cari pom bensin terdekat yang bisa buat lesehan dan rebahan. Ketemulah pom bensin di daerah Taman sari sebelum probolinggo. Ternyata musholla cukup ramai juga meskipun masih ada spare untuk menampung tubuh yang pegel ini.  Sarung dikeluarkan dan tidurlah dengan protector kaki masih menempel…ZZZZ….ZZZZ….ZZZZZ

Jam 04.14 terdengar adzan subuh di musholla tadi. Dengan bangun geragapan ane langsung bersikap duduk kayak orang ada obrakan PKL…xixixixi. Ternyata musholla sudah ramai dengan pengunjung lain yang sedang istirahat di pom bensin.  Ternyata ada rombongan ibu-ibu yang dari Semarang . Berhubung musholla sempit maka sholat subuh ada 3 gelombang karena jumlah jamaah yang membludak.

Jam 04.45 sehabis subuh perjalanan dilanjutkan. Setelah siap semua peralatan dan perlengkapan maka meluncurlah ane pagi-pagi itu menuju Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya dan Gresik. Di sekitaran Probolinggo dan Pasuruan harus ekstra hati-hati karena jalanan ada perbaikan selain itu juga ada rombongan ibu dan bapak arah pasar.  Kecepatan geberan gazz diatas 80 km/jam aja bro…

Jam 06.50 sudah sampai di depan Kebun Binatang Surabaya a.k.a KBS. Ane sempat turun untuk sedikit narsis di patung lambang Surabaya ini. Setelah puas jeprat jepret perjalanan di lanjutkan dengan menggeber gazz sedikit diatas rata-rata. Alhamdulillah Jam 07.19 sudah nyampai di depan rumah tercinta.  Hiks…hiks…hiks….gak nyangka dan gak percaya sudah sampai Lombok seorang diri…. 🙁  . Bener-bener pantat ngepeeer atau Spring Ass sekitar 600 km- PP  😀

Demikian kawan RR seorang nubi yang tidak pernah kemana-mana ini apalagi luar pulau. Mungkin bagi para suhu turing  bahwa perjalanan ke Lombok adalah hal biasa dan bahkan mungkin seperti rumah kedua. Namun bagi nubi dengan solo riding ini merupakan pengalaman hidup tersendiri…hehehe

Puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat sehat yang diberikan, Sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW atas tauladan sholat bagi orang yang safar atau perjalanan, Cium mesra untuk Ibu Negara yang telah mengikhlaskan dan mendo’akan solo riding ini, Maturnuwun brader, sister, mbak sis, kang bro atas segala bantuan, dukungan dan do’anya sehingga perjalanan Lombok-Gresik ini zero problem dan zero accident.

Keep brotherhood.

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

27 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »