Sisi-sisi lain Turing*

ktm indonesia

Sisi-sisi lain Turing*

Beberapa waktu yang lalu ane pernah memposting kode-kode riding saat turing dan memaknai turing, maka pada posting kali ini kita akan membahas sisi lain turing. Bagi anak klub atau komunitas adalah hal yang jamak ketika membahas turing. Entah jauh atau dekat jarak bukan ukuran, sedikit atau banyak yang ikutan juga bukan permasalahan. Solo turing atau group riding juga bukan perdebatan.

Ketika membicarakan turing maka disini perlu digaris bawahi sebagai hobbi bukan beban atau tambahan pekerjaan. Sebuah aktivitas yang tentu sedikit banyak ada cost yang harus kita keluarkan. Sedikit banyak dana yang kita keluarkan tergantung tujuan dan prepare yang kita siapkan. Monggo dikalkulasi sendiri. Minimal uang bensin perlu kita keluarkan. Modifikasi alias jajanan dan racun untuk motor kita biar ‘garang’ pada waktu turing, Akomodasi saat perjalanan dan oleh-oleh atau buah tangan untuk keluarga sekembali dari turing. Jadi mari dipikirkan ulang bahwa turing adalah buang-buang uang…hehehe 😛

Waktu. Ketika memutuskan turing maka kita harus menyediakan waktu. Sedikit banyak waktu yang harus diluangkan tergantung jauh atau dekat tujuan perjalanan. Mungkin bagi pekerja seperti ane biasanya sabtu-minggu adalah waktu yang bisa diluangkan. Tentu hal ini berkorelasi dengan ‘hilang’nya waktu untuk bercengkrama saat waktu liburan dengan keluarga..hehehe. Pilih turing atau berkumpul bersama keluarga ?


Capek-capek dan pegal tiada henti. Bisa dipastikan bahwa paska pulang turing badan akan terasa suangat pegal, capek alias ‘remek’ (Jawa) atau remuk. Apalagi beberapa ada yang diselingi dengan mabuk perjalanan atau masuk angin. Pantat yang panas dan tepos adalah kewajaran..wkwkwk 😀

Nyawa taruhannya. Walaupun hal ini sudah suratan takdir tetapi tidak sedikit kita mendengar berita kecelakaan di jalan. Terlepas dari siapa yang salah dan disalahkan yang jelas kadang nyawa terancam saat perjalanan. Terjatuh dan lecet ringan kadang sebuah hal yang lumrah. Semoga safety gear dan apparel bisa meminimalisir hal ini.

Jadi secara logika turing akan menghabiskan dana, waktu terbuang, menyebabkan badan tambah capek dan kadang nyawa taruhannya. Tetapi kadang nalar logika sering kali kita abaikan karena memang tidak perlu penalaran yang lebih dalam dan muluk-muluk. Kepuasan batin dan adrenalin bisa tersalurkan adalah kuncinya.

Kepuasan bathin tidak bisa diukur,ditukar dan dihargai dengan segepok uang. Apalagi ketika aktivitas turing kita jadikan sarana refreshing untuk menghempaskan kepenatan kerja yang membelenggu selama ini. Dimana pasca turing justru kita mendapat spirit baru dalam hidup dan kehidupan.

Salam toet..toet…

*Tulisan ini terinspirasi dari obrolan kopdar PRIDES #CS kamis malam (26/5) bersama bro Bayu, bro Rizki dan bro Puksan

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

About setia1heri 3703 Articles
Seorang bapak dengan 2 anak. Suka jalan-jalan dan corat-coret tulisan perjalanan. Hobi berkendara menunggang roda dua. Tak paham kuliner namun tidak ada makanan yang dicela alias doyan semua...hehehe. Maturnuwun. follow twitter : @ setia1heri

3 Comments

  1. PERTAMAXX
    baru papasan ma turing club matic,peserta 4 motor,paling depan pke strobo ma sirine.terus terang pengen muntah ngeliat lagaknya….nyalain strobo dan sirine trus jalannya mepet ketengah,kyak yang punya jalan aja,sudah dua kali papasan dengan klub ini.tkp di sidrap sulawesi selatan jalan poros kearah tana toraja
    SALAM KARET BUNDAR™

  2. pertamax dah gak mahal lagi sis…
    lain kali kalo ketemu bilang : kayak anak kecil aje pake klonengan ato lenong….wkwkwk

    strobo n sirine bukan utk motor sipil…

1 Trackback / Pingback

  1. Aduh… pulang turing motor dibegal di Rejoso, Pasuruan. | www.setia1heri.wordpress.com

Monggo dikomeng gans..