Akhirnya sang ‘Milestone’ ngandang juga…

Akhirnya sang ‘Milestone’ ngandang juga…

Bismillah, itu kata yang terucap ketika memutuskan membeli motor ini. Setelah browsing dan surfing di internet untuk mengetahui lebih jauh tentang performa motor ini akhirnya terjawab sudah. Saya memutuskan membeli Bajaj Pulsar 180 DTS-i UG IV (walopun kredit…hehehehe) dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.
Ditengah serbuan motor jepun mulai dari Yamaha dengan New Scorpio dan Byson-nya, Honda dengan New Mega Pro-nya dan  saya memantapkan membeli ni motor dari negerinya Bollywood dan Tuan Takur…hehehe, India maksudnya. 😀
Hal ini berawal dari tanggal 2 Oktober 2010, saya iseng mencoba test ride Pulsar 135 LS (PIES) di Bajaj Gresik . dari test ride ini saya kesengsem dengan tarikan dan performanya yang menurut saya okelah..walopun buta dengan tetek bengek motor. Kata mbak dewi (sales) bahwa harga PIES Rp. 15,3 jeti dengan cashback 250rb untuk tunai dan 500rb untuk kredit. Karena masih belum punya uang akhirnya pulang dululah sambil bawa tu brosur..
Tak dinyana pada tanggal oktober itu juga ada pameran jatim expo di Grand City ( Mall paling baru di Surabaya), ternyata BMSA (selaku diler di jawa timur) membuka stand disana. Sama teman akhirnya melihat tu pameran dengan tujuan utama test ride lagi (biar mantap gtu hehehe) walopun ternyata pas disana dapat doorprize dari brosurku.com (maturnuwun ya…). Di pameran ini saya juga test ride PIES lagi karena merasa pas tongkrongan dan kantong. Di pameran ini saya dilayani oleh mas nanang (diler bajaj sidoarjo) dan janjian pekan depan ketemu di pameran untuk ngasihkan uang pemesanan. Deal harga PIES hanya 15 jeti dengan fasilitas helm dan jaket touring (ni yang saya cari)
Tanggal 16 Oktober 2010 saya datang lagi di pameran untuk ngasihkan uang muka pada mas nanang. Pada kedatangan kedua ini saya mulai bimbang dengan PIES dan mencoba melirik Pulsar 180 DTS-I (PIBO). Dengan hanya selisih 1,5 jeti mas nanang menyarankan sekalian ambil PIBO aja. Saya mencoba tongkrongin tuh motor….eh manteb bener. Akhirnya dengan pertimbangan yang kurang matang saya ambil PIBO itu dengan harga 16,5 jeti ( baru beberapa hari setelah itu konsultasi dengan istri…hehehe). Uang pemesanan Cuma 200rb doank…
Tanggal 2 november 2010, baru ada uang (lebih tepatnya pinjem koperasi kantor) sehingga langsung transfer aja ke rekening BMSA dengan nominal 16,3 jeti. Sembari transfer saya menelpon mas nanang untuk memberitahukan bahwa saya sudah transfer dan cari tahu kapan motor di kirim. Ternyata tidak saya duga, sore itu motor langsung dikirim (walopun jam 9 malem baru nyampe gresik). Trims mas nanang dan BMSA …
Dirumah mertua sama istri lagi nyiapin unda-undi (tradisi di gresik kalo da motor baru datang) yakni recehen 500 perak ditaburkan didepan motor baru terus anak2 kecil pada berebutan ngambil uang recehan tadi. Berhubung dah malem akhirnya tradisi itu diurungkan dan dilakukan pada pagi hari. Tapi gak perlu ditaburkan langsung aja dikasihkan anak-anak ditetangga kanan-kiri. Hehehe 😀
Setelah cari referensi akhirnya, saya namakan Pulsar 180 DTS-i UG IV Midnight Black dengan julukan “Milestone”, Sang Petunjuk Jalan. Untuk penjelasan lebih lanjut julukan ini tunggu posting selanjutnya (kalau gak lupa..xixixixi).
Sekarang tinggal inreyen dan nunggu STNK keluar jadi biar bisa digeber dan buat touring…

maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*" Yuuuk like & share brosis...."*
-----

Comments

comments

7 Comments

Monggo dikomeng gans..

Translate »