Mencoba sensasi HTC Wildfire S

Sebenarnya sudah hampir 3 minggu ane memakai  HTC Wildfire S ini, namun mohon maap baru punya mood untuk menuliskan review atau experiencenya sekarang.  Loh ganti bro ? Betul. Hape Soner Xperia X10 mini pro ane (posting disini) lagi error karena suatu hal. Setelah itu mencari referensi untuk mencari ‘pengganti sementara’, dan akhirnya labuhan hati mengarah pada merk HTC ini. 😀

HTC ?hape china kah? dual kamera? Begitu beberapa pertanyaan kawan yang melihat hape ini. Maklum merk HTC belum begitu familiar di masyarakat secara umum. Memang dahulu sempat eksis HT Mobile yang nota bene merk china dengan hape-hape murahnya. Dan masyarakat melihat kemiripan antara HT Mobile dengan HTC…..hehehehe. Tetapi mungkin bagi kawan yang pernah ‘bergelut’ dengan PDA tentu tidak asing lagi dengan merk asal Taiwan ini..cmiiw.

Berhubung kantong pas-pasan maka ngambilnya juga barang seken tetapi ane lihat barangnya masih mulus.  Kesan awal melihatnya begitu elegan yang dibalut dengan warna putih dan metalik. Awalnya ane bingung cara buka casing ketika mau memasukkan simcard. Maklum belinya batangan aja jadi gak ada manual booknya 😛 . Setelah browsing manualnya ternyata cukup simple cara buka casing nya….wkwkwkwk. Dasar ndeso 😀 .

Sekilas spesifikasi Wildfire S ini yakni Android OS, v2.3 (Gingerbread), TFT capacitive touchscreen, 256K colors, 512 MB ROM, 512 MB RAM, Camera 5 MP, 2592 x 1944 pixels, autofocus, LED flash, Geo-tagging, Video dan 600 MHz ARM 11. Kalau mau tahu lebih detail silahkan lihat di gsmarena disini

Langsung saja ane utak-atik untuk mengeksplorasi gadget ini. Pertama lihat tampilan dalamnya mungkin tidak jauh beda dengan ‘mas samsul’ alias hape android sejuta umat 😀 karena memang basicnya sama-sama android. Namun yang membedakan dengan yang lain tentu rasa  HTC nya atau HTC Sense hehehe 😛 .  User interface sudah menggunakan HTC Sense v3.0 UI jadi tentu lebih menarik dibanding android yang lain. Semua fitur standar android gingerbread ada disini. Mengingat jenis androidnya sudah gingerbread jadi langsung bisa mindah aplikasi dari phone ke memory card.

Dukungan RAM 512 MB dan prosesor 600 Mhz sebenarnya pas-pasan namun cukup mumpuni untuk membuka aplikasi-aplikasi secara bersamaan.  Justru yang ‘bermasalah’ adalah memori internal atau ROM nya. Meskipun di spesifikasi tertulis 512 MB namun itu ternyata belum termasuk aplikasi internal yang telah dibenamkan secara default. Jadi memori yang tersisa antara 100 -150 MB aja. Hiks..hiks 🙁 . Praktis dengan memori yang terbatas ini tidak bisa leluasa menambah aplikasi. Ane sendiri hanya ‘mampu’ menginstal 6 aplikasi terutama wordpress untuk mendukung hobi ngeblog. Aplikasi diatas tidak ada sama sekali yang GAME karena memang memorinya sudah gak kuat lagi 🙁 hiks…hiks…

Kamera 5 MP yang dibenamkan saya rasakan benar-benar mantabz dan puas.  Ane mentjoba membandingkan dengan kamera 5 MP soner XMP mini pro  yang sangat jauh sekali kualitasnya.  Dengan kamera yang  dilengkapi dengan autofocus ini kita bisa mengabadikan momen-momen terindah ketika tidak ada camera digital. 😀

Suara yang dikeluarkan gadget ini sangat jernih. Ketika ane mencoba mendengarkan musik terasa renyah dan nyaring suaranya namun ane tidak ketika memakai headset nokia kok suaranya jadi cempreng. Ane tidak paham apakah factor headsetnya atau apanya meskipun sama-sama ukuran 3.5 mm audio jack.  Begitupun pula ketika ane mendengarkan radio (harus pakai headset) kok suaranya terdengar kecil ya meskipun indikator sudah saya geser maksimal. 🙁 . What happen yah ? padahal dulu ketika memakai XMP 10 tidak ada masalah dengan musik atau radio dengan headset yang sama. Oia untuk memutar file video sepertinya sama dengan XMP 10 dimana suara mendahului gambar alias ada jeda sekian detik. Suaranya sih ok tapi gambarnya telat…hehehehe 😀

Salah satu fitur yang memudahkan kita untuk memindahkan nope atau kontak terdapat disini yakni Transfer. Ane tidak tahu apakah menu ini ada secara default di hape Andorid Gingerbread yang lain. Dengan fitur ini kita bisa memindahkan kontak, sms dan even kalender dengan jaringan Bluetooth. Ane mentjoba fasilitas ini ketika memindahkan kontak dari XMP 10 ke Wildfire S ini.

Dari sisi ketahanan baterai ane menilai cukup memuaskan. Berbeda dengan hape XMP ane sebelumnya yang cukup ‘boros’. Tetapi sekali lagi terkait ketahanan baterai banyak factor yang berpengaruh mulai dari aplikasi, jaringan telepon hingga stile menggunakan gadgetnya :-D.

Demikian kawan review singkat subjektif ane selama sekian minggu memakai gadget ini.  Proyek selanjutnya adalah melakukan root biar bisa menambah memori internal dan menginstall aplikasi lebih banyak. Mungkin ada kawan punya pengalaman serupa bisa dishare dimari 😀

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

20 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »