Adab Buang Air (Besar/Kecil)

Adab Buang Air (Besar/Kecil)

Tulisan berikut adalah adab-adab sebagai seorang muslim ketika mau, telah dan keluar dari tempat buang air baik besar, kecil maupun sedang…hehehe :-D. Adab-adab berikut merupakan segala sesuatu yang dicontohkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW baik ‘action’ indoor maupun outdoor….xixixi. Mari kita belajar bersama adab-adab alias tata tertib buang air berikut :

  1. Tidak membawa barang yang memuat nama Allah kecuali bila dikwatirkan akan hilang atau tempat menyimpan barang berharga.
  2. Menjauhkan dan menyembunyikan diri dari manusia terutama di waktu BAB, agar tidak kedengaran suara atau tercium bau
  3. Membaca basmallah atau isti’adzah secara keras diwaktu hendak masuk kakus, dan ketika hendak mengangkat kain bila dilapangan terbuka.
  4. Menghindarkan bicara sama sekali, baik berupa dzikir ataupun lainnya. Maka tidak perlu menyahuti ucapan salam atau adzan.
  5. Hendaklah menghargai kiblat, hingga ia tidak menghadap kepadanya atau membelakanginya.
  6. Supaya mencari tempat yang lunak dan kerendahan untuk menjaga agar tidak kena najis.
  7. Agar menghindari lubang supaya tiada menyakiti hewan-hewan yang mungkin ada disana.
  8. Hendaklah menjauhi tempat orang bernaung, jalanan dan tempat pertemuan mereka
  9. Tidak buang air kecil ditempat mandi, begitu pun pada air tergenang atau air mengalir
  10. Tidak kencing sewaktu berdiri, karena bertentangan dengan kesopanan dan adat yang baik, juga untuk menghindarkan percikannya. Seandainya percikan itu dapat terpelihara maka tak ada halangannya.
  11. Wajib menghilangkan najis yang terdapat pada kedua jalan, baik dengan batu atau apa yang menyamainya, berupa benda beku yang suci lagi dapat melenyapkan najis serta tidak dihormati, atay mencucinya dengan air saja, atau dengan keduanya.
  12. Tidak bersuci dengan tangan kanan demi menjaga kebersihannya dari menyentuh kotoran.
  13. Supaya menggosok tangan dengan tanah setelah bersuci, atau mencucinya dengan sabun dan yang sama dengan itu, agar hilang bau busuk yang melekat disana.
  14. Agar memerciki kemaluan dan celananya dengan air bila kencing, guna melenyapkan was-was dari dalam hati, hingga nanti kedapatan basah, maka ia akan mempunyai alasan bahwa itu adalah bekas percikan tadi.
  15. Mendahulukan kaki kiri sewaktu hendak masuk, kemudian keluar melangkah dengan kaki kanan, lalu hendaklah mengucapkan “ghufranak”, artinya”aku mohon keampunan-Mu’.

Demikian kawan ada-adab BAB/BAK. Mungkin bahasa yang digunakan kurang dapat dimengerti karena memakai ejaan melayu atau belum EYD tetapi tidak ada salahnya kok…hehehe

sumber : Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq, PT.Al-Ma’arif Bandung
baca juga :
[display-posts tag=doa]

Comments

comments

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »