Sowan ke Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim (Gresik, Jawa Timur)

Mungkin ane bisa dikatakan orang yang “kurang ajar, ndak tahu unggah-ungguh, gak punya sopan santun, brandaalll….”. Masak sudah hampir 2 tahun menjadi warga Gresik belum sowan alias ziaroh kepada sesepuh Gresik sendiri diantara sesepuh yang lain.  Dengan mengkambinghitamkan waktu dan kesibukan, alhamdulillah niat sowan yang terpendam itu akhirnya kesampaian juga.

Memanfaatkan  cuti bersama Senin, 26 Desember 2010 kemarin, ane bersama anak istri berkesempatan mengunjungi alias ziaroh ke makam wali alias sunan yang ada di Gresik. Jarak makam dengan rumah hanya radius 6-7 km saja.  Tujuan pertama yakni menuju Sunan Giri. Makam yang ada di punden atau perbukitan Giri, Kebomas, Gresik ini menjadi saksi daya tarik sunan penyebar islam di Tanah Jawi ini. Oia kawan dalam bahasa jawa Giri itu artinya bukit.

Sunan Giri  dengan nama lain Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ‘Ainul Yaqin dan Joko Samudra merupakan putra dari Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu. Lahir (1365 saka) di Blambangan (banyuwangi) dan wafat (1428 saka) di Gresik. Sunan Giri merupakan pendiri kerajaan Giri Kedaton dan juga pesantren Giri sebagai pusat penyebaran agama islam. Karya seni tradisonal Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, di antaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, Jor, Gula-gantiLir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

Untuk menuju makam Sunan Giri setidaknya ada 3 jalur ‘pendakian’.  Memang diperlukan tenaga ekstra karena sudut tanjakan hingga 45 derajat serta jaraknya sekitar 150 hingga 200 meter dari parkiran dibawah (bukan parkiran bus lho…). Kalau teman-teman tidak kuat naik disana banyak tersedia jasa ojek yang akan mengantarkan ke atas dengan lewat jalur lain. Walaupun sudah naik ojek tetap anda harus naik tangga untuk menjangkau makam Raden Paku ini.  Oia menurut sumber dari mulut ke mulut, jumlah tangga antara naik dan turun tidak sama. Lho kenapa? coba sendiri yah…. (takutnya lupa..hehehe)

Kondisi hari itu lumayan ramai karena berbarengan dengan libur sekolah. Para peziarah saling bergantian untuk memasuki wilayah makam yang lebarnya hanya kalau tidak salah 6 meter persegi. Namun begitu semua tetap sabar dan antri untuk mendoakan sesepuh penyebar islam ini. Oia seperti tempat-tempat ziarah makam yang lain disini juga disediakan kontak sedekah atau infaq. Serta kalau mau beli jajanan, oleh-oleh atau kenangan ada di sepanjang jalur ‘pendakian’ tadi. Untuk yang mau sekalian ziarah ke Makam Sunan Prapen juga tinggal bergeser ke Selatan beberapa meter lagi. Kurang lebih sekitar 30 menit ane ‘sowan’ ke Raden Ainul Yakin ini dan dilanjut bergeser 3 km ke utara menuju Mbah Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Letak makam Maulana Malik Ibrahim ada di pusat kota yakni Desa Gapuro Sukolilo, Gresik.  Hanya seratus meter dari alun-alun Gresik atau 150 meter dari masjid Jami’ Gresik.  Berbicara makam Maulana Malik Ibrahim sebenarnya lebih dari satu. Lho kok bisa? satu lagi ada di Cirebon dengan nama Makam Syekh Maulana Maghribi. Sebenarnya hal ini tidak mengagetkan karena memang sebagian besar wali memiliki lebih dari satu makam. Ini merupakan bentuk riil pengaruh dan karisma beliau di Tanah Jawa dalam menyebarkan agama islam.

Syekh Maulana Malik Ibrahim mempunyai nama Makhdum Ibrahim as-Samarqandy. Terkait asal-usulnya terdapat pendapat yang berbeda-beda yakni Magribi, Afrika utara, Persia, Samarkand ,Asia tengah dan Iran. Namun begitu semua sepakat bahwa Syekh Makhdum Ibrahim as-Samarqandy  ini merupakan wali senior dalam jajaran Wali Songo. Beliau mendirikan pesantren yang ada di Desa Laren, Manyar, Gresik. Beliau wafat pada tahun 1419.

Bagi kawan roda dua yang ingin berziarah ke makam Syekh Makhdum Ibrahim as-Samarqandy jangan bingung mencari tempat parkir. Awalnya ane cari-cari ternyata tempat ada persis didepan makam Syekh Makhdum Ibrahim as-Samarqandy.  Tepatnya di jalan Maulana Malik Ibrohim sendiri.  Uniknya biaya parkir tidak ditetapkan alias dimasukkan kota infaq yang disediakan. Hal ini berbeda dengan di Sunan Giri yang biaya parkirnya mencapai Rp.2.000 untuk motor.

Areal makam Maulana Malik Ibrohim alias Sunan Gresik ini cukup luas. Didalam cungkup ada tiga makam yakni makam sang isteri Syayyidah Siti Fatimah,  dan  makam sang putera, Syekh Maulana Maghfur. Selain itu di sebelah utara areal makam ada pula makam Maulana Ishak, yang adalah saudara Maulana Malik Ibrahim, dan ayah dari Sunan Giri dan disebelahnya terdapat Makam Syekh Maulana Makhrubi.

Demikian kawan cerita perjalanan ane sowan ke sesepuh penyebar islam yang ada di Gresik. Semoga ane tidak di cap mbalelo apalagi ane kan juga berasal dari Tlatah Sunan Bonang Tuban hehehehe. InsyaAllah di Sunan Ampel sudah pernah, Sunan Bonang apalagi sudah lebih dari sekali. Ziarah wali memang sudah menjadi salah satu Wisata Religi yang tak lekang oleh waktu. Disinilah kita memberikan penghormatan untuk mereka para leluhur yang sudah berjasa dalam kehidupan kita. Oia hampir sebagan besar makam wali yang ane singgahi, mereka selalu menyediakan jamuan ‘air minum alami’. Silahkan disambi¸ dinikmati, di sruput atau juga dibuat cuci muka. Wuihhhhh….segarnya….

referensi :
http://kolom-biografi.blogspot.com/2010/04/biografi-sunan-giri.html
http://thearoengbinangproject.com/2011/12/makam-maulana-malik-ibrahim/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gresik
baca juga :
 
***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

No Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »