Nyu-Tek di sekitaran Bromo

 

Ada pemandangan yang menarik perhatian ane terkait motor tunggangan orang-orang di sekitaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Hal ini ane amati ketika beberapa waktu lalu dolanan ke gunung yang menjadi salah satu ikon jawa timur ini (postingan disini). Memang sih banyak tunggangannya yang lalu lalang namun yang mayoritas adalah motor batangan GL Pro. Ini yang mengusik perhatian ane.

Biasanya kalau motor digunung akan banyak kita temui yang dimodif seperti trail. Baik yang berbasiskan mesin motor laki maupun  motor bebek. Namun yang ane dapatkan ketika di sekitaran Wonokitri justru banyak yang memakai motor Honda GL Pro lansiran tahun 90 an ini. Tapi jangan tanya nama GL-Pro karena disana justru terkenal dengan sebutan “Nyu-Tek”.

Kok bisa ? tidak tahu sejarahnya gimana yang jelas “Nyu-Tek” juga merupakan tawaran teknologi “Neo-Tech” dari Honda GL Pro waktu itu.  Ane sempat nanya salah satu warga yang kebetulan ada disitu bertanya terkait mengapa banyak memilih motor batangan “Nyu-Tek”. “Tenaganya kuat buat naik turun gunung mas, buat kerja ngangkut beban juga kuat “ ujarnya. Wow…berarti ketangguhan GL-Pro Neo Tech sudah teruji dan terbukti disini.

Mengutip dari internet berikut spesifikasi Honda GL Pro Neo Tech :

Curb weight: 114 kg
Overall: length x width x height 2.034 x 754 x 1.062 mm
Wheel base: 1.281 mm
Seat height: 772 mm
Min-ground clearance: 149 mm
Fuel tank capacity: 8.0l
Chassis: Diamond steel
Front Tires: 2,75 – 18 – 42P
Rear Tires: 3,00 – 18 – 47P
Front Brakes: Disc Brake with double piston
Rear Brakes: Drum
Clutch: Manual, Wet Type, & Double Clutch
Battery: 12V – 4Ah
Spark Plug: ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Ignition: CDI-DC, Battery
Cam Chain: Silent chain
Fuel Consuming: 51,4 km/liter speed 50 km/hour (standard gasoline)
Engine oil capacity: 0.9 litre when dismantling machine; 0.7 litre when changing lubricant
Front suspension : Telescopic
Rear suspension: Swing arm with Double Shock Absorber
Engine type: 4-Stroke, OHC, Air Cooled
Displacement: 156,7 cm3
Bore stroke: 63,5 x 49,5 mm
Compression ratio: 9.0 : 1
Max. output / rpm: 13,8 PS / 8.500 rpm
Max. torque / rpm : 1,3 kgf.m / 6.500 rpm
Gear box: 1-N-2-3-4-5, 5 Speed
Starting system: Kick starter

Saya pikir dengan kubikasi 160 cc tentu tidak ada yang diragukan lagi dengan kemampuannya. Bahkan mungkin berani diadu dengan ‘cucu’ nya sekalipun Honda NMP yang selisih 10 cc….cmiiw. xixixixi 😛 .  Ane sendiri dahulu sempat mencoba motor ini tetapi sudah lupa ‘rasa’nya. Monggo bagi kawan yang pernah memiliki atau menunggani Honda GL Pro “nyu-tek” yang sudah lebih dasa warsa ini silahkan dishare dimari….

NB : ane sendiri kadang masih bingung bedakan GL max dan GL Pro….hehehe :mrgreen:

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

26 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »